
Meninggalkan Asetasius, Souma menaiki tangga sampai ke puncak kastil dan di sana dia melihat sebuah ruangan tanpa atap di mana Stella tampak terikat oleh rantai diantara pergelangan kaki dan tangannya sementara wanita bertopeng yang jelas bernama Scarlett berdiri di sampingnya.
"Apa kau berniat menumbalkan cucumu sendiri Scarlett?"
"Dibanding di sebut menumbalkan aku hanya membuat permintaan agar kami bertukar tubuh saja."
"Souma selamatkan aku? Aku takut."
"Kau malah terlihat senang."
"Tidak begitu."
Scarlett melepaskan topengnya lalu melemparkannya ke samping, topeng itu secara perlahan jatuh dan hancur saat menghantam tanah.
Mata merahnya menatap Souma dari balik cahaya bulan yang mempesona.
"Kau terobsesi dengan sesuatu seperti makhluk sempurna namun pada akhirnya kau tidak meraih apapun, entah berapa nyawa yang kau korbankan itu tidak berarti," kata Souma demikian.
"Apa maksudmu? Keberadaanku di sini adalah hasil dari kesempurnaan, dengan mengambil tubuh cucuku aku akan memiliki kekuatan yang menyamai dewi."
"Kau tidak mengerti apa yang kukatakan, bahkan sekarang kau tidak bisa hidup tanpa meminum darah vampir yang lain bukan?"
Perkataan Souma tepat menusuk hati Scarlett, vampir bawahannya mereka bisa meminum darah apapun sayangnya baginya kecuali darah vampir ia tidak bisa melakukannya.
"Bagaimana kau tahu sebanyak itu?"
"Aku sudah mengetahui apa yang terjadi di laboratorium itu."
"Jadi begitu, tak heran kau bisa menanggulangi empat kerajaan seorang diri Souma... meski aku tidak bisa hidup dari darah pengikutku, paling tidak aku masih memiliki kekuatan luar biasa itu masih bisa disebut kesempurnaan. Apa kau tahu rasanya menjadi lemah.. sejak kecil aku hanya memiliki tubuh sakit-sakitan dan bahkan aku tidak bisa berjalan meninggalkan kediamanku tanpa harus ada orang yang memapahku, tapi sekarang aku bisa melakukannya bahkan lebih dari itu, semuanya tanpa batas. Jika aku mengambil tubuh Stella aku akan merubah semua penduduk dunia ini menjadi vampir."
"Karena inilah aku membenci bangsawan, aku akan menghancurkan peraturan aneh keluargamu itu dan menghentikanmu."
"Apa kau bisa melakukannya?"
__ADS_1
Beberapa wanita pelayan vampir bermunculan dari atas Souma bersiap menyerang dari segala arah, sebelum serangan mereka mendarat tubuh mereka berjatuhan karena efek pelumpuhan.
Dengan katana di tangannya dia melesat ke arah Scarlett, bersamaan itu sebuah kubus-kubus persegi panjang dari besi hitam bermunculan naik ke atas langit.
Scarlett melompat dan berdiri di salah satunya dan Souma mengikutinya hingga mereka berdua melayang di bawah bulan.
"Tubuhku bisa menunggu untuk nanti, memang aku harus mengalahkanmu lebih dulu Souma."
Besi-besi meluncur ke arah depan, Souma melompat-lompat di antara lingkaran sihir yang dia buat di udara untuk menghindarinya, salah satu besi tepat berada di depannya dimana dia menebasnya menjadi dua bagian lalu berhadapan langsung dengan Scarlett yang memasang senyuman kaku.
Scarlett meneteskan darah ke dalam lingkaran sihirnya dan pedang merah muncul dari sana untuk menghalau serangan Souma.
Mereka saling membenturkan senjata mereka cukup lama di udara.
Sebuah tebasan memotong pakaian Scarlett namun kecuali pakaiannya yang robek tubuhnya kembali sembuh di saat yang sama.
"Jadi begitu tingkat regenerasimu lebih cepat dari vampir yang lain."
"Kau merasakan kagum."
"Guakh."
Menggunakan bayangannya sebagai pijakan Souma terbang meluncur padanya dengan gaya tusukan, dua bongkahan besi menutup lintasannya namun itu mudah baginya untuk memotongnya jadi potongan kecil.
"Kenapa orang sepertimu bisa melakukan ini, apa kau manusia," teriak Scarlett dengan darah menyembur dari mulutnya.
"Entahlah."
Scarlett menggerakkan lebih banyak besi ke arahnya sayangnya itu gagal dengan cepat, tubuh Souma telah mencapainya, pedang itu menembus bagian bahunya sementara lengan Souma yang lain telah menyentuh bagian dada Scarlett yang memerah.
"Ugh apa kau harus melakukan pelecehan saat bertarung."
Tanpa memperdulikan reaksi Scarlett tanda budak telah dibuat di sana juga.
__ADS_1
"Mulai sekarang kau tidak akan bisa hidup seenaknya, manusia sejak awal tidak ada yang memiliki kesempurnaan mereka lemah dan perlu orang lain untuk saling bergantung.. aku akan menunjukan hal itu padamu."
Scarlett memandang Souma dengan wajah keterkejutan.
"Apa itu maksudnya aku akan dicabuli setiap hari."
Sejak itu semuanya berubah menjadi salah paham.
Keesokan harinya di dalam toko Souma hanya duduk berseiza saat Anna, Undine dan Risela memarahinya.
"Aku tidak keberatan jika Souma membawa banyak wanita ke toko ini, namun apa harus sebanyak ini?"
"Aku minta maaf, tapi mereka tidak akan tinggal di sini."
"Meski begitu."
"Tenanglah Anna, mungkin ini wajar untuk pria, Souma mungkin ingin meniduri 100 wanita di satu waktu."
Risela seperti biasa menunjukan fantasi liarnya dan Undine tersenyum masam.
"Tolong katakan sesuatu," tuntut Souma.
Yang hanya duduk tenang hanyalah Celestrial, Asetasius dan juga Scarlett yang dengan senang menikmati tehnya bersama seekor gurita juga.
"Mulai sekarang mohon bantuannya, ngomong-ngomong pelayanku semuanya Yuri jadi jangan khawatir, hanya aku dan Asetasius saja yang normal."
Itu jelas lebih buruk dari yang dibayangkan Souma dia jelas akan disuguhkan pemandangan di mana wanita menindih wanita lainnya, tak lama kemudian Bread yang merupakan sesama pedagang muncul.
Wajahnya tampak pucat dan jelas dia telah berlari ke toko ini secara tergesa-gesa walaupun jika dia ingat tokonya sama sekali tidak jauh.
Semua orang melirik ke arahnya.
"Kenapa di sini banyak wanita, bukan waktunya membahas itu... Souma."
__ADS_1
Orang yang dipanggil menatap ke arahnya dan dia melanjutkan.
"Pak Tua Jean telah meninggal."