
Setelah membayar makanan mereka, keduanya berjalan di sekitar kota. Ada beberapa anak-anak yang berlarian melewatinya dan suasana di sini terasa lebih damai.
Itu yang bisa digambarkan untuk sekilas. Namun sebenarnya hal yang berbahaya akan selalu dekat dengan mereka.
Sebuah tangan tengkorak mencengkeram salah satu anak, tangan itu ditebas oleh Heart, sedangkan pedang Souma telah mencapai leher iblis tersebut.
"Jadi ini iblis yang berasal dari dunia bawah."
"Kalian berdua?"
Souma memenggal kepalanya dan darah menyembur dari potongan dagingnya.
"Kalian pergilah dari sini," ucap Heart pada anak-anak tersebut.
"Terima kasih."
Iblis itu berbentuk hitam gelap dengan kepala bertanduk serta memiliki satu mata di kepalanya. Tidak ada yang menyadari mereka bahkan ketika berjalan-jalan di kota, dengan kata lain ini adalah kemampuan mereka untuk membunuh.
Souma menusukan pedangnya tepat di mata yang dia penggal.
"Kau tidak ingin bertanya dulu padanya?"
"Tidak perlu, kita hanya harus mencabut akarnya dengan mengalahkan Asferow."
"Kau memang sangat keren Souma sayang."
"Bisakah kau tidak memanggilnya dengan sayang?" protes Lugunica.
"Souma juga tidak keberatan."
Keduanya kembali berjalan dan tiba di gang kecil yang mana di sana terdapat seorang pria berpakaian serba hitam.
__ADS_1
Pandora atau Heart sudah merencanakan semuanya, Souma hanya harus mengikuti jalan yang mereka sudah siapkan sejak lama.
"Kalian berdua, kesatria kavaleri?"
"Yo, aku sudah tahu sejak lama tentang organisasi kalian jadi tak usah dipikirkan... aku ingin membeli informasi dari kalian."
Pria itu sedikit ragu, namun pada akhirnya mengangguk sebagai jawaban lalu mempersilahkan untuk mereka mengikutinya ke dalam saluran air.
"Kalian hidup seperti tikus got?"
"Ah iya."
"Lugunica sebaiknya kau jaga mulutmu, mereka mungkin akan membunuhmu.. Meskipun aku tidak tahu apa mereka bisa membunuhmu dalam bentuk pedang."
"Yah, organisasi kami tidak sekejam itu.. semua orang bisa berkomentar dengan gaya hidup kami."
"Kurasa tempat seperti ini juga tidak terlalu buruk, tempat yang akan dengan mudah dilewatkan siapapun," balas Souma dengan jujur.
Mereka tidak tahu sudah berbelok sebanyak apa dan akhirnya mereka berhenti di saluran terakhir, di sana disulap menyerupai sebuah bar dan di dalamnya banyak pria dan wanita yang mengenakan pakaian hitam serupa.
"Kau? Apa yang kau lakukan dengan membawa kesatria kavaleri ke markas kita."
"Tenanglah bos, mereka sepertinya tidak berniat menangkap kita."
"Yah, begitulah."
"Bukannya kau Pandora."
"Aku lebih suka jika kau memanggilku dengan Heart, saat ini."
Bos yang dia panggil adalah seorang gadis dengan rambut pendek serta satu-satunya orang yang melilit lehernya dengan syal, di pipinya ada sebuah garis yang dibentuk dari sebuah senjata, singkatnya mungkin bekas pertempuran.
__ADS_1
"Duduklah kalian berdua, kalian mau pesan apa?"
"Aku pesan minuman dengan alkohol yang tidak terlalu kuat."
"Aku ingin susu atau jus."
"Kau ini gadis kah, pria sepertimu harus minum dengan kadar alkohol kuat.. dan kau bisa kembali ke atas sana."
"Aku baru tiba di sini bos, biarkan aku sebentar saja."
"Terserahlah.
Ketiganya duduk di meja yang sama, Souma menyeruput minumannya yang bebas alkohol dengan helaan nafas panjang.
"Sebenarnya kalian ini siapa?"
"Benar, aku belum menjelaskannya, mereka awalnya adalah pasukan pencuri karena masalah iblis mereka akhirnya beroperasi sebagai penjual informasi dari setiap kota, aku pikir mereka sudah bermusuhan dengan kesatria kavaleri sejak lama, karena itu mereka mewaspadai kita."
"Itu benar, namaku Dorothy, aku pemimpin mereka."
"Kau cukup baik tidak mencoba menyerang kami?"
"Aku tidak bodoh, aku bisa menilai kemampuan kalian... terutama kau?"
"Maksudmu Souma."
"Energi yang kau keluarkan benar-benar mengerikan."
Salah satu orang baru saja tiba dan menyerahkan kertas pada Dorothy.
"Ugh, kalian membunuh iblis seperti seekor lalat... sudah kuduga kami bukan lawan kalian."
__ADS_1
Terlepas dari penampilannya gadis ini jelas bukan orang biasa.