Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 178 : Perjalanan Kembali


__ADS_3

Karena kesulitan tidur Souma tidak bisa menyembunyikan rasa kantuknya, diapit dua wanita yang sengaja bertelanjang dada sungguh itu pengalaman buruk baginya.


Biasanya dia akan merasa semuanya tidak masalah tapi semenjak dia mendapatkan perasaannya Souma jelas tidak bisa melakukannya.


Ia harus mulai terbiasa dengan dirinya yang baru.


"Apa Souma menyentuhmu?"


"Tidak."


"Berarti kita gagal."


Souma akan pura-pura untuk tidak mendengar hal barusan dan sekarang dia yakin Historia akan muncul.


"Pagi Souma, aku datang tepat waktu untuk sarapan."


"Kau telihat bersinar sekarang."


"Aku bersenang-senang kau tahu, apa kau melakukan hal sama dengan dua wanita di sebelahmu. Tunggu, kau tersipu malu... ya ampun, apa dunia ini akan kiamat."


"Kemarilah aku akan menghajarmu."


"Orang seperti Souma yang tidak peduli sekitarnya, tidak peka dengan keadaan, kini telah tumbuh menjadi pria dewasa, aku bersyukur."


"Ekpresimu sangat menyebalkan."


"Walau tak terjadi, ini sebuah peningkatan."


"Berhentilah mengatakan hal kotor dan ambil makananmu."


"Baik."


Historia akhirnya memakan makanannya dengan tenang, sebelum berangkat ke wilayah para malaikat Souma berjanji akan membantu di sini dan selesai makan ia diarahkan ke sebuah ruangan luas yang dipenuhi perawat wanita serta orang-orang yang terbaring penuh luka.


Souma selalu membawa potion di sihir penyimpanannya maka hal seperti ini bisa diatasi dengan baik.


Symponia mendesah pelan.


"Ini lebih buruk dari yang kubayangkan."

__ADS_1


"Masuk akal jika Jin harus sendirian menjaga kota ini."


"Tolong bagikan pada semuanya."


"Kami mengerti."


Para perawat mulai meminumkan pada masing-masing orang, dan dalam waktu singkat mereka telah terselamatkan seolah luka mereka terangkat begitu saja.


"Sesuai yang diharapkan dari dewa Alchemist," ucap Viyane selagi menutup mulutnya dengan kipas.


"Kalau begitu aku akan kembali, pasti semua peri di sana kebingungan karena aku menghilang begitu saja."


"Apa kau masih akan terus mengawasiku?"


"Tentu saja karena Souma milikku juga, dadah."


Souma membalas lambaian Symponia saat dia menghilang seutuhnya.


"Sekarang apa yang akan kita lakukan?"


"Satu hal."


"Satu hal?"


Tidak jauh dari kota ada sebuah tempat yang dihuni oleh para kadal bersayap, itu adalah sebuah jurang yang cukup dalam dan di pinggir-pinggirnya mereka berterbangan tak terkendali.


"Kita akan membunuh mereka?"


"Aku hanya ingin mengusirnya dengan ramuan saja."


"Kau berubah jadi lembut."


Historia melihat bagaimana banyak ramuan yang dikeluarkan oleh Souma untuk mereka gunakan. Dia sedikit mengingat masa lalu saat Souma melakukan hal sama untuk diberikan pada Risela Lockhart.


"Kita hanya harus melemparkannya ke sisi dinding saja, aromanya akan membuat mereka menjauh dan tak akan ingin datang lagi."


"Walau pun banyak aku akan berjuang."


"Kami juga akan membantu."

__ADS_1


"Nymph dan Jin, kukira kalian menjaga kota."


"Orang-orang sudah sembuh kami tidak harus melakukannya."


"Begitu."


Mereka berempat melempar ramuan seperti apa yang dikatakan Souma, beberapa kadal terbang meluncur untuk mengincar mereka dan Souma menghancurkan potion itu di kepala mereka hingga mereka menjauh.


"Jika mereka datang lagi kau bisa datang ke toko untuk membelinya."


"Singkatnya barusan sama seperti dengan sebuah promosi secara tidak langsung," balas Nymph demikian.


"Bisa dibilang begitu."


"Aku sudah mendengar keseluruhan dari nona Viyane, kami mendukungmu."


"Terima kasih, kalau begitu sampai nanti."


"Iya."


Souma dan Historia meninggal kota dark elf dengan memanjat kembali jembatan, saat ada kereta pedagang yang lewat mereka masuk melewati jalur belakang kemudian melompat ke luar saat melewati pos pemeriksaan.


"Kita berhasil."


Souma berjalan selagi memperhatikan peta di tangannya melewati deretan hutan bambu, baginya ini pertama kalinya dia ke wilayah kekaisaran.


"Hey jangan tinggalkan aku."


"Kau terlalu lambat Historia."


"Mau bagaimana lagi aku lelah karena tidur dengan banyak wanita secara bersamaan, mereka benar-benar gadis manis mereka bilang ini pengalaman pertama melakukannya dengan wanita."


"Aku tidak ingin mendengar itu, berhentilah untuk ngeyuri."


"Mustahil... dengan melakukan itu aku bisa dekat dengan mereka. Banyak wanita yang berkosultasi padaku, saat mereka kehilangan tujuan aku bilang lepaskan stresmu dengan tidur denganku."


"Dasar sesat."


Souma mulai berfikir kesalahan buruk meninggalkannya di tempat itu.

__ADS_1


__ADS_2