Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 149 : Akhir Pemberontakan


__ADS_3

Lilith dalam wujud naga menerjang ke depan, tepat saat golem raksasa di depannya mencoba melawannya dia menggigit lehernya.


"Sialan, memangnya kau pikir aku akan kalah dengan hal ini."


Golem tersebut mencengkeram tubuh Lilith, mengangkatnya ke udara sebelum membantingnya ke sisi samping. Dari mulut golem menyerap energi yang membentuk sebuah bola rasakan kemudian ditembakan menjadi sebuah laser.


Laser itu menghantam wajah Lilith membuatnya menjerit dengan tubuhnya terdorong ke belakang.


"Inilah kekuatanku... dengan ini aku pasti akan mendapatkan seluruh wilayah ras iblis dan mulai menyerang kembali ke wilayah manusia haha."


"Apa perlu kita bantu, Souma?"


"Tak usah."


"Kau yakin?"


"Coba perhatikan Lilith lebih seksama."


Scarlett kembali mengalihkan pandangan seperti yang Souma katakan hingga dia terkejut akan hal itu.


"Dia tersenyum."


"Karena inilah aku lebih mengandalkanmu dan Asetasius, Lilith itu memang terlihat lembut dan tenang namun dia sebenarnya maniak bertarung."


"Penampilan memang suka menipu."


"Aku tidak ingin mendengarnya darimu."


Sebagai balasan Lilith membuka mulutnya dan itu sama seperti yang dilakukan musuhnya, cahaya putih membentuk bola raksasa.


Karena tekanannya, udara di sekitarnya mulai tak terkendali seolah mengamuk dengan sebuah amarah.


"Kau mau mencoba bertarung dengan itu maka aku akan melawannya."

__ADS_1


Sekali lagi pendana menteri yang tidak tahu seberapa menakutkannya makhluk di depannya melakukan serangan sama, kedua laser itu saling bertubrukan di tengah.


Saking dahsyatnya Souma dan Scarlett harus menutupi wajah mereka dan sekuat tenaga agar tidak terlempar jauh dari pijakan mereka, kedua serangan tersebut mulai terdistorsi semestinya dan secara perlahan laser dari golem terdorong ke belakang.


"Tidak mungkin?"


Tidak ada waktu untuk menghindari serangan brutal tersebut, cahaya menabrak golem tersebut lalu meledak dengan ledakan yang luar biasa yang bisa menelan seluruh sejarah manusia tentang sebuah ledakan, bahkan dibandingkan Undine yang dikenal sebagai penyihir terkuat pengguna sihir ledakan bagi serangan itu bukankah apa-apa.


Setelahnya hanya tersisa kawah raksasa.


"Apa seluruh ras iblis bisa merasakan ledakan barusan?"


"Itu pasti."


Souma meminta Lilith untuk kembali ke bentuk manusia sebelum mereka berjalan ke ruang bawah tanah dan melihat bagaimana di sana terdapat banyak penelitian dan orang-orang dari ras iblis yang berada di dalam tabung air.


"Mereka semua?"


"Baik."


Setelah semua orang dibawa keluar Souma menghancurkan tempat itu dengan sihir apinya. Dia sudah menghancurkan satu wilayah, karena itu dia sudah pasti akan dimarahi Anna saat kembali.


Para iblis yang dijadikan eksperimen mendapatkan perlindungan dari kerajaan, sementara Lilith dan Scarlett menerima perlakuan baik di ruangan VIP. Souma berseiza di lantai sementara Anna duduk di atas ranjang selagi menatapnya.


Anna telah mendapatkan tubuh indahnya kembali jadi Souma cukup senang untuk itu jika saja dia tidak diperlakukan seperti penjahat sekarang.


"Jadi Souma apa ada yang ingin kau katakan?"


"Sepertinya aku terlalu terlibat dengan masalahmu."


"Benar, padahal aku bisa melakukannya sendiri. Aku ini ratu iblis dan aku juga melepaskan orang-orang yang tidak bersalah."


"Yah aku cuma ingin sedikit membantu."

__ADS_1


"Jika begini aku tidak tahu caranya membalas."


"Aku juga tidak perlu dibalas apapun kau tahu? Tetap jadi Anna seperti biasanya sudah cukup."


Souma mengangguk mengiyakan selagi menutup matanya, saat dia membuka mata Anna sudah berada di depannya.


Ia melepas kancing bajunya dengan pipi merah merona.


"Souma mungkin tidak menyukai hal seperti ini, tapi anggap saja ini hadiah dariku."


"Anna?"


"Silahkan minum sepuasnya."


Dan kepala Souma di dorong masuk ke dalam dadanya yang besar.


"Tenanglah Lilith, Souma tidak akan melakukan hal sejauh itu?"


"Bagaimana kalau mereka berdua tidur bersama?"


"Aku meragukannya."


Dan keesokan paginya saat sarapan, Anna dan Souma saling memalingkan wajahnya karena malu.


"Ahh, mereka sudah melakukannya," ucap Scarlett seolah mendapatkan pencerahan.


"Sudah kuduga."


"Tenanglah kalian berdua aku tidak melewati batas apapun, aku hanya minum cukup banyak kemarin."


Anna hanya memegangi dadanya selagi menundukkan wajahnya memerah, entah Scarlett atau Lilith keduanya jatuh ke lantai dengan frustasi dan sama-sama berteriak.


"Milf maaatiiiii saaajjjaa."

__ADS_1


__ADS_2