Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 77 : Sebuah Keinginan Kecil


__ADS_3

Laporan telah dikirim lewat surat yang ditulis Astrea, hanya menunggu waktu untuk membuat seluruh pasukan kerajaan memburu orang-orang yang menciptakan wabah tersebut.


Singkatnya setengah dari pekerjaan mereka telah selesai dengan cepat.


Souma bertugas membawa kereta sedangkan Astrea duduk di sampingnya dengan santai, ngomong-ngomong ini sudah seminggu sejak mereka berkeliling ke setiap kota untuk menyembuhkan orang-orang bahkan sekarang Souma yakin komandan itu sedang bertarung di garis depan.


"Ini kota yang terakhir, kita bisa kembali lewat sihir teleportasiku jika kau mau."


"Aku memiliki satu tempat yang ingin aku kunjungi bisakah kita."


Tanpa ada niat menolak, Souma mengangguk atas permintaan Astrea, dan mereka pergi ke sebuah desa kecil yang hanya memiliki beberapa rumah dan beberapa kepala keluarga di dalamnya.


Souma sudah memperkirakan hal ini saat mereka berhenti untuk membeli banyak makanan. Ini adalah desa di mana Astrea dibesarkan.


Orang-orang berkumpul saat mereka menyadari bahwa yang datang adalah Astrea.


"Kau datang lagi."


"Um.. aku hanya kebetulan lewat sini."


Itu jelas bukan kebetulan, tujuan mereka bertentangan dengan yang mereka ingin lakukan. Souma bukan orang kejam yang akan mengatakan semua itu tanpa sedikit bersimpati pada Astrea.


Singkatnya Astrea selalu mengkhawatirkan tempat ini. Ada kalanya dalam beberapa bulan dia akan berkunjung ke sini.


Seorang nenek tua menepuk punggungnya.


"Aku ingat kau ini gadis yang manis ada apa denganmu, kau masih mengenakan pakaian tidak senonoh dan ada aroma rokok di tubuhmu, apa kau juga berkelahi."


"... Ahaha, sulit untuk membuang kebiasaan burukku tapi setidaknya aku sehat seutuhnya."


Astrea adalah elf tapi penduduk di sini jelas manusia, saat kebakaran di hutan peri dia terpisah dengan orang tuanya dan hanyut oleh sungai, merekalah yang merawatnya sampai sekarang.

__ADS_1


Itu adalah gambaran kasar dari hidupnya.


Sampai sekarang Souma masih bingung saat mendengar elf masih berhubungan dengan manusia yang mengakibatkan mereka terusir dari hutan peri, karena ia tidak ingin memikirkan sesuatu yang telah terjadi Souma memilih menghilangkan pertanyaan itu dan menerima segala sesuatu sebagai takdir.


"Aku membawa makanan jadi tolong bantu untuk membagikan ke semuanya."


"Seharusnya kau tidak.."


"Tidak, tolong terima ini bahkan sepanjang hidupku aku masih tidak bisa membalas kebaikan kalian."


"Kau terlalu mempersulit dirimu."


Souma memilih menyerahkan pekerjaan pada para penduduk desa, sementara dia duduk memperhatikan dari bawah pohon, Astrea mengikutinya saat selesai berbicara dengan orang-orang yang dikenalnya.


"Mau rokok?"


"Kau gila, aku tidak merokok."


"Jauhkan benda berbahaya itu dariku... aku bangga masih perawan di umurku."


"Kebanggaan yang aneh, aku mengambilnya dari beberapa staf guild.


Itu berita yang mengejutkan bagi Souma.


Souma menjentikkan jarinya dan api hitam membakar sedikit ujung rokok di tangan Astrea.


Ia menghisapnya sesaat sebelum menghembuskan asap ke udara dengan tatapan kosong.


"Aku ingin sekali membawa semua penduduk ini ke desa huruhara, dibanding di sini di sana mereka akan lebih terlindungi, dan aku yakin mereka bisa hidup sedikit lebih baik."


"Jika kau menginginkannya, kau hanya harus meyakinkan mereka lebih jauh lagi."

__ADS_1


"Itu sepertinya sulit," katanya sedikit tersenyum pahit walaupun sejujurnya dia belum pernah mencobanya.


Untuk Souma sendiri itu bukan hal sulit untuk dilakukan, yang sulit di sini adalah untuk Astrea, jika Astrea mengatakannya dia takut bahwa penduduk desa ini akan menolaknya.


Itu semacam ketakutan tak berdasar.


Dia hanya merasa bahwa penduduk akan mulai membencinya.


Karena itu saat Astrea tertidur di malam hari diam-diam Souma melakukan pertemuan dengan para sesepuh desa, dia membicarakan semua hal yang diinginkan Astrea dan baru keesokan paginya Astrea dikejutkan dengan hal yang tidak dibayangkannya.


"Ada apa dengan kalian semua?"


"Tempat ini rasanya tidak nyaman, kami memutuskan untuk tinggal di desa yang sama denganmu," nenek tua lebih dulu mengatakannya disusul persetujuan yang lainnya.


"Tapi bukannya ini rumah kalian."


"Ini rumah kami, memang nyaman tinggal di sini tapi kami tidak berniat membuat salah satu keluarga kami terus khawatir."


"Eh."


"Kalau begitu mari semua buat perayaan untuk kepindahan kita."


"Kami setuju."


Astrea hanya bisa diam mematung.


"Dengar Astrea, jika kau memiliki keluhan, saran, permintaan jangan ragu untuk mengatakannya pada kami.. bukannya kita keluarga. Apapun itu bukannya lebih baik untuk dibicarakan."


"Kalian semua... Um."


Dari kejauhan Souma hanya menatap pemandangan itu selagi bersandar di tembok salah satu bangunan rumah dengan senyuman kecil di wajahnya.

__ADS_1


Tugasnya sekarang adalah memindahkan semua orang ini beserta rumahnya ke desa Huruhara.


__ADS_2