Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 297 : Pembebasan


__ADS_3

Keduanya masuk ke dalam secara berhati-hati, ada beberapa penjaga di tempatkan di sini juga dan semua sandera dikumpulkan di ruangan yang sama.


Shiji tidak bisa melakukan hal sama seperti sebelumnya atau para sandera juga akan terhisap ke dalamnya, karena itulah dia tidak ada jalan lagi kecuali bergerak maju dengan sangat cepat.


"Apa itu?"


Sebelum penjaga itu bereaksi sebuah pedang telah menebasnya, yang lainnya turut mewaspadainya namun sama seperti sebelumnya mereka tidak tahu siapa yang telah menyerang mereka dan mati begitu saja.


Sekitar 20 orang dia habisi dengan mudahnya.


Shiji muncul dengan pedang yang dilapisi darah segar.


"Jangan khawatir aku berada di pihak kalian, aku datang untuk menyelamatkan kalian, bukan begitu gadis kecil."


Gadis yang dimaksudkan Shiji keluar dan semua orang menunjukan rasa leganya, Shiji tak ingin membuang waktu jadi dia segera menciptakan lingkaran sihir dengan sebuah kapur ajaib yang diberikan Stella.


Lingkaran sihir itu akan berfungsi sebagai sihir perpindahan, Shiji sebenarnya tidak terlalu membutuhkannya namun dia juga tidak ingin mencolok apalagi menunjukkan semua kekuatannya.


Semua sandera berdiri di atas lingkaran tersebut dan mereka menghilang dalam sekejap.

__ADS_1


"Kau juga gadis kecil."


"Lalu ke mana kita pergi?"


"Hanya keluar kota ini saja, para kesatria yang lain telah menunggu kalian, selama kota ini belum diselamatkan kalian akan menunggu di sana."


Lingkaran sihir utamanya telah dibuat oleh Stella di sana. Cara kerjanya begitu sederhana namun memiliki keberhasilan 100 persen asal seseorang tidak menghapus lingkaran sihir utamanya atau mereka akan kembali ke titik awal.


"Aku mengerti."


Gadis kecil itu menghilang dan Shiji mulai menghapus lingkaran tersebut, tinggal satu lagi yang harus diselamatkan, katanya dalam hati.


Seorang pria berkumis dan berjenggot melipat tangannya dengan ekpresi sulit.


"Apa hal ini akan berhasil?"


"Kau terlalu serius Doker, saat penyihir senja memilih mengabaikan kita, itu adalah kebebasan yang selama ini kita inginkan, bukannya beginilah sihir seharusnya digunakan, sihir ada untuk peperangan dan untuk membunuh juga. Siapapun yang memiliki kekuatan di atas, mereka akan jadi penguasa seperti kita."


"Kau terlalu serakah tapi aku menyukainya Asong," ucap wanita yang mengenakan topeng besi diwajahnya bernama Dara.

__ADS_1


Tubuhnya dibalut gaun jadi itu sama sekali tidak selaras dengan penampilannya.


Untuk penampilan Asong sendiri dia adalah pria dengan tubuh kurus rambut panjang acak-acakan serta mata mirip panda.


Sementara itu satu lagi pria bungkuk dengan tubuh sedikit besar hanya tertawa sebagai tanggapan, itu bukan sebuah tertawa yang bagus hampir terkesan menjijikan.


Ia mengenakan jas putih laboratorium layaknya ilmuwan gila, dia adalah Or.


"Hihihi."


Asong melanjutkan.


"Setelah kita membuat negara, kita akan mengambil wilayah dark elf dan juga para malaikat hingga akhirnya kekuatan militer kita semakin kuat. Akhirnya kita bisa berperang dengan benua lainnya hingga peperangan akan terus terjadi dan terjadi lagi, dan kita akan bersenang-senang selamanya."


"Itu terdengar menarik, mereka sebelumnya terbebas dari pengaruh kekaisaran tapi saat kita mulai maka mereka akan diperbudak oleh kita lagi," balas Dara.


Semua orang menunjukan senyuman kemenangan yang tanpa sadar bahwa rintangan untuk mereka juga telah berubah semakin sulit.


Keempatnya berdiri setelah memeriksa jam.

__ADS_1


"Sepertinya sudah waktunya ratu itu muncul, mari temui dia dan gunakan dia sebagai pijakan kita.... Ratu di usia muda memang naif, seharusnya dia biarkan penduduk kota ini mati, kehilangan satu kota bukan sesuatu yang besar tapi karena itu juga kita berhasil melakukannya dengan mudah," ucap Asong demikian.


__ADS_2