Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 296 : Dua Tempat Berbeda


__ADS_3

Shiji melompati tembok yang tingginya puluhan meter untuk mendarat baik di baliknya, dia secara diam-diam bergerak dari satu bangunan ke bangunan lainnya tanpa menimbulkan suara, yang membuat orang-orang bertudung hitam yang bertugas sebagai penjaga tak menyadarinya.


Ada sekitar 2 jam sampai tengah hari dan di waktu singkat ini mereka harus segera menemukan penduduk kota ini.


Shiji melihat sebuah gerakan mencurigakan dari sebuah tong besar di bawah kakinya, di saat yang sama para penjaga terlihat seperti mencari sesuatu.


Baginya mengalahkan mereka bukan hal sulit namun misi yang diterimanya adalah untuk tidak terlihat.


Ketika mereka pergi Shiji melompat pelan, tubuhnya melayang di dekat tong tersebut sebelum benar-benar menyentuh tanah.


"Apa ada orang di sini?" dia sedikit menepuk tong dengan satu jari membuatnya bersuara kecil.


"Meong, meong-meong."


"Yah, meniru suara kucing tidak akan berguna nak... aku datang untuk menyelamatkan kalian."


Mendengar itu tong tersebut terbuka dan dari sana kepala seorang gadis kecil berambut hitam twintail muncul.


"Kukira penjahat itu menemukanku di sini."


"Kurasa kau bisa lega sekarang."


"Aku kesulitan keluar, tolong bantu aku."


Shiji mengangkatnya keluar dengan kedua tangan, jika dilihat sekilas gadis kecil ini masih berumur 7 tahun.


Tiba-tiba terdengar suara perut darinya.


"Kau lapar?"


"Hmmm."

__ADS_1


Shiji memunculkan roti dan botol air di tangannya yang segera disambar olehnya.


"Jika kurang aku masih punya banyak."


"Woaah, apya kyau seoyang pesulap."


"Makan saja dulu, jangan bicara."


Setelah ia menyelesaikannya si gadis kecil berkata.


"Berkat semua orang aku bisa melarikan diri dari mereka, semuanya memintaku untuk mencari bantuan."


"Sepertinya kau sudah menemukannya, jadi di mana mereka menyekap yang lainnya?"


Shiji menunjukkan peta miliknya sendiri, empat tempat tengah diperiksa oleh pasukan lainnya dan Shiji hanya memastikan tempat yang belum diketahui lainnya.


"Ada dua tempat lagi, di sini dan di sini."


"Kalau begitu mari selamatkan mereka."


Shiji membiarkan gadis tersebut berada di punggungnya selagi dia melompat dari rumah ke rumah.


"Nee, kesatria sementara... apa kotaku bisa diselamatkan?"


"Tentu saja bisa, kenapa kau menanyakannya?"


"Orang-orang yang menangkap kami disebut sebagai sayap kebebasan, mereka terdiri dari orang-orang kuat terlebih mereka sebelumnya merupakan pengikut penyihir Senja yang terdengar brutal."


"Jangan khawatir, aku lebih kuat dari seorang penyihir loh."


"Kamu pasti membodohiku, kau tidak terlihat seperti orang yang kuat, yah kecuali wajahmu yang tampan."

__ADS_1


"Aku senang jika seorang gadis secantikmu berfikir demikian."


"Lolicon."


Shiji tertawa kecil sebelum mendarat sedikit jauh dari tempat tujuannya. Dia menurunkan gadis kecil tersebut sebelum memperhatikan para penjaga di depannya, tidak ada jalan lagi selain menerobos untuk mengalahkan mereka namun jika dia lakukan itu akan menciptakan keributan saat menyerang mereka.


Shiji menjentikkan jarinya.


"Kurasa dengan cara itu saja."


Shiji menciptakan bola hitam di tangannya yang membuat gadis kecil itu sedikit kebingungan.


"Apa itu?"


"Perhatikan ini gadis kecil."


Dia melemparkannya ke tengah-tengah para penjaga yang mulai mendekat karena kebingungan, sebelum mereka sadari tubuh mereka tersedot masuk lalu menghilang dalam sekejap.


Gadis kecil itu terbelalak.


"Yang barusan?"


"Aku memindahkan mereka ke tempat lain, tepatnya ke bawah laut."


"Kamu membunuh mereka?"


"Iya, jika aku membiarkan mereka hidup di kemudian hari mereka akan melakukan kejahatan yang sama."


Gadis itu mengangguk kecil, dia juga merasa tidak ingin sampai seseorang memiliki nasib yang sama dengannya seperti sekarang.


"Mari bergerak."

__ADS_1


"Baik."


__ADS_2