
Souma memilih untuk tidak berkomentar apapun dan mengarahkan ujung pedang dari raksasa di belakangnya untuk bertarung.
Jangkauannya memang luas dan cepat, sebelum Vanitas bisa menjaga jarak salah satu bilahnya telah mengenai perutnya membuatnya menghantam beberapa bangunan sebelum akhirnya bangkit kembali.
Zirahnya terkelupas namun itu masih kuat untuk menahan tebasannya hingga dia tak terluka, Vanitas mengatupkan giginya kesal, awalnya ia ingin bertarung dari jarak jauh sayang itu malah jauh lebih beresiko dari yang dia duga, pada akhirnya dia memutuskan untuk menyerang dari dekat.
Tak peduli apa yang terjadi keinginannya harus terpenuhi.
Dia melesat maju, iblis dipunggung Souma selalu melindunginya karenanya dia memilih untuk melenyapkannya lebih dulu. Dia bergerak dengan cepat dengan bunyi dentuman keras.
Semua serangan itu tak bisa dilihat dengan mata telanjang yang mana menghasilkan tebasan sonic wave.
Dalam sekejap empat tangan iblis itu terpotong dan berjatuhan.
"Sekarang giliranmu."
Vanitas mengirimkan ujung tombaknya yang mana ditahan punggung pedang Souma.
Mereka saling mendorong satu sama lain, Vanitas yang memilih mundur kemudian menghilang untuk muncul di belakang Souma dengan sebuah ayunan tombak, senjata mereka berdua kembali berbenturan.
Dentrang.... Dentrang.. Prang.
"Masih belum, aku masih punya banyak kekuatan yang akan kutunjukan padamu!" teriak Vanitas.
"Kuakui kau sangat kuat, tapi hanya sejauh ini."
__ADS_1
"Apa yang kau?"
Vanitas berhenti di udara, saat dia mengarahkan pandangan ke tubuhnya, ia akhirnya menyadari bahwa empat pedang raksasa telah menebusnya dari segala arah.
"Guakh," darah menyembur dari mulutnya, bahkan kekuatan dewi yang dia rebut tidak bisa menghalaunya.
"Sejak kapan tangan itu?"
"Kau terlalu fokus mengalahkanku tanpa menyadarinya, kupikir wajar saja jika kau berfikir demikian... kau ingin menghancurkan dunia ini karena keegoisanmu tapi bukannya di dalam sana ada orang-orang yang hidup bahagia, kau yang terjebak di masa lalu memberikan penderitaan yang sama pada orang-orang yang bernasib sama, padahal jika kau meyakinkan bahwa para penyihir asli bukan orang yang harus ditakuti mungkin mereka akan mendapatkan kehidupan yang berbeda, dan kau tidak akan menciptakan penderitaan berkepanjangan pada setiap orang dengan menciptakan perburuan penyihir, akibatnya kau menciptakan penyihir berbahaya Fram lalu dia menciptakan penyihir lainnya sampai salah satunya menghancurkan wilayah ras iblis dan kemudian akibat itu, para naga jadi korbannya dan manusia harus melawan ras iblis karenanya."
"Apa kau mengutukku untuk mati?"
"Tidak, aku merasakan kasihan padamu... jika kau memilih untuk berjalan maju tanpa terikat masa lalu, kurasa hal yang menyedihkan itu tak peluru terjadi."
Keempat pedang Souma di tarik ke samping dan dalam sekejap tubuh Vanitas terpotong-potong menjadi beberapa bagian.
Dia memotong rantai yang mengikatnya lalu menangkapnya dalam dekapannya.
"Apa Dewi Harmonia baik-baik saja?"
"Ia akan siuman dalam waktu dekat," balas Souma santai.
Tepat saat Souma berbalik seorang gadis kecil sudah menunggu di depan pintu, tentu itu bukan hanya sekedar gadis kecil dia adalah sang dewi.
"Boleh aku yang membawanya saja."
__ADS_1
"Tentu."
Souma memberikannya, walau tubuhnya kecil dia mampu membawanya dengan mudah, ia melanjutkan.
"Seperti kesepakatan aku telah menghentikan waktu di dunia ini dengan Horologium, Souma bisa menemui Pandora dan minta dia membawamu ke dunia sana."
"Tentu."
"Kalau begitu aku permisi, setelah selesai mari minum teh bersama."
Sang dewi menghilang begitu saja.
"Apa yang dia katakan?" tanya Lugunica.
"Kau juga akan tahu nanti."
Souma berjalan keluar dan melihat bagaimana waktu memang telah berhenti, para burung bahkan tampak tak bergerak di sana.
"Kau lama sekali Souma, aku cukup lelah menunggumu loh."
Pandora duduk di reruntuhan selagi memandang ke arahnya dan melanjutkan.
"Sebenarnya orang bernama Noreen yang ingin kau selamatkan sudah lebih dulu aku selamat loh, aku menempatkannya di suatu tempat yang aman dan tersembunyi, aku akan membiarkan kamu membawanya... tentu dengan syarat bahwa kau mau membantuku menyelamatkan dunia tersebut, bagaimana?"
Pandora menunjukan senyuman kejam.
__ADS_1
"Sepertinya aku terlibat hal merepotkan lagi," balas Souma tersenyum masam.