
Souma duduk di atas batu dengan tubuh memutih saat dua orang wanita datang untuk menggodanya, yang satu adalah Scarlett dan satu lagi jelas Lilith.
Mereka dengan sengaja menarik kantung dada mereka ke bawah dan melihat bagaimana reaksi Souma tunjukkan.
Jika itu Souma yang biasa dia akan tidak peduli namun sekarang wajahnya memerah.
"Kalian berdua hentikan itu."
"Hentikan apa tuan."
"Benar Souma, kami melakukan hal biasa loh."
Nymph yang memperhatikan dari samping menatap aneh ke arah mereka bertiga.
"Ada apa dengan orang-orang ini?"
Terlepas bagaimana mereka bersikap santai dalam situasi sekarang, kini entah kelompok ras malaikat ataupun Dark Elf tinggal selangkah lagi untuk menggulingkan kekaisaran ini.
Mereka semua berkumpul dan sekarang membuat tenda untuk beristirahat. Historia yang bertugas untuk memeriksa sekitar dengan Jin kembali dalam beberapa menit bersama kuda yang mereka curi dari pasukan musuh.
"Sepertinya semua pasukan telah ditarik ke ibukota."
"Itu benar, jika harus dikatakan kekaisaran memiliki kemampuan pertahanan terkuat," balas Jin.
__ADS_1
Ada tiga tembok yang mengelilingi wilayah kekaisaran. Pertama Green Wall, kedua Yellow Wall dan terakhir Red Wall.
Ketiga tembok ini ditempatkan terpisah dan memiliki penjaga masih-masing yang ditempatkan sesuai kemampuan mereka, semakin menembus tembok kekuatan mereka jauh akan lebih kuat, Souma berfikir bahwa dia bisa saja dengan mudah meledakan seluruh kotanya namun, dia benar-benar bukanlah orang bar-bar jika di dunia ini ada hukum perang internasional dia dengan senang akan menurutinya.
Serena dan Salatiga turut ambil bagian dalam rapat singkat untuk startegi berikutnya bersama semua orang termasuk Viyane. Menurut Historia di atas tembok banyak prajurit dengan panah sudah bersiaga entah serangan berasal dari bawah atau atas itu pasti akan melenyapkan mereka yang datang menyerang.
"Aku pasti akan membantu, jika diharuskan aku sendiri bisa melakukannya," ucap Scarlett.
"Aku juga tuan "
"Bukan itu poinnya, kita harus membuat ras malaikat dan Dark Elf mencolok dan aku akan senang jika kalian berdua bisa sedikit menjauh dariku, di sini sangat panas."
Empat melon besar sudah cukup membuat Souma tidak bisa bergerak, dia mengalihkan ke arah topik yang lebih penting.
"Tidak ada jalan seperti itu, satu hal yang bisa dilakukan agar tidak banyak korban adalah membuat semua pemanah tidak berkutik," balas Viyane.
Souma bisa menyerahkan hal tersebut pada kedua pelayannya namun dengan sikap mereka sulit untuk mempercayainya, harus ada yang mengawasinya, karena itu pada malam harinya ia bersama Lilith dan Scarlett bergerak secara diam-diam.
Mereka dengan mudah naik ke atas tembok memberikan beberapa pukulan sebelum turun ke kota.
Mereka berniat untuk meracuni para penjaga dengan obat tidur, walau mereka bertugas di bagian berbeda mereka hanya makan di satu tempat.
Scarlett dan Lilith masuk ke dalam lemari untuk mengganti pakaian mereka dengan seragam pelayan kekaisaran termasuk Souma yang mengenakan wig dan bahkan terlihat cantik dengan itu.
__ADS_1
"Penyamaran ini cukup membuat tidak nyaman."
"Tuan Souma tolong gunakan ini."
Secara terpaksa Souma harus menyumpal dadanya dengan apel, sebelum bergerak masuk.
"Apa yang kalian bertiga lakukan, cepat bantu kami di sini."
"Baik."
Seperti yang diduga semuanya berjalan lancar, secara diam-diam ketiganya menuangkan obat ke dalam kuali makanan secara terpisah sebelum membagikannya, dengan ini sebagian besar tidak akan bangun di pagi hari.
Sekembalinya kelompok Souma dari misi penyamaran. Pemilik pakaian sesungguhnya tampak kebingungan.
"Pakaian pelayanku hilang nyonya."
"Aku juga."
"Kita sama dong."
"Siapa kalian?"
"Bukannya kami bawahanmu di sini."
__ADS_1
"Karena terlalu banyak orang aku kesulitan mengingat."