Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 144 : Jenderal Iblis Centarus


__ADS_3

Malam harinya.


"Scarlett berhentilah bermain di dalam selimutku."


"Aku hanya melakukan tugasku sebagai istri."


"Kita belum menikah."


"Kamu mengatakan belum berarti ada kemungkinan akan terjadi..."


Souma membalas dengan senyuman masam.


"Ngomong-ngomong tak kusangka, apa Anna benar-benar ratu iblis? Dibandingkan menghukum mati mereka ia malah ingin menangkap mereka dan menghukumnya dengan pengasingan."


"Aku juga selalu berfikir demikian, dia terlalu baik."


"Aku setuju, dia bahkan mengalah dan membiarkan aku tidur denganmu."


Scarlett mengeluarkan wajahnya dari selimut selagi tersenyum nakal.


Pagi berikutnya Scarlett dan Souma bersembunyi di antara penduduk kota, ada beberapa orang yang mereka awasi terutama orang-orang yang mengenakan tudung merah.


Scarlett mengenakan topengnya lalu melangkah maju.


"Aku pergi."


"Jangan terlalu berlebihan."


"Dimengerti."


Dia berjalan dengan santai, tepat ketika dia berada di belakang pria mencurigakan dia memukul belakang kepalanya hingga pingsan lalu menyeretnya masuk ke dalam gang sempit, beberapa rekannya yang menyadarinya mulai bergerak untuk mengejar keduanya.


Dari sini Souma hanya menunggu sampai Scarlett kembali dengan wajah ceria.

__ADS_1


"Sudah lama sekali aku tidak melakukan hal seperti ini."


"Bagaimana hasilnya?"


"Pemberontakan ini dilakukan oleh perdana menteri."


"Heh begitukah?"


"Ia menarik pasukan utama untuk bergabung dengannya, saat ia tahu bahwa yang mulia ratu akan datang dia memutuskan keluar dan menyisakan sedikit mata-mata di dalam istana."


"Pantas saja dia tidak terlihat saat kita datang kemari, lalu apa ada yang kau dapatkan lagi?"


"Mereka menuliskan daftar-daftar orang yang bekerja untuk mereka.. hanya dengan mendapatkan nama-nama itu kita akan mudah menyelesaikannya."


"Mereka benar-benar payah, harusnya tidak meninggalkan jejak seperti itu. Apa mungkin itu jebakan?"


"Sepertinya begitu dan kurasa pasukan Anna telah mengepung tempatnya, jadi bagaimana sekarang menyusul mereka."


"Itu baru menarik."


Anna sebelumnya meminta untuk keduanya tidak ikut terlibat dalam hal ini sayangnya larangannya sama sekali tidak digubris keduanya.


Seorang dari ras iblis yang mengetahui rekannya telah dipukul hingga pingsan kini telah menyelinap pergi. Diam-diam Scarlett dan Souma mengikutinya ke sebuah hutan yang berada di perbatasan antara ibukota kerajaan dan kota kecil bernama Highland.


Di sana orang yang mereka ikuti masuk ke dalam, dan tanpa menunggu lama sebuah panah cahaya dilesatkan pada Scarett, dengan tenang Souma menangkapnya sebelum itu mengenainya.


"Barusan mengejutkan, Souma kau baru menyelamatkanku aku mencintaimu loh.. walau aku bukan perawan aku akan memuaskanmu."


"Menjauhlah dariku."


Souma mengarahkan tangannya dan berkata.


"Hellfire."

__ADS_1


Api membakar bangunan tersebut hingga seluruhnya terbakar dan hanya menyisakan iblis dengan tubuh bagian bawah seekor kuda dan bagian atas manusia yang ditutupi sebuah armor gelap.


Souma dan Scarlett melompat turun dari pohon.


"Sudah kuduga kalian mengikuti anak buahku."


"Seperti yang kau pikirkan, kami hanya mengincar orang yang berpengaruh... itu, namamu Centarus bukan?"


"Bagaimana cara kau bisa mengendalikan anak buahku, kau pasti vampir."


"Aku ketahuan dengan cepat."


"Huh, jika ketahuan lepaskan saja topengmu itu."


"Maaf tapi hanya suamiku yang boleh melihat wajahku."


"Padahal kau melepas topengmu di toko."


"Jangan mengatakannya, aku sedang bersikap keren sayang."


"Silahkan dilanjutkan."


"Yang satu vampir dan satu lagi manusia, memang bisa apa kalian.. dari awal aku sudah membenci keinginan ratu, hidup berdampingan hanyalah sebuah keinginan bodoh sebelum salah satu ras iblis dan manusia hancur, maka pertarungan ini akan berlanjut."


"Terjebak dari masa lalu kah... aku tidak peduli yang kau inginkan tapi kau salah tentang satu hal, yang akan bertarung hanya aku, bukan suamiku."


"Sudah kubilang jangan memanggilku seperti itu."


"Aku ingin melihat kesombongan milikmu itu."


Centarus menarik dua pedang ke tangannya lalu berlari dengan sekuat tenaga di saat yang sama Scarlett juga melakukan hal sama dengan mengeluarkan pedang darah ke tangannya.


Tubrukan keduanya menghasilkan ledakan keras.

__ADS_1


__ADS_2