Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 238 : Kesatria Suci


__ADS_3

Laura yang menggendong gadis kecil di pangkuannya telah sampai di toko Souma, di sini semua orang dikumpulkan dimana dengan sihir Anna, dia menciptakan pelindung yang menutupi area lingkup mereka.


Hanya orang-orang yang diizinkan olehnya saja yang bisa keluar masuk pelindung ini, di saat yang sama Madam, Scarlett, Asetasius dan juga Erina turut membantu dalam menyembuhkan orang yang terluka.


"Obatnya masih banyak, jangan ragu untuk menggunakannya," teriak Celestrial.


Laura menurunkan gadis itu dan ia segera memeluk kedua orang tuanya.


"Terima kasih banyak."


Laura menjawab dengan anggukan. Dia sudah kehabisan nafas terlebih kekuatannya telah habis hanya untuk datang kemari.


Tak lama kemudian Lilith bersama Stella dan Undine muncul, dia menjatuhkan keduanya di tanah.


"Mereka terlihat buruk," kata Laura. sementara Undine memprotes pada Lilith.


"Kau sangat kasar."


"Aku hanya akan lembut pada tuanku," hingga Laura menyela.


"Souma benar-benar dikelilingi banyak wanita cantik, aku selalu mengira saat aku tidak ada di kota ini dia dan ibuku menjalin cinta terlarang."


"Tuanku bebas menyentuh siapapun termasuk janda."


"Hah."


"Heh."


Lilith dan Laura saling membenturkan kepala mereka, Undine yang memperhatikan tampak kagum dengan itu.


"Dia hebat bisa berduel dengan Lilith."


Dan seorang yang berada di sebelahnya juga mengangguk mengiyakan hingga Undine berkata ke arahnya.

__ADS_1


"Siapa kau?"


"Siapa kau? Kau orang yang meledakanku saat di tembok."


"Ugh... kau masih hidup, baguslah," walaupun ada sedikit wajah kecewa di wajahnya.


Tak lama kemudian puluhan boneka berukuran manusia dan sedang mulai bermunculan selagi membawa orang-orang yang terluka. Ini adalah kekuatan Beatrix sebagai pengendali mayat yang dirubah ke dalam boneka.


Terlepas bagaimana bagian belakang mempertahankan kehidupan orang banyak, Risela Lockhart masih terlibat pertarungan cukup berat. Tubuhnya membentur tembok saat darah merebas dari kepalanya.


Ia mempererat pegangan pedangnya sebelum kembali menyerang musuhnya, musuhnya sendiri adalah seorang pria dari 12 kesatria suci bernama Yuzi, Yuzi memiliki rambut pendek serta tongkat sihir di tangannya, ia mampu menciptakan puluhan lingkaran sihir yang dari sana berjatuhan kristal.


Elemen kristal tidak sama seperti es, mereka lebih keras dan mematikan saat mengenai musuhnya.


Risela menghancurkan beberapa dengan pedangnya. Sisanya dihindari, sebelum menerjang ke depan, pedangnya ditahan oleh tongkat dengan suara benturan sangat keras.


"Kau tadinya adalah kandidat dari 12 kesatria suci, namun kau menolaknya hingga posisimu digantikan oleh Erza, apa aku boleh tahu kenapa kau melakukannya?"


"Tentu saja."


Mereka melompat menjaga jarak.


"Dua belas kesatria yang diciptakan Vanitas hanya dibuat sebagai boneka, aku merasakan saat bagaimana kalian diperbudak olehnya, terlebih dia tidak bergerak oleh perintah dewi ataupun kerajaan melainkan hanya keinginannya sendiri untuk mencapai tujuan miliknya, semua yang ditunjukannya sama sekali bertentangan dengan jiwaku sebagai kesatria yang melindungi kepentingan orang banyak."


"Itu memang benar. Kudengar kau pahlawan dari dunia lain jadi kurasa keadilanmu memang lebih tinggi dari siapapun, tapi bagi kami mengabulkan keinginannya adalah tujuan kami selama ini. Membangun dunia ideal yang di dalamnya hanya diisi dengan orang-orang yang jauh dari kata peperangan dan perselisihan adalah tujuan kami semua."


"Padahal dialah yang membuat kekacauan dengan perburuan penyihir."


"Kemenangan tidak bisa didapatkan tanpa pengorbanan."


"Sekarang giliranku bertanya, harusnya 12 kesatria suci adalah orang-orang yang berasal dari generasi pertama namun kenapa ada satu posisi kosong yang digantikan, seharusnya kalian tetap 12 bukannya menambahkan Erza Deo Folda?"


"Sejujurnya kesatria suci memiliki tiga tempat kosong, walau pendeta kembar itu keluar kami berniat tidak mengganti posisi mereka untuk mengingat bahwa mereka adalah pembunuh sesama rekan satu kelompok dan memutuskan hanya mengganti posisi satu orang."

__ADS_1


"Dan dimana satu orang itu?"


"Entahlah, namun jika dihitung kesatria suci itu semuanya ada 13 orang."



Evangelista.


Erza Deo Folda.


Javelin.


Lian


Armor.


Alexis.


Ferdinand Lorenz.


Hector.


Riel.


Karina


Yuzi.


Steorika.


Inoe Sakuya.


__ADS_1


__ADS_2