Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 267 : Noreen


__ADS_3

Setelah kekalahan para iblis termasuk Asferow, tidak sulit untuk menggulingkan kerajaan. Selama dua Minggu, Souma, Dorothy dan juga Heart mulai menyebarkan isu ke setiap wilayah, dengan mengatakan bahwa iblis telah bersengkongkol dengan kerajaan mampu menarik semua penduduk untuk menyerbu ke ibukota.


Mereka dengan cepat menggulingkan para bangsawan termasuk raja sendiri sehingga akhirnya mereka dieksekusi mati dan kemudian Feostina diangkat sebagai ratu.


Semua berjalan dengan lancar tanpa kendala.


Di depan Souma yang bersikap santai, Heart telah memimpin jalan untuk sampai ke sebuah rumah panti asuhan di salah satu desa terpencil.


Dia berhenti dan membiarkan Souma dari sini berjalan seorang diri.


Di perkarangan tampak anak-anak sedang bermain dengan seorang gadis, gadis itu terlihat cantik dengan rambut putih panjang yang berkilau saat matahari menerpanya.


Ia akan terlihat mempesona dengan gaun indah namun dia malah memilih pakaian pelayan dengan bando bunga di kepalanya.


"Noreen?"


Mendapati namanya dipanggil sang gadis melirik ke asal suara dan menemukan bahwa Souma tersenyum ke arahnya.


Noreen bangkit dan melompat padanya dengan senyuman serta air mata yang mengalir di sudut matanya.


"Kau benar-benar datang Souma... Pandora bilang kamu akan menjemputku, aku senang."


"Maaf, sebelumnya aku.."


"Cukup... jangan mengatakan apa-apa lagi, kamu sudah bekerja keras cup, cup, cup."


"Bisakah kau berhenti menepuk-nepuk kepalaku."


"Apa aku harus menciummu."


Lugunica menunjukkan kekesalannya.


"Kalian berdua, kenapa begitu akrab... apa kalian punya hubungan khusus?"

__ADS_1


"Owh, pedangmu bisa bicara."


"Ceritanya panjang."


"Tolong jawab pertanyaanku."


"Kami sepasang kekasih bukannya hal seperti ini wajar.. lagipula kami suami istri."


Entah Lugunica atau Heart mereka semua membeku. Rasanya seperti mereka telah terkena petir di siang bolong.


Ketika kematian Noreen ia bertemu sang dewi.


"Aku tidak bisa menempati janjiku untuk menunggunya, padahal Souma bilang jika dia selesai menyelamatkan dunia ia akan menemuiku lagi, aku mau protes dewi."


"Meski kau protes itu dan ini, dunia sudah memiliki aturannya sendiri... Souma memang akan sedih tapi dia pasti bisa mengatasinya bahkan ia menyegel hatinya."


"Menyegel hatinya, apa dewi tidak menghentikannya... suamiku terlihat kuat tapi sebenarnya dia orang yang rapuh."


"Ya ampun.. kau benar-benar mencintainya hingga sejauh itu, padahal pernikahan kalian sangat singkat."


"Aku masih bingung kenapa Souma lebih terpesona denganmu dibandingkan aku."


"Pokoknya cepat kirim aku kembali, kalau tidak akan kutumpahkan teh ini."


Sang dewi menghela nafas panjang.


Ancamannya jelas seperti anak kecil.


Untuk sementara waktu tinggallah di sini, aku akan memikirkan agar kau bisa bertemu dengannya tapi sayangnya itu akan memakan waktu.


"Tidak masalah, yang terpenting aku bisa menemuinya lagi."


Setelah menunggu lama seorang gadis muncul di depannya. Dari tempatnya duduk Noreen bertanya ke arah sang dewi.

__ADS_1


"Siapa gadis itu?"


"Namanya Celestrial, dia bilang ingin mengembalikan hati Souma."


"Apa? Dia berusaha merebut suami orang? Aku akan memarahinya."


"Kau jelas tidak bisa melakukan itu padanya, sepertinya dia juga menyukai suamimu... ia terus berjuang untuk melawan ujiannya."


"Jika diperhatikan, memang benar... aku tidak keberatan kalau Souma menikah lagi dengan wanita lain tapi aku perlu menyapanya dan menunjukkan kedudukanku sebagai istri pertama."


"Tolong jangan lakukan itu, kau malah terdengar seperti Eris."


"Eris?"


"Dia dewi poligami... dia menyuruh suaminya menikah dengan banyak wanita."


"Ada dewi seperti itu?"


"Sebaiknya kau jauhi dia, ia pengaruh buruk."


"Maaf, apa ada seseorang yang bilang aku pengaruh buruk dan gelar dewi poligami. Persefone kau cukup berani."


"Dia nongol!" teriak keduanya.


Eris mengambil teh untuk dirinya sendiri dan mendengarkan masalah Noreen.


"Jika itu masalahnya aku punya cara untuk membuat Souma dan Noreen bersama lagi, ini pasti akan jadi pertemuan yang penuh drama."


"Nah dewi, apa dewi ini bisa dipercaya?"


"Entahlah aku juga ragu, saat suaminya bertarung dia malah mendukung musuhnya coba."


"Berhentilah membicarakanku, syukurlah karena dadaku besar hatiku juga sangat besar hingga bisa memaafkan kalian."

__ADS_1


"Sekarang dia jadi sombong."


"Begitulah sifatnya."


__ADS_2