
Di koridor yang sangat luas seorang wanita berbaju pendeta berjalan dengan santai, dia tidak berjalan lurus melainkan sedikit sempoyongan selagi bersenandung riang. Saat iblis penjaga muncul di depannya dia menarik pelatuk di tangannya dan kepala itu meledak ke udara seperti sebuah tomat yang diremukkan.
"Bonjour, bonjour," selagi mengucapkan dengan intonasi khas darinya, dia telah membunuh dua puluh dari mereka dengan mudah sebelum menghadap sosok di atas singgasana yang menatapnya dengan tatapan penuh kebencian.
"Penyihir."
"Tidak perlu tegang begitu Aileen... bukannya kau bisa menganggapku sebagai dewi yang berada di pihakmu."
"Kau adalah penyihir yang menciptakan tujuh penyihir Sage yang mengerikan, apa yang kau inginkan dariku?"
"Bukannya aku sudah bilang ingin membantumu, membunuhmu di sini sangatlah mudah loh."
Saat penyihir itu mengarahkan senjatanya, beberapa tangan lain bermunculan dari sekeliling Aileen yang mana semua itu keluar dari lingkaran sihir yang dibuatnya.
Paling tidak semuanya berjumlah 20 tangan kanan.
Sosok Ailee yang tertutup bayangan menghela nafas panjang.
"Katakan yang sejujurnya?"
"Dengan kekuatanmu sekarang kau tidak akan bisa menang, karena itulah kuberikan Grimore ini."
Dia mengulurkan sebuah buku hitam.
"Walau kekuatannya tidak sepenuhnya menyamai ketujuh buku sebelumnya, ini sangatlah bagus loh."
__ADS_1
Penyihir itu menutup wajahnya dengan buku tersebut selagi menyeringai dari baliknya.
"Sekarang Aileen, tunjukan aku sebuah kegilaan yang kau inginkan."
Suara ayunan pedang masih menggema di udara saat Souma maupun Zaskiver masih bertarung di sana. Zaskiver menyelimuti pedangnya dengan kegelapan sebelum melesatkan bilahnya terbang lurus pada Souma yang menahannya dengan satu tangan.
Kakinya terdorong ke belakang namun tidak membuat perbedaan lebih dari itu.
"Mata yang kau tunjukkan adalah mata dari sebuah pejuang, kau tidak memperdulikan apapun kecuali pertarungan, kau benar-benar monster."
"Ketika kau tidak bisa mengalahkan musuhmu kau malah mengatainya monster, kupikir alasannya karena kau lemah."
Tebasan berikutnya terhunus ke udara, bangunan besi di belakang Souma telah terbelah dua bagian tanpa meninggalkan kecacatan padanya.
Souma tidak membalas melainkan menyilangkan pedangnya ke dalam sarungnya.
"Sudah berakhir, entah kau ataupun pabrik ini semuanya sudah selesai."
"Jangan bercanda, aku masih bisa."
Tepat saat Zaskiver berlari dia tidak bisa merasakan tangannya lagi, mudah saja untuk menjawabnya karena tangannya tidak lagi berada di tubuh utama dan hanya terbaring di lantai.
"Sejak kapan kau?"
"Aku ingin melawan Six Seven Heaven Fall yang asli, kau ini sebenarnya siapa?"
__ADS_1
"Cih, kau mengetahuinya."
"Sudah jelas, menurut orang yang kukenal mereka sangatlah kuat tapi kau bahkan tidak mendekati kuat tersebut."
"Benar sekali, aku hanya dipekerjakan sebagai pengawas di tempat ini.. aku hanya meminjam namanya, Six Seven yang sesungguhnya lebihlah kuat dariku."
"Begitu, kalau begitu selamat tinggal."
"Kau tidak membunuhku."
"Aku tidak punya alasan bagus untuk melakukannya."
Bersamaan perkataan Souma, alarm mulai berbunyi kembali. Berbeda dari sebelumnya orang-orang berlarian ke luar pabrik melewati Souma yang berdiri tanpa ekspresi.
"Apa yang?"
Ledakan menggema dari belakang Zaskiver kemudian menjalar hingga menelan keseluruhan tempat itu.
Menjelang tengah malam Zaskiver yang terduduk di tanah hanya bisa melihat bagaimana pabrik itu terbakar oleh api tinggi.
"Komandan?"
"Aku tak apa, jika seperti ini... rencana yang dibuat Aileen pasti akan gagal."
"Apa kita akan baik-baik saja ke depannya?"
__ADS_1
"Entahlah, siapa yang tahu?"
Perkataan itu meninggalkan tanda tanya besar.