
Menengadah ke langit, Souma berbaring di atas rumput selagi memejamkan matanya, ini adalah seminggu semenjak insiden di perkampungan Dwarf selesai dan semua telah berjalan semestinya.
Anna yang meminjamkan bantalan paha untuknya hanya menatapnya dengan pandangan biasa.
"Jadi Souma bagaimana, apa kamu merasa nyaman?"
Itu terasa empuk jadi sulit bahwa Souma untuk berbohong jadi dia hanya mengatakan 'Iya'.... Risela dan Undine sedang menggelar tikar sementara Celestrial dan Tako menata barang bawaan di dalam keranjang.
Yap, mereka sedang berpiknik dan menjadikan hari ini sebagai acara perusahaan.
Banyak hal yang harus diurus Souma tapi dia memilih untuk mengabaikan semuanya untuk mengambil waktu santai bersama yang lainnya, dia bangun namun Anna menahan kepalanya.
"Oi, apa yang kau lakukan?"
"Berbaringlah lagi Souma aku tidak keberatan."
"Aku yang keberatan, kita sudah melakukan ini selama beberapa menit kakimu mungkin gemetaran."
"Jangan khawatir, aku tidak apa-apa."
Dan Souma akhirnya menurut.
Tak biasanya Anna keras kepala jadi ia bertanya.
Ketika Souma melihat ke arahnya semuanya tertutup dua gunung besar jadi ia tidak bisa melihat ekspresi seperti apa yang ditunjukkan olehnya.
"Jadi kenapa kau begitu ingin memberikan bantalan paha?"
"Itu... beberapa pria menyukainya dan ini hadiah untuk seseorang yang sudah bekerja keras."
Jika Souma orang mesum dia akan menyukainya bagaimana dia disuguhkan pemandangan seperti sekarang, sayangnya dia bukan tipe yang akan mengulurkan tangan dan mengukur seberapa elastis dan lembutnya sesuatu di depannya.
__ADS_1
Dia bertanya kembali.
"Hadiah untuk apa?"
"Aku tahu Souma selalu bangun tengah malam untuk membuat ramuan dan bertindak seolah biasa saja setiap pagi, bagaimana mengatakannya apa itu semua untukku?"
"Kau melihatnya."
"Hampir setiap hari."
Souma mendesah pelan selagi menggaruk rambutnya kasar.
"Selama ini aku membuat ramuan secara diam-diam, aku perlu tetesan cahaya bulan untuk membuatnya jadi aku harus bangun sekitar jam segitu, tapi aku tidak masalah. Seperti yang kukatakan dulu, jika Anna bekerja keras aku pasti akan mengubah wilayahmu menjadi subur kembali."
"Souma?"
"Dan juga dibandingkan aku, bukannya Anna yang lebih bekerja keras."
"Aku?"
"Aku ketahuan."
"Aku tidak keberatan hanya saja jangan memaksakan diri, oke."
"Kau yakin, aku menggunakan resepmu... itu ada hak ciptanya bukan, apa aku akan dituntut."
"Aku tidak berniat seperti itu."
"Silahkan nikmati tubuhku sebagai gantinya."
"Oi."
__ADS_1
Dia hanya ingin mengatakan itu, kurasa.
Suara Risela terdengar.
"Kalian berdua kita sudah siap, berhenti membuat adegan romantis atau makanannya keburu dingin."
"Baik."
Keduanya berjalan mendekat dan lalu mengambil posisi bersama, Semua makanan ini dibuat oleh Anna dan Celestrial jadi untuk rasa sudah tidak diragukan lagi, dibanding kedua orang yang lain tingkat keibuan mereka di atas rata-rata.
Seluruh yang dihidangkan di sana hanya makanan seperti biasa yang sering dijumpai seperti dadar gulung, ikan salmon, nasi gulung, roti lapis dan beberapa lagi pelengkap.
Undine berkata pada keduanya saat dia baru mengambil beberapa potong dadar gulung ke dalam mulutnya.
"Aku penasaran apa yang sedang tadi kalian bicarakan? Anna memerah."
Risela menimpali.
"Aku pikir keduanya sedang merundingkan soal bayi."
"Benarkah? Bayi kah apa aku bisa mengandung."
Celestrial malah ikut-ikutan dan Anna segera membuat bantahan dengan tangannya.
"Bukan seperti itu, tolong jangan mengatakan hal aneh saat kita makan, aku dan Souma hanya membicarakan sesuatu saja."
"Sesuatu, itu tambah mencurigakan."
"Tako, Tako."
Obrolan mereka selalu seperti ini dan terkesan berbeda dari kebanyakan orang jumpai, Souma sudah mulai terbiasa dan ia lalu melihat ke arah Celestrial.
__ADS_1
"Setelah ini bisakah kau ikut denganku ke Ibukota, ada sesuatu yang ingin kupastikan di sana?"
"Tentu saja, aku sudah lama tidak berkunjung untuk melihat ayahku juga."