Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 273 : Rekan Perjalanan


__ADS_3

"Whoa, pedang ini luar biasa."


"Tentu saja luar biasa, ini adalah aku."


"Boleh aku menyimpannya."


Souma menjawab. "Tentu saja," hingga Lugunica panik.


"Apa yang kau katakan Souma, aku tidak mungkin pergi bersamanya."


"Aku hanya bercanda."


"Aku punya ide bagus, kalian bilang akan pergi menjelajahi tempat lain bukan, dengan kata lain aku bisa ikut bersama kalian kan."


"Darimana anggapan itu muncul?" ucap Souma lelah.


"Ayolah... bawalah aku juga, aku ingin melihat sesuatu yang tidak sering dilihat orang lain juga. Bukannya ini kesempatan bagus dan selama itu biarkan aku menyimpan pedangnya. Aku ingin menjadi pendekar."


Souma memegangi kepalanya sakit.


"Aku tidak masalah, bawa saja dia Souma.. mungkin dia lebih merasa aman jika berpergian denganmu."


"Itu juga alasan yang lain."

__ADS_1


"Apa boleh buat tapi aku tidak akan memulangkanmu jika kau tiba-tiba berubah pikiran untuk pergi."


"Jangan khawatir, aku tidak akan begitu."


Jika dia sudah siap mengambil resikonya maka tidak ada yang harus ditakutkan lagi.


Selama tiga hari Souma telah merubah kembali kota para penyihir sedia kala, tanaman serta bangunan rusak telah kembali sedia kala dan itu tetap saja mencengangkan bagi Janet yang membawa pedang Lugunica di punggungnya.


Lugunica menyadarkannya.


"Masih banyak yang akan membuatmu terkejut jika bersama Souma?"


"Sepertinya begitu."


"Aku hanya tahu ada pertempuran besar di sini dan tak menemukan lebih jauh dari itu."


Lugunica bisa mengerti itu, lagipula dialah yang bertarung di masa lalu.


"Kalian bilang bahwa kota ini akan hidup lagi dan para penduduk yang sebelumnya menghilang akan kembali, kalau begitu bisakah kalian mengatakan semuanya padaku."


Souma menggelengkan kepalanya selagi berkata.


"Lebih baik tidak ada siapapun yang mengetahuinya."

__ADS_1


Bagaimanapun kau melihat Gereja Harmonia yang akan disalahkan untuk semuanya, dan itu akan membuat para pengikut dewinya tersisihkan termasuk dewi itu sendiri. Hal itu tidak boleh terjadi atau dunia ini akan mulai tidak stabil.


Melupakan pembicaraan itu, Souma dan Janet kembali berpergian dengan kereta mereka untuk menuju benua barat.


Janet terkejut saat mengetahui tempat seperti apa yang akan mereka kunjungi.


"Mustahil, mustahil, kita tidak bisa masuk ke sana.. ada semacam dinding yang mencegah manusia untuk masuk, lagipula benua barat sangat terlarang untuk manusia... apa kau tahu kan ceritanya?"


Ras iblis sebenarnya terbagi atas dua wilayah, pertama adalah wilayah Anna dan satu lagi berada di wilayah di benua barat, saat festival naga terjadi beberapa iblis pindah ke sana dan setelah itu seluruh benua barat jadi milik mereka.


Singkatnya ini adalah kawasan ras iblis.


Souma mengangguk mengiyakan.


"Meski kau sudah tahu. Kenapa?"


"Aku ingin mengambil batu kehidupan Relife yang mereka miliki lagipula itu juga milik istriku tadinya."


"Istri? Kudengar saat festival naga terjadi wilayah ras iblis dibumihanguskan, mereka sebenarnya bisa mengembalikan wilayah itu dengan mudah karena memiliki Relife namun sayangnya salah satu iblis mencurinya dari Anna, dengan kata lain Anna adalah istrimu?"


"Benar."


"Ini mengagumkan, aku baru mendengar ini.. aku harus memasukannya ke dalam sejarah nanti."

__ADS_1


Souma memerlukan Relife untuk memindahkan jiwa Lugunica ke tubuh aslinya serta para penyihir yang dimakamkan di sana, untuk wilayah iblis bisa dikembalikan dengan teknik alkemisnya namun sayangnya kekuatan Souma tidak terlalu berpengaruh di Lost Sanctuary karena itulah hanya ini yang bisa dia lakukan untuk membantu.


__ADS_2