
Souma bisa mengerti soal ramuannya yang bisa dibeli secara bebas di wilayah manapun tapi jika itu menyangkut sebuah suntikan itu sesuatu yang tidak bisa ia habis pikir.
Lugional dan Derby yang menyerah melawan pertempuran selama ini menyuntikkan obat aneh ke leher mereka, itu adalah jalan yang lain yang bisa mereka ambil bahkan saat mereka menggunakan senjata Dwarf mereka masih tidak bisa mengalahkan sosok di depan mereka.
Ia hanya menggunakan sebuah pedang aneh namun pedang itu berada di luar akal sehat, jika Dwarf melihatnya mereka juga akan menangis. Setiap kali menebas pedang itu seolah bertambah cepat dan juga darah tidak menempel di bilahnya seolah pedang tersebut memang tidak boleh ternoda sedikipun.
"Apa yang kalian suntikan itu?"
"Sesuatu yang menarik," ucap Lugional tanpa menghilangkan senyuman kepercayaan dirinya.
Dengan tawa yang diikuti rekannya kini mereka berubah menjadi naga dengan warna serupa seperti Red Crimson.
"Jadi begitu, kalian memasukan darah naga ke dalam tubuh kalian," kata Souma lemas.
"Apa kau mulai gemetaran."
"Tentu saja tidak, bahkan tanpa menebaskan pedangku kalian akan mati."
"Omong kosong."
Souma menyarungkan kembali pedangnya dan ia menggunakannya tanpa menariknya. Itu sesuatu yang bisa membuat mereka sangat marah sehingga secara membabi buta mereka menyerangnya tanpa ampun.
Souma memutar tubuhnya di mana untuk menghindari serangan frontal Lugional, dengan menggunakan ujung pedang dia mendorong perutnya lalu mengirimnya menabrak bangunan, di saat yang sama Derby bersiap mengayunkan cakar tangannya Souma menarik tubuhnya dan cakar itu melewatinya lalu memotong bangunan menjadi tiga bagian di belakangnya.
Souma menarik tubuhnya kembali ke depan dan ia menendang tubuh Derby dari perutnya lalu berubah ke samping mengenai lehernya hingga menabrak bangunan di sisi berbeda dengan Lugional.
Keduanya bangun selagi tertawa.
__ADS_1
"Haha tidak sakit, tubuh kami sangat kuat."
"Benar sekali, jika begini kami tidak harus menahan diri untuk menahan seranganmu."
Souma hanya mendesah pelan saat keduanya menerjang padanya, kini mereka secara bergiliran menyerang secara zig-zag, Souma tidak menghindarinya melainkan ke arah menahan dan membalas.
Seluruh serangan tersebut bisa di blokirnya dan kedua naga yang mengamuk beberapa kali terpental ke segala arah, Undine yang memperhatikan dari belakang merasakan ada yang aneh dengan kedua raja tersebut.
Gerakan di awal mereka memang cepat tapi seiring waktu mereka menjadi lambat secara bertahap.
Pedang di kiri sementara tangan lain mencengkeram wajah Lugional, Souma membantingnya ke lantai batu hingga menyemburkan material ke udara.
Derby bergerak dari depan untuk membantu rekannya dan sebuah pedang tersarung menghantam kepalanya membuatnya melesat seperti ditabrak sebuah kereta api secara langsung, kendati demikian mereka tidak terluka hingga memaksa Souma untuk mundur menjauh.
"Kau baik-baik saja Lugional."
"Jika jadi kau aku tidak akan memujinya," tepat perkataan Souma dilontarkan tubuh mereka tiba-tiba membesar, otot tangan mereka berdenyut dan gumpalan daging tercipta di tempat lain tak terkecuali di wajah.
"A-apa yang terjadi dengan tubuhku, apa yang yang kau lakukan?" teriak panik Derby pada Souma yang menatap datar.
Lugional yang arogan juga mulai kehilangan ketenangannya.
"Kau sialan?"
"Bukan aku yang melakukannya melainkan obat yang kalian gunakanlah penyebabnya."
"Bagaimana bisa?"
__ADS_1
"Aku tidak tahu siapa yang membuatnya tapi kupikir kalian menerima barang yang belum jadi."
Ekpresi wajah mereka memucat.
"Mustahil?"
"Dari wajah kali mungkin raja yang satunya lagi yang membuatnya, sepertinya dari awal dia tidak ingin membantu kalian. Bisa ditebak bahwa dia menginginkan wilayah untuk dirinya sendiri," mendapatkan perkataan Souma mereka masuk ke dalam jurang keputusasaan.
Walau tidak terlihat Raider memang merencanakan semuanya, dia berpura-pura seolah tak peduli namun di dalamnya memiliki ambisi yang kuat.
"Bisakah kau menyelamatkan kami," ucap Derby melanjutkan.
"Aku berjanji tidak akan mengganggu siapapun lagi setelah ini."
"Itu mustahil, aku bisa melihat perubahan mana di dalam tubuh kalian yang tak terkendali dan itu akan meledakan kalian berdua."
Itu bukan sebuah kebohongan sekarang titik saraf mereka sudah terputus-putus.
"Orang itu."
"Aku tahu bahwa kalian hanya dikendalikan oleh penyihir senja, sebenarnya apa yang dia katakan hingga kalian bergerak untuk menyerang kerajaan Diamond."
"Lugional?"
"Tak apa katakan saja."
"Soal itu."
__ADS_1
Souma mendengar pernyataan tersebut selanjutnya tubuh mereka berdua membesar mirip sebuah balon lalu meledak ke udara, potongan daging segar bercampur darah menjadi pemandangan satu-satunya di tempat tersebut.