Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 281 : Rute Yang Dilalui


__ADS_3

Setelah mendengarkan seluruh cerita, Janet akhirnya memiliki kesimpulan di dalam pikirannya, pada awalnya Dwarf ini tinggal damai di sebuah wilayah milik mereka sendiri. Mereka hidup damai sebagai pengrajin yang membuat alat-alat tertentu bagi para ras Viking namun semenjak orang-orang benua barat ini menekan para Viking untuk tidak menerima pembuatan barang milik mereka pemukiman Dwarf telah mengalami kebangkrutan, pada akhirnya mereka perlu sesuatu pekerjaan untuk menyambung hidup mereka.


Dan di saat itulah iblis muncul, tentu itu bukan semacam perumpamaan, itu benar-benar iblis yang datang, mereka mendapatkan sebuah tawaran untuk bekerja di pabrik.


Para Dwarf tidak terlalu memahami apa itu sebuah perusahaan dan pada akhirnya mereka terjebak dengan jam kerja gila dan dilarang untuk keluar dari sini, dengan begitu mereka telah menjadi budak perusahaan dengan gaji yang lebih rendah dari seharusnya.


Itu selalu menyeramkan jika kau melihatnya dari sudut manapun.


Gorgon di depan Janet mulai membentangkan peta besar untuk menandai tempat dengan lingkaran merah, ada tiga titik di sana yang mana merupakan sumber tenaga dari pabrik ini, jika masing-masing dihancurkan maka seluruh operasional di tempat ini akan mati total.


"Aku mengerti."


Sebagai arkeologi, mengingat semuanya bukanlah sesuatu yang sulit dilakukan, dia pernah membongkar beberapa pemakaman serta labirin, ini semua lebih sederhana dari yang dipikirkannya.


"Saat alarm berbunyi aku akan membuka pintu keluar dan kalian bisa pergi."


"Terima kasih."


"Tidak, tidak, kamilah yang berterima kasih."

__ADS_1


Mereka berpisah untuk masing-masing membuat persiapkan, Lugunica memberi sedikit komentarnya.


"Para iblis benar-benar berniat membuat perang lagi, padahal masalah dengan Anna telah selesai."


"Sepertinya memang inilah niat sesungguhnya."


"Maksudmu?"


"Aileen mencuri batu Relife untuk membuat Anna menyerang manusia, lalu ketika dia tahu bahwa Anna gagal maka dia memutuskan untuk melakukannya sendiri."


"Kau baru mengatakannya, benar sekali... tujuan Aileen adalah untuk menaklukkan dunia manusia."


"Merepotkan, dia dari awal tidak memikirkan soal perdamaian dia seperti musuh yang bersembunyi dalam bayang-bayang."


"Lalu jika Anna berhasil menaklukkan dunia manusia maka apa yang akan dia dapat?" tanya Lugunica kembali.


"Kekuasaan atau mungkin dia benar-benar membenci manusia, buktinya dengan adanya penghalang di benua ini menunjukkan dia tidak ingin melihat manusia masuk ke wilayahnya."


Semua yang dikatakannya memanglah masuk akal.

__ADS_1


Tak ingin lebih jauh terjatuh dalam kesimpulan, Janet telah menyelinap di antara penjaga dan akhirnya telah muncul di tempat lain yang disebut sebagai inti energi yang menjalankan seluruh pabrik ini.


Ada tiga dari mereka dan jika salah satunya masih berjalan maka tempat ini akan terus bergerak.


Yang harus dilakukan Janet hanya menghancurkan semuanya karena itulah pedang di punggungnya akan sangat diandalkan sekarang.


Dia muncul dan beberapa penjaga mendapatinya sedang mengangkat pedangnya dengan dua tangan.


"Kenapa ada penyusup di sini, bukannya seharusnya hanya ada satu orang?"


"Mungkin dia rekannya, cepat tangkap dia."


Janet hanya mengayunkan pedangnya secara acak namun dampak dari serangan tersebut telah melemparkan mereka hingga tak sadarkan diri.


"Mengingat aku akan berhasil di percobaan pertama, aku yang luar biasa."


"Aku tidak ingin mengganggu kemenanganmu Janet tapi sebaiknya kau hancurkan tempat ini sebelum mereka mulai berdatangan."


"Sepertinya begitu, aku terlalu terbawa suasana," katanya lemas.

__ADS_1


__ADS_2