Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 304 : Shiji Melawan Lilith


__ADS_3

Sementara Pandora telah menemukan tempat untuk menonton, Shiji dan Lilith masih terdiam di tempat masing-masing. Penampilan Lilith secara perlahan berangsur-angsur berubah dari yang mengenakan baju pelayan kini berubah dengan pakaian semacam body suit hitam yang ditutup kembali dengan mantel berwarna serupa. Di atas kepalanya muncul sebuah mahkota sedangkan di tangannya ia memegang sebuah tongkat yang sekaligus fungsinya bisa dipakai menyerupai tombak juga.


"Berubah secara terang-terangan di depan pria, aku pikir kau sebaiknya tidak melakukan itu."


"Ini hanya tubuh tak masalah dilihat siapapun."


Pemikiran seperti itu tidak asing lagi untuk Shiji, dia mengulurkan tangannya untuk menciptakan lingkaran sihir di bawah kakinya yang mengeluarkan katana bersarung hitam.


Di masa lalu istrinya adalah sebuah pedang itu sendiri namun sekarang ia memilih menggunakan pedang sesungguhnya tanpa melibatkan siapapun yang dikenalnya dalam pertempuran.


Melihat ekspresi Shiji, Lilith bertanya.


"Apa ada masalah?"


"Tidak, aku hanya sedikit teringat masa lalu," balasnya cepat.

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan tapi bersiaplah untuk menerima seranganku."


"Datanglah."


Dentrang.


Tubuh Shiji terdorong saat pedangnya dengan baik menahan senjata Lilith, dia memperkuat pijakannya memaksa Lilith berhenti di udara sebelum memutar tubuhnya untuk memberikan tebasan samping.


Lilith yang menyadari serangan itu dengan piawai menahannya, kemudian memutar tongkat sekaligus tombak untuk bertahan dan menyerang.


Ia terkadang menggunakan gerakan tusukan yang dipadukan dengan putaran tubuh dan sesekali menggunakan ayunan berbentuk huruf V. Di sisi lain Shiji juga memosisikan diri bertahan dan menyerang secara bergantian.


Seluruh bangunan maupun tanah terpotong-potong. Hanya dengan serangan biasa bisa berdampak seperti ini jika mereka serius kerusakannya akan jauh lebih besar lagi.


Lilith menancapkan tongkatnya hingga bersamaan itu dua golem raksasa menyeruak dari dalam tanah, masing-masing bergerak untuk memberikan pukulan.

__ADS_1


Shiji tak tinggal diam, dia mendaki lengan salah satu golem ketika gagal memukulnya, jika dihitung dari ketinggiannya golem ini setinggi 30 meter.


Shiji menancapkan pedangnya selagi ia berlari ke arah bahu kemudian memenggal kepalanya, tak tinggal diam golem satu lagi menghempaskannya ke udara.


Golem itu membuka mulutnya seolah bersiap menelannya hidup-hidup namun bukan Shiji yang menjadi korbannya melainkan api masuk ke dalam mulutnya, melewati tenggorokannya lalu meledak menjadi serpihan kecil.


Shiji berdiri di atas puing-puing yang berserakan tersebut, tentu golem yang barusan diserangnya hanyalah pengalihan, serangan sesungguhnya adalah sekarang.


Lilith yang sejak tadi menjulurkan tongkatnya telah menciptakan lingkaran sihir raksasa berlipat ganda, masing-masing berputar ke arah berbeda dan ketika dia selesai merapal. Bongkahan es sebesar gunung telah meluncur pada Shiji, sulit membayangkan dengan kekuatan seperti ini dia masih kalah dengan Souma, kini Shiji merasa seberapa kuatnya dia sesungguhnya.


Shiji mengarahkan satu tangannya dan tanpa terduga bongkahan es tersebut langsung hancur berserakan menjadi sebuah debu cahaya.


Melihat itu, Pandora yang sejak tadi duduk di atas bangunan mengerenyitkan alisnya.


"Meski dia memiliki kekuatan untuk menetralisir sihir, dengan kekuatan serangan seperti itu jelas akan terlambat mengaktifkannya, tapi orang itu."

__ADS_1


Lilith juga memiliki ekpresi yang sulit di wajahnya, barusan bukan kekuatan terkuatnya meski demikian seharusnya seseorang sedikit tergores jika terkena hal demikian.


Setelah menghilangkan es Lilith, kini Shiji menggantikannya dengan serangan api yang menyembur ke arah Lilith secara langsung. Sama seperti dirinya ia juga mencoba menghilangkan serangan tersebut namun sama sekali tidak berpengaruh sedikit pun hingga dia membuat pertahanan dengan tangannya.


__ADS_2