Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 248 : Dunia Berbeda


__ADS_3

"Ini buruk, tak kusangka pergi ke dunia lain bisa dilakukan," suara itu datang dari Lugunica yang hanya mengawasi dari punggung Souma sebagai sebuah pedang.


Bagi dirinya berpindah dunia hal yang sulit dibayangkan, akan tetapi untuk kedua orang yang dia awasi, berpergian antar dunia seperti sebuah tamasya.


Mereka muncul di sebuah wilayah tepatnya di pusat kota dengan orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya.


Sama seperti dunia sebelumnya mereka terdiri dari berbagai ras, ada yang memiliki telinga hewan, manusia, elf bahkan ras yang sepenuhnya terlihat seperti monster namun berjalan layaknya manusia pun ada. Lizardman dan Kabold salah satu contohnya.


"Whoa! Lihat di sana Souma?"


Ada sebuah kereta api uap yang baru saja melintas jauh di depan mereka. Kecuali kereta kuda benda itu juga menjadi alat alternatif untuk berpergian jauh antara Distrik ataupun wilayah berbeda.


Pandora memberikan pakaian baru untuk Souma kenakan.


"Gantilah dengan ini, sekarang identitasmu yang baru adalah seorang kesatria kavaleri. Aku akan menjelaskannya nanti."


Mereka meminjam ruang ganti toko dan saat tirai dibuka Souma memiliki penampilan berbeda, walupun wajahnya tetap seperti seorang yang mengantuk.

__ADS_1


Dia mengenakan celana putih dengan kemeja putih berlengan pendek yang ditutup lagi sebuah blazer berwarna serupa. Kecuali kesatria kavaleri tidak ada siapapun yang memasukan warna putih dalam gaya busananya.


Souma menatap pantulan dirinya di cermin yang mengingatkannya dengan dunia sebelumnya ia kunjungi, saat itu dia menjadi seorang siswa akademi dan penampilannya hampir mirip dengan saat ini.


Pandora yang sudah berganti peran dengan Heart tampak berkilauan.


"Souma sangat tampan dan cocok mengenakannya, tidak aneh jika kamu bisa mendapatkan selusin wanita setiap minggunya."


Souma tidak berharap hal itu terjadi, setelah ganti baju mereka pergi ke sebuah kedai yang setiap pekerjanya merupakan bunny girl, mereka tidak berkostum sexy atau tidak senonoh, mereka normal dengan pakaian pelayan apa adanya, dan ciri khas dari tempat ini menyajikan makanan dari wortel. Mereka memesan salad wortel, tumis wortel, kue wortel, jus wortel, hamburger wortel dan wortel lainnya.


Itu memang terlalu banyak.


"Aku bingung bagaimana kalian berdua menentukan waktu?" kata Souma.


"Kami bebas kapanpun tapi aku meminta bahwa akulah yang akan terus bersamamu, kau tahu aku ingin bersama pria sepanjang hari."


"Ah ya," balas Souma ragu.

__ADS_1


Kilauan mata Heart benar-benar membuat siapapun pria tak bisa membantahnya, di sisi lain sosok Pandora lebih tegas darinya. Itu semacam hubungan kakak perempuan yang benar-benar melindungi adiknya, apa yang Souma pikirkan.


Mereka mengobrol tanpa melupakan untuk menikmati makanannya, Souma berfikir 'Hey, ternyata wortel tidak terlalu buruk di sini' Souma bukan berarti tidak menyukainya hanya saja jika dalam jumlah besar cukup membuatmu bosan tapi di sini mereka mengolahnya dengan baik sampai-sampai kau lupa bahwa ini semua wortel.


Heart bertepuk tangan sekali selagi tersenyum.


"Pertama aku akan menjelaskan di mana kita sekarang, ini adalah sebuah kota yang disebut kota Lonsol, kota ini berada di barat dari ibukota kerajaan Talesta yang merupakan kerajaan yang kita layani sebagai kesatria K


kavaleri, walau disebut kesatria kavaleri kita tidak bertarung menggunakan kendaraan seperti kuda, semua itu murni hanya warisan nama dari kesatria sebelumnya."


"Aku mengerti."


"Sekarang kita akan membahas musuh kita, kurasa aku akan menghabiskan makananku dulu sebelum berceritakan," ucapnya tersenyum lepas.


"Gawat Souma, sepertinya aku jatuh cinta pada wanita ini," potong Lugunica.


"Ingat kau ini juga seorang wanita."

__ADS_1


"Hampir saja aku khilaf."


Heart benar-benar gadis yang manis, baik dan pengertian. Souma pikir kenapa dia malah berada di tubuh yang sama dengan Pandora yang merupakan lawan dari sifatnya, hal itu masihlah misteri, padahal jika mereka meminta tubuh kurasa itu bukan hal sulit bagi seorang dewi.


__ADS_2