Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 207 : Raifudus


__ADS_3

Beberapa menit sebelumnya Jin menghindari seluruh rentetan pisau yang diterbangkan oleh orang bernama Pisaumen dengan Rigen 8, di sebelahnya Jibel juga menangkis serangan yang dilakukan Buyur dengan Rigen 9 yang ahli dalam penggunaan sihir air.


Tapi bukan hanya itu Black Shadow dengan Rigen 10 bergerak melalui kekuatan miliknya dan bertarung dengan pedang di tangannya.


Itu menjadi pertarungan tiga lawan dua yang cukup seimbang. Paling tidak hanya sesaat.


Jibel menangkis serangan Black Shadow yang mana disusul dengan serangan Pisaumen yang menyerempet bagian pahanya hingga terluka.


"Jibel," panggil Jin.


"Jangan khawatir pak tua ini bisa bertahan."


Jin yang menyadari bahwa situasi mereka mulai ditekan memberikan pukulan untuk membalas namun, ketiganya bisa menghindarinya bagaimanapun mereka memiliki mata Rigen, entah sihir ataupun serangan cepat bisa diatasi dengan baik.


"Kami terlalu kuat untuk kalian, jadi terimalah kematianmu."


Tepat saat Buyur melompat pukulan Jin menembus dadanya, semua orang terbelalak kaget sebelum menjaga jarak, mereka menggunakan pil untuk meningkatkan kekuatan mereka yang menyerupai iblis sayangnya Jin memiliki hal sama atau lebih tepatnya lebih kuat dari mereka.


Tubuhnya diselimuti kegelapan dengan tanduk yang menyeruak dari atas kepalanya.

__ADS_1


Jibel hanya duduk di tanah saat Jin bergerak dengan cepat, situasi ini mungkin menguntungkan baginya namun di sisi lain jika Jin kehilangan kendali dia juga bisa menjadi korban.


Jin bergerak secara zig-zag dengan gerakan yang hampir mustahil diikuti. Pisaumen memberikan serangan pisau melewati pergerakan lawannya dan di waktu yang sama Shadow mengambil keuntungan untuk menebas dari belakang.


Sebelum serangan mereka mendarat sebuah bayangan hitam menyerupai pipa panjang dengan ujung runcing menembus mereka dari bawah membuat keduanya mati seketika.


Serangan itu dibuat dari bayangan mereka sendiri, mata Rigen memang kuat tapi tetap saja tidak bisa memprediksi gerakan yang tidak mereka lihat secara langsung.


Jin mengulurkan tangannya untuk membantu Jibel.


"Kau masih Jin yang kukenal?"


"Pak tua ini merasa lega, sekilas pak tua ini berfikir bahwa kau juga akan membunuhku."


"Hal itu tidak mungkin bukan, darahku tidak begitu kuat jadi masih bisa dikendalikan."


Mereka berdua menyadari bahwa suara pertempuran telah berakhir, yang menandakan tugas mereka telah selesai.


Waktu sekarang.

__ADS_1


Raifudus mengerenyitkan alisnya terhadap Souma yang telah muncul di hadapannya.


"Bagaimana kau bisa melewati Riona? Aku yakin dia bukan seorang yang mudah untuk dikalahkan."


"Riona yang kau maksud bernama Evangelista dari gereja Harmonia, sepertinya kau sudah dibohongi sejak lama."


"Apa?"


"Itu ekspresi bagus."


"Jadi kau pria dengan topeng iblis itu, tak masalah aku sendiri akan menyelesaikan pertarungan ini dan mengambil alih seluruh benua tengah termasuk membunuh mata-mata."


Raifudus berdiri dari singgasananya, dia mengambil pedang besar yang disimpan di sampingnya sebelum melesat maju ke arah Souma dengan gerakan cepat, serangan tersebut ditahan baik menciptakan ledakan angin yang memecahkan seluruh jendela yang berada di ruangan tersebut sebelum akhirnya melompat menjaga jarak.


Souma menebas menciptakan bilah angin yang menerjang ke depan, dengan gerakan kecil Raifudus melewatinya seolah itu bukan sesuatu yang sulit untuknya sementara tebasan tersebut telah memotong dinding di belakangnya menjadi serpihan kecil dari reruntuhan.


"Bagiku semua kekuatan hanya akan tunduk padaku, akulah orang yang memiliki jumlah mana terbanyak bahkan dari bangsa Viking."


Itu mungkin saja, Souma bisa merasakan bagaimana mananya memang berlimpah.

__ADS_1


__ADS_2