Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 327 : Membuat Tempat Tinggal Baru


__ADS_3

Astrea melipat tangannya di depan sembari memikirkan sesaat.


"Mengejutkan sekali, kau ingin membuat rumah besar yang mampu menampung 300 pelayan, seluruh istrimu dan juga pekerjamu di luar kota."


"Mau bagaimana lagi, aku sama sekali tidak menyangka bahwa hidupku akan seperti ini."


"Bukannya itu bagus, dikelilingi banyak wanita. Normalnya hanya lima atau sepuluh orang tapi Souma kamu memiliki harem ratusan orang.. apa kau masih kuat?"


"Aku tidak ingin mengatakannya," balasnya dengan berlinang air mata.


Souma bahkan tidak bisa hidup di pagi hari jika dia tidak meminum minuman energi.


"Lalu kenapa kau memikirkan untuk membuat rumah di luar kota?"


"Untuk mencegah perang."


Astrea memiringkan kepalanya selagi bergumam.


"Perang?"


"Para pelayan tidak memiliki waktu banyak denganku dan mereka mulai menyalahkan pekerja toko, dan istriku membuat semuanya menjadi tambah kacau, jika dibiarkan mereka akan saling baku hantam."


"Itu memang terdengar serius."


"Karena itulah aku ingin meminta wilayah tersebut."

__ADS_1


"Memang benar itu wilayah tanah yang diberikan pada guild."


Souma menyatukan tangannya untuk memohon.


Dibanding membuat rumah besar di kota Souma memilih tempat yang sedikit lebih tenang.


Astrea memiliki sebuah ide.


"Aku akan memberikannya asal dengan satu syarat, tolong buat tempat pelatihan bagi petualang juga di sana... banyak pemula yang mendaftar di tempat ini, dan mereka perlu seseorang untuk mengajarinya. Bagaimana?"


"Maksudmu semacam akademi?"


"Hanya pelatihan awal saja untuk satu tahun, bukannya di sana juga mereka bisa membuat kelompok sekalian.. kau memiliki para pelayan yang sangat berbakat dalam bertarung, bahkan ada Stella, Risela dan juga Undine. Bagaimana?"


"Aku tidak menjamin bahwa mereka mau."


Souma menjatuhkan bahunya lemas.


"Kalau begitu aku menerimanya."


"Itu bagus, kau bisa membuat rumah sebesar apapun dengan gratis, apa kau perlu bantuan petualang dari guild?"


"Aku pikir aku akan melakukannya sendiri."


"Jelas sekali."

__ADS_1


Dibanding membuat menara yang menembus langit, rumah kediaman bukan sesuatu yang sulit.


Souma ditemani Naysia telah mengunjungi area hutan tak jauh dari kota. Naysia adalah kepala pelayan yang bertugas untuk mengatur pelayan lainnya. Dia sebelumnya tangan kanan pak tua Jean yang sudah lama meninggal.


Walau semuanya berjumlah 300 orang, dia dengan baik melakukan tugasnya.


"Tuan Souma melakukan ini demi kami semua, aku benar-benar terharu."


"Tolong jangan mengatakannya dengan tersipu seperti itu."


"Jadi berapa besar rumah yang akan dibangun?"


"Paling tidak harus masuk lebih dari 300 orang."


"Hmm, mungkin alangkah baiknya jika muat untuk 500 saja, untuk jaga-jaga tuan menambah pelayan lainnya."


Bahkan dengan 300 orang jelas sekali Souma tidak ada keinginan seperti itu. Untuk pertama dia akan mencoba menebang semua pohon.


"Kurasa satu hektar sudah cukup untuk rumah kita."


"Benar sekali, kita juga harus memikirkan soal keturunan tuan, beberapa pelayan mungkin akan hamil juga."


Tubuh Souma sedikit gemetar namun dia segera mengalihkan pikiran apapun di benaknya untuk segera melakukan tugasnya.


Memunculkan pedang di tangannya Souma menebas seluruh pohon di sekitarnya, ia mengarahkan tangannya kembali untuk membuat potongan kayu berubah sesuai dengan keinginan lalu menumpuknya di tempat kosong.

__ADS_1


Dengan lihai Naysia mulai mencatat seluruh jumlah kayu kemudian meminta Souma untuk memotong bagian lainnya agar nantinya bisa dibentuk dengan mudah. Pekerjaan itu menghabiskan waktu tiga hari dan untuk pembangunnya sendiri hanya berlangsung beberapa jam saja.


Souma maupun Naysia bisa melihat bangunan rumah di depan matanya, itu mungkin akan dianggap sebagai rumah paling besar di dunia ini.


__ADS_2