
Sebelum matahari pagi muncul, Shiji telah keluar dari penginapannya selagi menggosok kasar matanya, hari ini dia ditugaskan sebagai kesatria sementara yang berada di pasukan Stella Evergarden, belum jelas tugas seperti apa yang ia akan lakukan, yang dia tahu dia hanya harus pergi ke luar kota saat hari masih pagi.
Shiji berpikir mungkin dia hanya akan dikerjai sebagai kesatria baru namun di luar dugaan kereta telah berbaris di sana dengan para prajurit yang tengah bersiap untuk melakukan perjalanan.
"Kau sedikit terlambat Shiji," kata Stella.
"Mungkin kalian yang terlalu pagi," balasnya demikian sebelum melihat ke atas kereta. Di sana ada seorang wanita sedang duduk selagi memainkan kakinya.
Dia adalah penyihir rembulan bernama Pandora yang ditemuinya kemarin.
"Dia juga ikut?"
"Law memintaku untuk membawanya juga, dia kuat jadi aku tidak keberatan."
Shiji setuju dengan itu, yang membuatnya ragu hanya kepribadian yang ada di dalamnya, bagi Shiji wanita loli di depannya adalah monster sesungguhnya.
"Apa kau sedang mencoba mengintip rokku?"
Shiji hanya membalas dengan mengangkat kedua bahunya.
"Aku tidak tertarik dengan tubuh kecilmu."
Pandora melompat selagi menyentuh pipi Shiji dengan tubuh melayang.
__ADS_1
"Kau benar-benar sangat berani, bahkan mengejekku."
"Gertakan seperti ini tidak terlalu berpengaruh bagiku."
Stella tersenyum selagi mengangguk-anggukan kepalanya.
"Kalian sangat akrab."
Salah satu prajuritnya berbisik.
"Wakil komandan, mereka sama sekali tidak akrab."
"Benarkah, aku dan Law terkadang selalu berselisih seperti itu."
Stella menjelaskan misinya.
"Yang akan kita lawan adalah organisasi bernama sayap kebebasan yang dibuat oleh penyihir senja, semenjak penyihir meninggalkannya mereka menjadi organisasi bebas yang berjalan dengan idealisme mereka sendiri, mereka mengambil salah satu kota di wilayah barat dan menyandera para penduduknya, kita datang untuk menyelamatkan mereka sebelum negosiasi antara ratu terjadi siang nanti."
"Jadi apa yang mereka inginkan?"
"Setengah wilayah dari kerajaan Diamond, mereka berfikir untuk mendirikan kerajaan baru dan menjadikan pemimpin mereka sebagai raja, tentu ada kesepakatan yang membuat kita harus membantu mendirikan kerajaan mereka juga."
"Itu ide yang cukup berani, ngomong-ngomong bukannya wanita ini juga penyihir?"
__ADS_1
Shiji menunjuk ke arah Pandora yang menatap keluar kereta dan membalas.
"Walau kami sesama penyihir, tujuan dari kami berbeda-beda. Aku sama sekali tidak berminat dengan tujuan penyihir lain, yang kuinginkan adalah membunuh makhluk yang telah membunuh orang tuaku dan setelah itu beres aku tidak memiliki hal untuk dilakukan lagi kecuali hidup dengan keadaan sekarang."
"Selama ini dia terus mengikuti Law kemanapun dia pergi, aku ingat ada satu penyihir lagi yang melakukan hal sama, aku pikir mereka sangat dekat satu sama lain."
"Kami pernah tidur bersama," ucap bangga Pandora.
"Yah itu bukan sesuatu yang harus kau katakan di depan umum," ucap Shiji lemas, dia tiba-tiba mengingat beberapa istri yang dia nikahi, khususnya Rosalin yang terus mengajaknya pergi ke penginapan.
"Ada apa?"
"Aku hanya sedikit mengingat masa lalu."
"Begitu."
Tak lama kereta mereka terhenti secara mendadak setelah melewati padang rumput dan masuk area bebatuan. Prajurit yang berada di depan memberikan informasi.
"Wakil komandan, ada kumpulan para bandit yang menghentikan kita... Jumlahnya cukup banyak."
"Mereka itu bodoh kah, kita ini pasukan kerajaan seharusnya mereka menghindari kita. Aku akan melihatnya sendiri."
"Mungkin mereka percaya diri dengan kemampuannya," ucap Pandora sementara Shiji sudah mengikuti Stella dari belakang.
__ADS_1