Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 220 : Tujuan Dari Pemakaman


__ADS_3

"Aku tidak berniat melawan sesama anggota 12 kesatria suci, tapi karena kalian penyihir yang sudah membunuh rekan kita jadi aku harus membunuh kalian juga."


"Bukannya kau juga menggunakan sihir," potong Lugunica.


"Sihir kami berasal dari berkah dewi Harmonia, tidak sama dengan kalian para pendosa."


"Benar-benar konyol."


"Sepertinya kau berniat membantu mereka maka dari itu kau seorang pendosa juga."


Ferdinand Lorenz menerjang ke depan, menusukan tombak ke arah Lugunica yang menghindarinya dengan baik.


"Gerakan yang bagus untuk gadis loli."


"Ini bukan apa-apa."


Riel dan Karina tak hanya diam dan menyerahkan semuanya pada Lugunica, mereka berdua juga turut bergabung untuk melawan Ferdinand.


"Haha bagus sekali, tiga lawan satu... tetap saja aku yang menang."


Ferdinand menahan sabit Riel kemudian menendang Karina yang hendak menyerangnya dari samping di saat yang sama Lugunica telah menyelinap ke depan memberikannya pukulan membuat Ferdinand terhempas dengan darah menyembur dari mulutnya.


"Karina."


"Aah."


Kedua penyihir melesat maju bersamaan selagi menyeret sabit di permukaan lantai batu, Ferdinand mengisi tombaknya dengan angin kemudian memutarnya demi menciptakan tornado yang menghempaskan keduanya ke udara dan jatuh dengan keras. Bersamaan itu Lugunica telah memasang kuda-kuda sembari membuka mulutnya untuk mengumpulkan bola api di sana.


Saat tornado menghilang bola itu ditembakan tepat di depan wajah Ferdinand kemudian meledak dahsyat.


"Apa berhasil?" kata Lugunica namun Ferdinand berdiri di sana selagi menepuk-nepuk seragamnya yang kotor.


"Kalian benar-benar merepotkan, tapi itu perlawanan yang bagus."

__ADS_1


Lugunica melirik ke arah tubuhnya dimana sebuah tombak telah menembus dirinya sebelum kembali ke tangan pemiliknya.


"Guakh... jadi ini kekuatan 12 kesatria suci ini."


Riel dan Karina memegangi bahu Lugunica untuk menghentikannya.


"Apa yang kalian berdua lakukan?"


"Kita pergi dulu."


"Magic Creator, Lintas Dunia, The Lost Sanctuary," ketiganya menghilang dalam sekejap membuat Ferdinand kesal.


"Cih, mereka pergi ke tempat itu... jika begitu aku hanya harus mencari jalan berbeda untuk menemui mereka nanti."


Riel, Karina dan Lugunica muncul di sebuah lahan kosong dengan pepohonan mati di sekitarnya. Ada beberapa makam yang ditempat di sana dan semuanya adalah nisan tanpa nama.


"Bagaimana lukamu Lugunica?"


Lubang yang sebelumnya terbentuk telah menutup sendirinya.


"Syukurlah, jika kau mati karena kami, itu sedikit membuat kami merasa tidak enak.. benar Karina."


"Tidak juga."


"Sssssh... di saat seperti ini kita harus pura-pura."


"Kalian berdua orang seperti itu yah."


Dari awal mereka memang demikian, entah itu bercanda atau bukan, Lugunica tidak bisa membedakannya.


Mengesampingkan hal itu dia melanjutkan.


"Jadi tempat apa ini?"

__ADS_1


Karina yang menjawab.


"The Lost Sanctuary, tanah ini tanah penyihir yang berada di dimensi berbeda... kami menjadikannya sebuah pemakaman untuk mengubur penyihir yang telah mati."


"Apa mereka dibunuh oleh gereja?"


Keduanya mengangguk mengiyakan, di tempat ini tidak ada cahaya matahari dan bahkan saat pagi tiba mereka tidak akan tahu waktunya. Sepanjang mata melihat hanya pepohonan yang telah mengering.


Apa tanah ini memiliki kekuatan khusus? Pikir Lugunica lalu mengutarakannya.


Riel yang menjawab.


"Setiap orang yang dimakamkan di sini jasadnya tidak pernah membusuk."


"Aku tidak merasakan energi apapun, tempat yang misterius."


Baginya ini tempat yang tidak jauh berbeda dengan tempat lainnya.


Dan Karina menambahkan sesuatu yang mengejutkan.


"Kami pikir mungkin suatu hari semua orang yang dikuburkan di sini bisa hidup kembali."


"Kalian?"


Keheningan terasa di antara ketiganya sampai Riel memotong.


"Kita harus mempersiapkan diri untuk melawan Ferdinand kembali, untuk itu mari pikirkan caranya."


"Maksudmu dia masih bisa kemari?"


"Tentu, ada beberapa cara agar bisa kemari.. salah satunya masuk ke dalam pusaran air laut di segitiga bermuda, karena lokasinya jauh paling tidak, kita memiliki banyak waktu sampai dia muncul."


Masa tenang hanya berlaku sementara waktu.

__ADS_1


__ADS_2