Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 243 : Melindungi Semuanya


__ADS_3

Risela melihat bagaimana gerbang itu dihancurkan, sementara di bawah kakinya Yuzi berusaha untuk meloloskan diri walaupun kaki dan tangannya lumpuh.


"Aku tidak menyangka kau benar-benar kuat, pahlawan yang dimiliki kerajaan ini benar-benar luar biasa, Risela..."


Sebuah tebasan memenggal kepalanya.


"....Lockhart."


Dengan Kematian Yuzi kini yang tersisa hanya lah Evangelista yang tengah bertarung dengan Inoe dan satu lagi musuh yang ingin dikalahkan oleh Law.


Erza Deo Folda muncul dari belakang Law saat dia sedikit lengah, menyadari di detik terakhir Law menghindarinya dengan membungkuk kemudian membalas dengan tebasan sama hingga Erza melompat mundur.


"Pertarungan kita saat itu belum selesai, saat ini akan kuhabisi kau."


"Aku suka ekspresi yang kau kutunjukan sekarang Law, mari bertarung sampai salah satu kita mati."


Tato api hitam menyelimuti wajah Law sebelum dia menerjang ke depan. Dengan santai Erza menepis serangan tersebut ke samping kemudian menarik kembali pedangnya untuk menyerang.


Itu menciptakan bilah cahaya yang menerjang untuk merobohkan seluruh bangunan, bertepatan saat itu, seluruh dunia telah terbalik.


Law menyadari bahwa kini langit berada di bawah kakinya sementara pijakannya berada di atas kepalanya.


Pedang keduanya tertahan satu sama lain sebelum akhirnya keduanya menjaga jarak kemudian saling membenturkan pedang kembali, beberapa saat setelahnya Law mengirimkan bilah pedang yang mana membelah tubuh Erza menjadi dua bagian.


"Haha kau lebih berkembang dari saat kita bertemu, tapi sayangnya di dunia ini aku bisa mengubah takdir seperti 'aku tidak akan mati' maka itulah yang akan terjadi."


"Aku hanya harus menebasmu sampai puas."

__ADS_1


"Majulah, aku akan menghabisimu seperti apa yang kulakukan pada ayahmu."


Mereka kembali saling menyerang dan bertahan, Law beberapa kali menerima tebasan dan darahnya menyembur ke udara, sedangkan Erza sebanyak apapun terluka dia tidak pernah mengalami hal yang disebut kematian.


Walau mengganggu harus bertarung di dunia yang terbalik, Law mulai sedikit demi sedikit terbiasa, Dunia ini tidak bisa dihancurkan dari luar ataupun dalam hanya saat penggunanya mati saja dia bisa keluar, namun sayangnya Magic Creator milik Erza membuatnya tidak akan menerima kematian.


Jika ini pertama kalinya dia datang ke dimensi ini, dia sudah mati namun sayangnya Erza telah melakukan kesalahan yang vatal.


Ketika mereka menjauh, Law menyarungkan pedangnya membuat Erza sedikit bingung.


"Apa kau menyerah?"


"Tidak, dari awal aku sudah menunggu hal ini... kau sebelumnya telah mengirimkan kami kemari, apa menurutmu saat itu aku tidak melakukan apapun."


Dalam sekejap entah penyihir rembulan ataupun penyihir kasih sayang telah membekuknya.


"Tepat sekali, kami menandainya dengan lingkaran sihir dari darah kami, karena ukurannya sangat kecil kau tidak menyadarinya bukan," ucap penyihir kasih sayang yang menangkap tangannya lalu melanjutkan ke arah Law.


"Maaf Law, kami sedikit lama... kau tahu, kami benar-benar sibuk saat harus melawan pasukan tambahan dari gereja."


"Tidak masalah. Pandora aku serahkan sisanya padamu."


"Baik."


"Kau tidak akan bisa membunuhku," ancam Erza.


"Kenapa tidak, kau hanya harus bilang bahwa kau ingin mati."

__ADS_1


Erza mengatakan apa yang diinginkan Pandora hanya dengan kalimat itu darah menyembur dari mulutnya.


"Menyedihkan sekali, kau membiarkan balas dendam ayahmu menggunakan tangan orang lain."


"Aku tidak berfikir soal balas dendam, aku hanya ingin melindungi kerajaan ini dengan cara apapun."


"K-kau."


Kematian Erza membawa mereka kembali ke dunia sebelumnya.


"Mari periksa yang lainnya."


"Baik."


Penyihir kasih sayang dan penyihir rembulan berbisik satu sama lain sambil mengikuti Law di depan.


"Bukannya Law jadi terlihat dewasa Pandora."


"Itu mungkin berkatku yang meminjamkan pangkuanku padanya."


"Heh, aku juga mau... apa jika aku yang melakukannya dia akan berubah jadi pria mesum."


"Sebaiknya kau ganti dulu tubuhmu yang sedikit lebih semok."


"Tubuh loli tidak berpengaruh!"


"Kalian berdua terdengar seperti setan kecil," ucap Law demikian.

__ADS_1


__ADS_2