Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung

Pahlawan Dari Dunia Lain Yang Tidak Suka Bertarung
Chapter 170 : Raifudus


__ADS_3

Wilayah kekaisaran, Ibukota Tensura, Kastil Irabel. Di singgasananya tampak pria besar berotot duduk dengan gagah, ia memiliki rambut coklat serta jenggot panjang dengan helm tanduk menyerupai bangsa viking, tubuhnya terselimuti jubah tebal berbulu seolah itu dibuat dari kulit yang benar-benar bagus.


Dia dikenal sebagai Kaisar Raifudus.


Ia adalah kaisar yang menyatukan seperempat benua tengah melalui kekuatannya dan kini ingin merebut semuanya termasuk kerajaan Diamond serta wilayah ras iblis yang dipimpin oleh Ratu Iblis Anna. Mengingat bahwa kerajaan Diamond sebelumnya telah mengalahkan empat kerajaan yang dipimpin oleh raja Lugional Extratime, Asteroth Alman, Raider Callvan dan juga Derby Irshide, Raifudus sedikit mewaspadainya namun sepertinya hal itu hanyalah omong kosong belaka saat seorang wanita berambut hitam berponi melaporkan pencapaiannya dengan baik.


Sebelumnya dia menyamar sebagai pelayan namun sekarang dia memiliki penampilan berbeda, ia hanya mengenakan bra dengan rok mini yang keduanya dibuat dari kulit berwarna hitam, pisau menggantung di pinggangnya dan matanya masih mengeluarkan aura merah yang membunuh.


"Saya Riona melaporkan bahwa saya telah membunuh raja Diamond."


"Kerja bagus, lalu bagaimana dengan kekuatan mereka?"


"Tidak ada hal yang istimewa, dikatakan bahwa Law yang memimpin kekalahan empat kerajaan namun saat saya bertemu dengannya kekuatannya tidak terlalu besar termasuk Stella dan Risela itu sendiri."


"Sepertinya rumor itu terlalu berlebihan, kupikir para bangsawan pengkhianat sudah mulai bergerak sekarang aku akan memeriksanya."


Salah satu pelayan membawa sebuah bola sihir di tangannya yang kemudian bola itu menampilkan gambaran tentang pasukan berjumlah 10.000 yang hendak menyerang ibukota.

__ADS_1


"Pemandangan yang bagus, aku menjanjikan kekuasaan untuk para bangsawan itu dan dengan mudah mereka menjadi alatku."


"Alat?"


"Aah, dari awal aku hanya memanfaatkan mereka untuk mempermudahku untuk menguasai daratan benua tengah ini, setelah mendapatkan semuanya aku akan mulai menginvasi benua lainnya."


"Anda memang hebat namun setelah anda mengambil wilayah kerajaan Diamond, ras malaikat dan juga ras dark elf akan tetap sulit dihadapi, kudengar wilayah ras iblis juga tengah berkembang hingga mereka tidak menyembunyikan wilayahnya kembali."


"Tak masalah paling tidak aku bisa menumbalkan setiap pasukan dari kerajaan yang kutaklukan terlebih aku juga sudah sangat kuat sekarang bahkan Naga Crimson tidak ada apa-apanya denganku."


"Saya mengerti."


Raifudus sedikit mengerenyitkan alisnya tentang keberadaan keduanya.


"Riona siapa mereka berdua?"


"Yang satu adalah seorang Arc Priest dari Gereja Eria, kudengar wanita itu sering membantu orang-orang kultus Eria."

__ADS_1


"Dan satu lagi?"


"Saya tidak tahu, saya belum pernah melihatnya, tidak ada laporan soal kesatria seperti itu di kerajaan."


"Mereka berdua mencoba menantang 10.000 pasukan yang kuberikan ke para bangsawan pengkhianat tersebut."


"Bukannya jumlah itu sangat banyak untuk dihadapi dua orang."


Kedua orang yang dimaksud kini mulai berlari ke depan, Historia Hasel menggunakan perisainya untuk membenturkan dirinya kepada para musuh yang menerjang ke padanya, perisai yang dibawanya menciptakan ledakan yang menerbangkan setiap musuh sementara pedang di tangannya membunuh mereka tanpa belas kasih.


Kekuatannya cukup kuat namun tidak lebih kuat dengan seorang yang mengenakan topeng iblis, dia bergerak seperti angin seolah menari-nari di udara, dengan satu ayunan pedang katananya dia menebas hampir seratus orang, beberapa orang berusaha melawannya namun itu berakhir sia-sia.


"Apa-apaan orang ini?"


Pria bertopeng iblis mengarahkan tangannya ke atas dan dalam sekejap bola sihir yang menampilkan dirinya hancur berserakan.


"Yang mulia?"

__ADS_1


"Aku tak apa, menarik sekali... orang itu bisa kugunakan untuk mengukur kekuatanku Haha."


__ADS_2