
Souma duduk di kursi karena kelelahan sedangkan Astrea duduk di meja di depannya selagi meletakan cangkir berisi teh hangat untuknya.
"Kerja bagus Souma, aku akan membayarmu untuk barusan jadi lakukan lagi di kota berikutnya."
"Kau sangat santai Nee-san."
Souma menyeruput teh miliknya lalu bertanya.
"Jadi bagaimana sekarang?"
"Sudah jelas aku akan menangkap orang-orang itu lalu membunuhnya, tidak... mungkin aku akan sisakan satu orang untuk diinterogasi."
"Tak apa jika kau ingin membunuh semuanya, aku sudah tahu dalang dari semuanya."
"Kau yakin?"
"Kemungkinan besar orang yang melakukan ini berasal dari kerajaan Alman, di sana rumput Helief ditanam dengan baik dan kecuali seorang ahli alkimia akan sulit mengetahui rumput ini bisa digunakan untuk membunuh."
Kerajaan itu terkenal dengan para Alchemist mirip seperti Souma, sayangnya teknik yang digunakan mereka dibuat untuk bertempur serta membunuh musuh.
__ADS_1
"Jadi benar, orang-orang kita ada yang bekerja sama dengan mereka."
"Mengingat garis depan dilindungi oleh penyihir rembulan jadi hanya itu kemungkinannya."
Astrea mendesah pelan.
"Syukurlah bahwa salah satu penyihir Sage mau membantu kita, mengingat bahwa mereka seharusnya orang yang kejam."
"Itu juga hanya tersisa beberapa hari lagi."
"Apa maksudnya?"
Itu adalah perjanjian Souma terhadap penyihir Rembulan, jika situasi dirinya berubah menjadi pertempuran secara langsung.
"Jadi itu alasan kenapa Law menyamar dan pergi ke setiap desa dan kota merekrut banyak orang untuknya."
"Bagaimanapun jumlah musuh kita empat kerajaan, mengalahkan lebih dari setengahnya juga sesuatu yang luar biasa dilakukan penyihir hanya dalam seminggu, terlebih sudah tugas pasukan kerajaan untuk melindungi kerajaan ini kita tidak mungkin membuat satu orang untuk terus berperang."
"Kau benar, kalau begitu aku akan tidur lalu memeriksa kota nanti, jika mereka muncul akan kuhabisi."
__ADS_1
Souma hanya mengangguk saat melihat kepergian Astrea ke kamarnya, ini adalah rumah kosong yang diberikan penduduk kota untuk mereka bisa beristirahat, besok pagi kota ini akan mulai berbenah dan keduanya bisa kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Terlalu awal disebut pagi hari namun Astrea sudah keluar dari jendela lalu melompat di atas atap bangunan dengan kedua kakinya yang telah diperkuat dengan sihir, dia berkeliling sesaat sebelum berdiri dengan anggun di tiang bendera dengan posisi sempurna.
Ia melihat beberapa orang sedang berkumpul di bawahnya selagi mengumpulkan rumput-rumput kering yang disusun sedemikian rupa menyerupai kubus-kubus berukuran 30 cm.
Ada lima orang di sana yang siap membakar rumput tersebut, dia menarik pisau di pinggangnya sebelum melompat ke bawah lalu menggorok leher mereka dengan cepat. Darah memuncrat ke udara bersama sedikit teriakan ketidakberdayaaan.
Hal yang dilakukan selanjutnya Astrea menggeledah tubuh mereka dan menemukan beberapa barang serta membuka wajah mereka.
Astrea adalah orang yang pernah berkunjung ke rumah-rumah bangsawan sebagai petugas jadi dia dengan mudah mengenali siapapun yang ia temui hanya dengan sekali lihat.
"Jadi begitu, kalian orang-orang bangsawan itu."
Tepat saat Astrea berbalik seseorang melompat di atasnya, bayangan tersebut mengirim sebuah tebasan dari pedangnya yang Astrea tahan tanpa membalikkan tubuhnya.
"Hoh, ada satu lagi yang bersembunyi.. dan sepertinya kau lebih kuat dari para kecoak ini."
"Astrea wakil komandan kesatria kerajaan Diamond."
__ADS_1
"Sudah lama aku tidak mendengar jabatan itu, sekarang aku hanya seorang pemimpin guild kecil di desa terpencil, yah aku turun dari jabatanku karena ingin sedikit bersantai tapi malah berakhir seperti ini karena ulah kalian, jadi bisakah kau memberitahukan identitasmu sekarang."