Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 173 : Pil Buatan Kekaisaran


__ADS_3

Mirider dan Sarah membuang rasa kebingungan mereka untuk fokus menyerang dua orang di depannya, bahkan keduanya melupakan sosok Law di sana yang berdiri dengan wajah frustasi dan menyedihkan.


"Anu, kenapa semua orang mengabaikan keberadaanku? Aku seorang komandan loh."


Bunyi dentingan pedang terdengar dari segala arah disusul sihir dan juga ledakan, sementara mereka bersenang-senang Law hanya duduk santai memperhatikan.


Sarah menggerakkan Chimera yang dia telah kendalikan, itu menghancurkan bangunan yang digunakan Pandora dan Marinna untuk melompat, di saat yang sama Mirider mengayunkan pedang dari atas.


Dengan jarinya Pandora menghentikan serangan tersebut.


"Kau cukup kuat, tapi bagaimana jika kau gunakan kekuatan itu untuk mengalahkan temanmu sendiri."


"Jangan konyol, aku."


Tanpa terduga Mirider malah bergerak ke arah Sarah, dengan pedangnya dia memotong Chimera yang ditungganginya hingga terjatuh dan hancur jadi serpihan tulang seharusnya.


"Apa yang kau lakukan Mirider?"


"Aku tidak tahu, tubuhku bergerak sendiri."


"Kau pasti mengada-ada."


"Ini benar."


"Sebaiknya kau juga bertarung Sarah, jika kalian berdua tidak bisa bergerak maka itu batasnya, tidak boleh ada pembunuhan."


Semua yang dikatakan Pandora membuat keduanya menurutinya.


"Aku pernah mendengar soal ini, kalian berdua penyihir."


"Akhirnya kalian sadar."

__ADS_1


Pandora dan Marinna mendekat ke arah Law.


"Kami sudah selesai."


"Kalian berdua terlihat senang melihat penderitaanku."


"Bukan berarti aku mengejek tentangmu loh."


"Aku pikir Law cocok jadi pelawak dibandingkan Komandan."


"Kalian berdua menjengkelkan."


"Untuk pertarungan selanjutnya kami tidak akan ikut campur, benarkan Marinna."


"Itu benar, silahkan mengamuk."


"Aku bukan monster."


"Kau baru saja masuk ke dalam kandang singa Law, kami akan menghabisimu dan membuat era kekuasaan yang baru sebagai wilayah kekaisaran."


"Kalian semua sudah gila, menjual negara sendiri pada orang lain sungguh menyebalkan."


Bangsawan Marquess dan Count melompat dari sana selagi tersenyum penuh arti.


Mereka mengeluarkan pil merah di dalam saku pakaiannya.


"Walau sebelumnya Scarlett menghancurkan lab laboratorium dalam pengembangan makhluk terkuat, pihak kekaisaran telah menyelesaikannya dengan baik hanya dengan meminum pil ini maka kami akan kuat secara instan dan tak perlu menjadi vampir yang menghisap darah."


Jika itu benar maka mereka telah menciptakan senjata luar biasa. Kedua bangsawan memakan pil tersebut dan tubuh mereka mulai membesar, mereka adalah pria paruh baya yang sudah kehilangan kejayaan tapi sekarang mereka kembali muda dengan lapisan otot-otot yang luar biasa, mata mereka merah terang dan sayap di punggung mereka muncul.


Jika disebut vampir mereka lebih ke arah iblis.

__ADS_1


"Haha aku bisa merasakan aliran kekuatan memenuhi tubuhku."


"Mari kita habisi dia."


"Dengan senang hati."


Law melirik ke sampingnya namun dua penyihir sudah hilang dalam sekejap dan duduk jauh darinya.


"Semoga beruntung."


"Kupikir yang satu itu lebih kuat."


"Kalian berdua memang suka seenaknya."


Law menarik pedangnya sayangnya Marquess lebih dulu mencengkeram kepalanya lalu menjatuhkannya ke dalam tanah sebelum melemparkannya jauh menabrak bangunan, di saat yang sama Count membuat bola hitam berbentuk merah darah yang dia lemparkan pada Law, itu meledak menghasilkan bola raksasa yang menghancurkan sekelilingnya.


"Wahaha jadi hanya segini kekuatan komandan kesatria, pantas saja dibandingkan Risela dan Stella kau tidak cukup berarti dalam pertempuran."


"Kenapa kau ngoceh-ngoceh begitu, yang barusan sama sekali tidak sakit."


Law kehilangan pakaiannya dan di sana bukan tubuh kurus yang dimilikinya melainkan tubuh berotot yang dilatih dengan keringat pantang menyerah.


"Aku sudah bekerja keras selama ini."


Pedang di tangannya memberikan aura yang kuat, dia mengayunkannya jatuh ke bawah, membelah tanah menciptakan jurang yang cukup dalam.


"Pertarungan baru saja dimulai, majulah dan rasakan kekuatanku."


Pandora dan Marinna menatap dengan mata berbinar selagi berkata.


"Keren sekali."

__ADS_1


__ADS_2