Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 264 : Asferow


__ADS_3

Heart menemui salah satu pilar pelayan atas terakhir bernama Warden, dia memiliki postur seorang petualang pria pada umumnya dengan mantel biru serta rambut acak-acakan. Alih-alih menggunakan senjata dia merupakan seorang penyihir yang ahli dalam penggunaan sihir api.


"Hellfire."


Api tercipta bagaikan sebuah gelombang tsunami, naik ke atas sekitar 50 meter lalu menerkam sosok Heart hingga membungkusnya mirip sebuah kepompong.


"Akhirnya kau kalah juga."


Sebuah suara memotong.


"Apa yang kau lakukan?"


Warden tampak terkejut karena sosok Heart telah duduk di atas bangunan tidak terluka sedikitpun, saat dia bereaksi dunia seketika terhenti.


Heart melompat dari bangunan dengan elegan lalu berjalan dengan santai.


"Aku ingin bertingkah keren saat menggunakan kekuatan seperti ini."


Ketika dia melewati Warden, ia duduk di atas puing-puing selagi tersenyum hangat. Waktu kembali bergulir hingga Warden tampak memucat.


"Bagaimana kau bisa bergerak secepat itu, aku yakin bahwa barusan apiku telah membakarmu."


"Bagaimana mengatakannya yah, rahasia."


"Berhentilah bermain-main denganku!" tepat saat ia berteriak darah menyembur dari tubuhnya.


"Mustahil, ini tidak masuk akal... apa kau ini manusia?"

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu."


Tebasan berikutnya membuat Warden roboh tanpa daya, Heart hanya menghela nafas panjang lalu berkata dengan lemas.


"Cari mangsa yang lain lagi saja deh."


Dia menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat.


Sementara itu, di tempat lain Souma berjalan menyusuri jalanan sepi, tidak ada siapapun yang muncul bahkan ketika dia berjalan tidak ada suara apapun kecuali langkah kakinya, ia melewati sebuah tiang jalan dan saat menengadahkan ke atas tampak seseorang telah berdiri terbalik menatapnya.


"Dari semua orang yang di kota ini, aku merasa kekuatan yang luar biasa di sini."


Dia jatuh ke bawah dan Souma melompat mundur saat pijakan tanah sebelumnya hancur berserakan.


Di depannya adalah iblis yang dikenal sebagai raja iblis dari pilar neraka.


"Tidak salah lagi, dia pasti bosnya."


"Pedang di punggungmu bisa berbicara, apa pedang itu pedang special?"


"Tentu saja special, aku seorang yang direbutkan banyak orang."


"Bisa dibilang begitu tapi aku tidak perlu menggunakannya, hanya dengan pedang ini juga lebih dari cukup," jawab lemas Souma.


"Paling tidak iyakan perkataan aku dengan semangat," protes Lugunica yang mana di jawab Asferow.


"Apa begitu."

__ADS_1


Asferow menjentikkan jarinya dan sekitar puluhan lingkaran sihir tercipta di udara dengan masing-masing dari mereka mengeluarkan ujung tombak tajam.


"Sebelumnya aku membunuh wanita itu dengan cara ini, sekarang kau juga akan mengalami hal sama."


"Wanita itu, mungkinkah."


"Oriana, dia sudah mati," tambah Lugunica tanpa jawaban.


Tombak-tombak itu mulai melesat dengan kecepatan tinggi dengan jumlah tak terbatas, Souma berlari ke samping dan setiap tombak mengejarnya di belakang, dengan kecepatan itu seluruh bangunan yang dikenainya hancur berserakan.


Souma melompat ke atas bangunan dan salah satu tombak mengincarnya, ia menahannya dengan pedang yang mana membelah tombak itu menjadi dua bagian layaknya sebuah kertas.


Asferow tersenyum pahit, baginya ini pertama kalinya ia melihat bagaimana senjatanya bisa diperlakukan seperti itu, seluruh tombak ini merupakan harta tingkat nasional di tempatnya di dunia bawah.


Seorang manusia bisa menghancurkannya adalah hal yang mustahil untuk dipercaya.


"Siapa namamu?"


"Souma."


"Souma nama biasa untukku, kau mengenakan pakaian kesatria tapi aku yakin bahwa aku tidak pernah melihatmu di sana, aku bahkan menyuruh anak buahku untuk membunuh mereka semua."


"Singkatnya Souma tidak berada dari dunia ini, dia berasal dari dunia lain."


Atas jawaban cepat Lugunica, dia tertawa terbahak-bahak.


"Jadi kau pahlawan dari dunia lain, sama seperti sebelumnya aku akan mengalahkan orang-orang seperti kalian."

__ADS_1


__ADS_2