Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 292 : Pulau Viking


__ADS_3

Itu adalah sebuah bukit yang sekelilingnya ditumbuhi rumput dan bunga-bunga, di bawah pohon yang menghalau sinar matahari untuk jatuh ke tanah, Janet tampak berjongkok selagi memetik beberapa dedaunan di tangannya.


Lugunica dalam bentuk pedang selalu menemaninya


"Hari ini kita dapat cukup banyak Lugunica.... kenapa kau begitu tidak bersemangat?"


"Apa kau menyadarinya?"


"Tentang apa?"


"Kita sedang dijauhkan oleh Souma dalam pertarungan, ia hanya meminta kita mengumpulkan tanaman herbal, mana bagian serunya coba?"


"Menurutku tidak begitu, bukannya kita beberapa waktu sudah melawan monster?"


"Monster tidak cukuplah, aku ingin membunuh iblis kuat, begitulah kenapa aku ada di dunia ini."


"Kau hanya pedang jadi tidak usah mengeluh."


"Ugh, aku naga loh bukan pedang."


"Meski kau mengatakan itu, tidak akan ada yang percaya padamu."


Souma tiba-tiba muncul di depannya hingga Janet berteriak terkejut.


"Whoaaa, jangan muncul tiba-tiba."


"Kukira kau akan menyadarinya."


"Tidak mungkin aku tahu, benar kan Lugunica?"


"Aku juga barusan terkejut, jadi apa yang kau inginkan? Kau tidak berniat untuk menyuruh kami hal yang sepele."


Souma menghela nafas panjang, pada dasarnya obat sudah berjalan di benua barat jadi tidak ada yang harus dilakukan lagi. Hanya menunggu waktu bahwa semua orang bisa menggunakannya.

__ADS_1


"Kita akan bergabung dengan kelompok pemberontak untuk menyerang ibukota karena itulah kau tidak perlu mengumpulkan obat lagi."


Lugunica berteriak semangat.


"Inilah yang aku tunggu-tunggu, membosankan selalu terjebak di tempat ini. Lalu bagaimana soal keamanan kota?"


"Itu akan diserahkan pada kelompok pemberontak, besok kita akan pergi ke wilayah Viking."


"Ras Viking kah, itu akan cocok untuk jurnal penelitianku," Janet memiliki pemikirannya sendiri.


Dia seorang arkeologi, ia akan senang mengunjungi tempat-tempat yang belum terjamah siapapun.


Sebelumnya kelompok pemberontak memiliki ide untuk merekrut mereka, agar berjalan lancar, Souma memutuskan untuk ikut juga.


"Hanya itu."


"Kau mau pergi lagi?"


"Tunggu, aku juga ingin ikut."


Janet mengikuti di belakang sampai mereka tiba di pinggir sungai yang memiliki aroma tidak sedap dan juga berwarna.


Dengan menjatuhkan ramuan tertentu, sungai tersebut mulai berubah kembali dengan warna jernih seperti air bawah tanah, Souma mengambil dengan tangannya untuk sedikit meminumnya.


"Kurasa tidak ada masalah."


"Bukannya hal semacam obat atau ramuan tidak bisa melakukan hal seperti ini dengan mudah, itu terlihat seperti kau bisa melakukan semuanya dengan itu."


"Karena itulah tidak banyak orang yang bisa menjadi seorang alkemis, Souma pengecualian... dia juga bisa memperbesar dada seorang wanita."


"Apa bisa, aku ingin mencobanya?"


"Tentu saja, para elf selalu datang padanya."

__ADS_1


Janet memegangi kerah Souma dengan tatapan memaksa.


"Berikan aku obatnya."


"Obatnya sudah habis," Souma mengatakannya selagi memalingkan wajahnya.


"Jangan membohongiku, aku juga mau boing-boing."


Dan keesokan paginya, dengan gaya seksi Janet memamerkan bentuk tubuhnya.


"Lihat aku boing-boing."


Souma yang melihatnya hanya mendesah pelan.


"Jadi dengan dada sebesar itu bagaimana kau bergerak?" tanyanya.


"Jangan khawatir itu tidak mengurangi pergerakanku, dengan ini aku akan membuat sekte wanita berdada besar di masa depan nanti."


"Terdengar sesat bagiku."


Zaskiver yang datang untuk menemani keduanya tampak terkejut.


"Kenapa dengan dia?"


"Abaikan saja."


Souma berjalan lebih dulu untuk masuk ke dalam sebuah perahu yang telah disediakan sebelumnya lalu berlayar bersama-sama, tujuan mereka adalah sebuah pulau terpencil.


"Apa yang sedang mereka lakukan?" tanya Souma.


"Gawat, mereka akan menyerang kita."


Dari kejauhan terlihat beberapa meriam telah ditempatkan di pinggir pantainya dengan banyak pria bertubuh besar yang menjaganya.

__ADS_1


__ADS_2