
Pagi berikutnya Souma tidak langsung pulang melainkan memutuskan untuk menginap di kamar terpisah dari Celestrial.
Karena dia tak kunjung muncul Souma memilih untuk membangunkannya dan jelas pintu kamarnya tidak terkunci dia masuk dan melihat bagaimana putri itu tidur tanpa pertahanan.
Ia mengenakan gaun tipis dan sepertinya tidak mengenakan bra.
Aku yakin wanita punya alasan kuat kenapa tidur seperti ini.
Souma mendesah pelan dan memutuskan untuk menunggu sedikit lama melihat bagaimana dia tidur begitu pulas. Sudah lama Celestrial tidak tidur di tempatnya mungkin baginya itu sebuah nostalgia.
Ada kursi di sebelah ranjang mewah jadi dia duduk di sana lalu mengambil sebuah buku yang tergeletak di meja. Itu hanya sebuah buku novel tentang seorang pahlawan yang menyelamatkan seorang putri yang diculik oleh penyihir jahat.
Sampulnya menegaskan hal itu.
Mungkin Celestrial sangat menyukai cerita seperti ini.
Souma membuka setiap lembar dari buku tersebut dan membacanya secara singkat di mana ia hanya mengambil poin-poin penting yang ada di dalamnya.
Putri diculik saat tidur, ditempatkan di sebuah menara yang dijaga seekor naga kemudian raja yang murka mengirim seorang pahlawan untuk menjemputnya dan di sana pahlawan tersebut bertarung dengan gagah berani melawan naga termasuk penyihir.
Di akhir keduanya mengalami pertempuran sengit, alasan kenapa penyihir itu menculiknya yaitu dia ingin menggunakan ritual untuk bertukar tubuh dengan sang putri dimana penyihir itu memang buruk rupa dan putri sangat cantik jelita.
Penyihir itu jatuh ke dalam lava panas sementara pahlawan tak sadarkan diri, putri yang bisa keluar dari menara menghampirinya dan lalu memeluk pahlawan itu dalam dekapannya yang merupakan teman lamanya yang dia cintai.
Di detik-detik kematiannya putri itu mencium pahlawan tersebut dan keajaiban muncul, dia kembali terselamatkan.
Ciuman putri memiliki sihir penyembuhan yang mampu menyembuhkan luka siapapun, Souma mengerenyitkan alis.
__ADS_1
"Kenapa mereka harus berciuman, harusnya pahlawan itu membawa potion, apa pahlawan ini amatiran dan juga putri jangan dengan mudahnya mencium seseorang pastikan bahwa mulutmu bersih."
Mendengar gumaman itu Celestrial yang bangun dan mengintip dari selimutnya tertawa.
"Kau sudah bangun."
"Apa-apaan dengan perkataan Souma barusan?"
"Tidak, lupakan saja."
"Kamu mengeluh akan sesuatu yang aneh di sana, jadi saat kau berciuman kau akan meminta wanita itu membersihkan mulutnya."
"Ah soal itu? Wanita ini sudah beberapa hari di menara jadi dia belum gosok gigi."
"Jika saat ini apa aku bisa berciuman denganmu?"
"Aku datang di waktu yang salah, aku minta maaf silahkan lanjutkan."
Raja yang tidak bisa membaca suasana menutup pintu lalu berjalan pergi dengan perasaan senang karena alasan tertentu.
"Dia sama dengan ibunya sangat berani."
Souma hanya menatap dengan datar.
"Kita harus kembali secepatnya keluar dari selimut."
"Yang barusan memalukan, aku akan bersembunyi selamanya di dalam sini."
__ADS_1
"Jika kau tidak kembali mereka pasti akan menanyaiku."
Souma merubah arah ke topik berbeda.
"Apa kau menyukai buku seperti ini?"
"Iya, aku selalu berfikir akan sangat menyenangkan jika seorang pahlawan muncul untuk menyelamatkanku."
Souma tak bisa menahan tawanya.
"Kekanak-kanakan."
"Ugh.. jangan menertawakanku."
"Bukan begitu aku pikir ada sisi berbeda dari seorang putri, senang mengetahuinya."
"Awawa."
Celestrial hanya semakin malu dan keluar dari selimut setelah menenangkan dirinya.
"Aku akan berganti pakaian. Souma bisa tetap tinggal untuk melihatnya?"
"Tidak, aku akan berada di luar.. aku pikir ayahmu ingin berbicara sesuatu penting denganmu nanti jadi aku akan menunggu di taman."
"Baiklah."
Souma berjalan pergi meninggalkan Celestrial yang tersenyum hangat padanya.
__ADS_1