Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 68 : Komandan Kesatria Dengan Eksistensi Tinggi


__ADS_3

Lawyer van Hoster melesat maju, menggunakan tumpuan kakinya dia menarik dirinya sedekat mungkin dengan Souma selagi mengirim serangan dengan gaya tusukan.


Souma menghindari setipis rambut tanpa menghilangkan ekpresi mata setengah terbukanya, dia memindahkan pedang dari tangan kanannya ke tangan kiri yang mana membuat Law memekik terkejut.


"Nani?"


Dengan memanfaatkan sebuah putaran pedang Souma terayun dari sampingnya membuat Law harus menarik dirinya sedikit ke belakang, tak ingin menyiakan pergerakan Souma menerjang membalikan pedangnya yang mampu ditahan baik oleh lawannya.


"Oraaa Isooo."


Law menangkis pedang Souma kemudian mengambil gerakan balasan, Souma berfikir bahwa dia hanya seorang yang mendapat kedudukannya karena sebuah koneksi sayangnya pikiran itu harus dia buang selamanya.


Komandan ini jelas sangat kuat.


Hanya beberapa orang saja yang bisa mengimbangi kecepatan Souma bahkan jika terlatih itu masih sulit dilakukan, keduanya saling mengirimkan tebasan sebelum tertahan satu sama lain.


"Namaku dipertaruhkan dalam pertarungan ini, akan menyedihkan jika aku kalah oleh tukang obat."


"Dibanding dirimu, nyawaku yang terancam."


Law melirik ke arah yang sama di antara kerumunan penonton di mana seorang wanita sedang melipat tangannya dengan pandangan membunuh.


"Ah, nona Astrea... aku juga takut dengannya."


"Baguslah kalau kau mengerti."


"Tetap saja aku tidak akan kalah."


Keduanya saling menendang dan secara bersamaan terlempar ke belakang, teriak sorak-sorai menggema ke udara menambah nilai lebih dalam pertarungan ini.

__ADS_1


Ini adalah hiburan bar-bar dan mereka sangat menikmatinya.


Law berguling ke depan selagi mengayunkan pedangnya mengincar kaki Souma yang berjijit untuk menghindarinya, tanpa ragu Souma menendang bagian leher samping hingga Law berguling ke kiri.


Saat Souma melompat untuk menusukan pedangnya Law menendangnya terbang.


"Hampir saja, walau dipukul dengan pedang kayu rasanya tetap sakit... tunggu, biarkan aku menarik nafas dulu."


"Memangnya saat kau bertarung kau akan mengatakan itu pada musuhmu."


"Sialan."


Mereka saling memberikan rasa sakit tentu bagi Souma tubuhnya akan secara otomatis menyembuhkan dirinya.


"Nah Law... bagaimana kalau kita anggap pertarungan ini seri."


"Seri? Haha di kamusku tidak ada namanya seri ataupun kalah hanya ada menang di dalamnya."


"Merepotkan sekali, orang-orang datang begitu saja dan mencoba untuk mengacaukan kehidupanku, kalian semua memang tak ada kerjaan."


Law menerjang maju dan dalam waktu singkat tubuhnya terbang ke udara hingga terjatuh dengan keras membuat orang-orang mulai berbisik satu sama lain.


"Apa yang sebenarnya terjadi, aku sama sekali tidak melihatnya menebas."


"Entahlah, mungkinkah Souma itu lebih kuat dari komandan kerajaan."


"Tidak, lebih dari itu.."


Law bangkit dan sekali lagi menebaskan pedangnya, dengan sekali tekanan kuat tubuh Souma terlempar ke udara dan ia tumbang sejajar dengan tanah.

__ADS_1


"Aku kalah."


"Heeeeh."


Setelah banyak mendapatkan pujian Souma malah kalah dengan memalukan, wajah Law tampak terkejut meski begitu dia kembali ke ekpresinya yang sebelumnya selagi mengulurkan tangannya.


"Pertarungan bagus."


"Kau bersikap sebagai kesatria semestinya."


"Tentu saja aku kesatria... kurasa meski aku menang aku tidak akan mengambil putri Celestrial aku pikir kau barusan menahan diri."


Sudah jelas dia akan menyadarinya. Di sisi lain Celestrial tampak menarik nafas lega, yang dia lebih khawatirkan malah keduanya.


Ide Souma adalah bertarung kuat di detik awal, setelah memojokkan Law di akhir ia akan segera kalah dengan begitu desa ini masih tidak akan jatuh, mereka pasti akan bilang bahwa ada seseorang yang bisa mengimbangi kekuatan komandan jadi guild akan ikut naik tapi bagi Astrea itu tidaklah cukup.


Dia berjalan mendekat lalu menarik Souma dengan tangannya.


"Berdoalah."


"Selamatkan aku."


Semua orang mengabaikannya termasuk karyawan tokonya.


"Waktunya bekerja."


"Kurasa beberapa hari Souma tidak akan kembali."


"Um."

__ADS_1


"Kalian!"


__ADS_2