Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 324 : Tubuh Yang Terkurung Sejak Lama


__ADS_3

"Ujian pertama adalah mampu menerima dirimu sendiri, untuk membiarkan dirimu terbunuh bukannya itu berlebihan."


Atas keluhan Souma, Lugunica hanya tertawa ragu.


"Walau membiarkan dirimu terbunuh tapi jika kau tidak menerima dirimu, kau tetap akan mati barusan."


"Jelas sekali."


Souma kembali berjalan dan di ujian kedua dia melihat berbagai hal yang pernah dia lalui, itu berupa medan peperangan yang sering ia lihat di masa lalu serta jumlah kematian yang tidak bisa dihitung oleh jari.


"Dulu mungkin aku akan marah tapi sekarang aku sudah tidak masalah."


"Sesuai yang diharapkan dari Souma, semuanya akan berjalan lebih lancar sekarang."


Dari kejauhan sang penjaga makam kembar sedikit tersenyum.


"Ia menyelesaikan ujian begitu cepat, sekarang telah masuk ke ujian kedua Karina."


"Ini lebih dari yang aku bayangkan."


"Lihat itu ia sudah melewati ujian ke dua."


"Sekarang hanya menunggu dia lulus ujian tiga."


"Selesai."


"Eh, bukannya itu terlalu cepat?"


"Aku juga berpikiran demikian."


Souma memperhatikan dirinya yang bersinar terang saat Lugunica menjelaskan dengan semangat.


"Kamu telah diizinkan oleh Sanctuary Souma, yah, dari awal kau memang tidak mengincar apapun dariku, khususnya soal keabadian... jika seseorang meminum darahku mereka akan jadi abadi."

__ADS_1


"Jadi begitu."


Setelah cahaya itu menghilang Souma akhirnya sampai di bagian paling dalam pemakaman. Dari dalam tanah menyeruak sebuah peti mati kaca yang di dalamnya ada sebuah tubuh gadis kecil dengan rambut pirang panjang tanpa mengenakan pakaian sedikit pun.


"Kamu telanjang."


"Yaw, aku jadi malu."


Jelas sekali tidak.


Karina dan Riel muncul di sebelah Souma secara serempak.


"Selamat untukmu Souma."


"Aku juga ingin mengatakan itu, sekarang apa yang akan kau lakukan?" tanya Riel.


"Mudah saja."


"Sekarang aku akan mulai."


"Aku mengandalkanmu Souma."


Sebuah lingkaran sihir membungkus tubuh Lugunica dan kemudian cahaya menyilaukan menyelimutinya beberapa saat sebelum perlahan Lugunica membuka matanya.


Dia keluar dari peti dengan senyuman kecil di wajahnya, ia melompat ke tubuh Souma.


"Aku kembali, tubuh yang akhirnya aku miliki lagi."


Riel tampak menangis di belakang.


"Syukurlah, hueeeeeeh syukurlah."


"Kau terlalu cengeng."

__ADS_1


Pedang yang sebelumnya langsung hancur begitu saja.


"Souma... sekarang aku ingin memakan makanan apapun yang aku suka."


"Aku tahu, tapi sebelum itu tolong kenakan sesuatu untuk tubuhmu."


"Aku benar-benar melupakannya."


Atas permintaan Lugunica, Souma meminta Riel untuk membeli beberapa bahan makanan di kota yang akan dimasak olehnya.


Karina memiringkan kepalanya saat Souma dengan piawai menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkannya dalam memasak.


"Aku kembali, aku membeli banyak daging, bumbu dan juga beberapa bahan yang kau sebutkan."


"Terima kasih Riel."


"Hehe ini bukan masalah, dan ini pakaian untuk Lugunica."


"Owh, kau memberikanku pakaian dalam yang sering kukenakan."


"Untuk gadis seumuranmu kau sangat berani."


"Aku tidak ingin mendengar dari Karina yang suram.. dan tolong perlihatkan punyamu, aku penasaran seperti apa yang kau pakai."


"Aku dan Riel tidak mengenakan apapun dari balik pakaian kami."


"Kalian berdua, Souma kamu mendengarnya?"


"Aku tidak mendengar apapun soal mereka yang tidak mengenakan apapun."


"Kau jelas sekali mendengarnya."


Lugunica mendapatkan gaun terusan berenda untuknya, ia bahkan mengikat rambutnya dengan gaya twintail yang membuat kedua penjaga bertepuk tangan untuknya.

__ADS_1


__ADS_2