
Undine yang beberapa hari pergi untuk menjalankan misi telah kembali ke toko dan duduk bersama Anna, Risela muncul dari dapur selagi membawa nampan berisi banyak kue kering yang dia bagikan untuk keduanya sebelum mengambil kursi untuk dirinya sendiri dengan ditemani secangkir teh hangat.
"Eh, jadi Souma pergi ke ibukota untuk menyembuhkan raja, benar-benar merepotkan aku ingin mengajaknya ke suatu tempat tapi apa boleh buat."
"Undine ingin mengajaknya kemana?"
"Itu rahasia tapi kalian juga harus ikut, kita bisa pergi bersama."
"Itu kedengarannya menyenangkan bagaimana denganmu Risela?"
"Jika itu bisa memunculkan event encchi aku pasti ikut, semua pria pasti selalu menunggu kita dilecehkan."
Sementara Risela terengah-engah dengan nada berat, Anna dan Undine terus mengibaskan tangannya. Tako yang berdiri di antara ketiganya di atas meja dengan senang memakan kue bagiannya.
Semuanya baik-baik saja sampai Undine berkata.
"Souma sedang pergi, bukannya ini kesempatan."
"Kesempatan apa?"
"Kalian tidak ingin tahu apa yang ada di kamar Souma? Ia selalu menghabiskan waktunya di sana, mungkin saja di dalamnya penuh dengan majalah dewasa dengan model seperti Anna."
"Kenapa aku?"
"Maaf Anna tapi kau ini pusat kemesuman," potong Risela.
__ADS_1
"Eeeh."
"Memang benar, jika bukan hari ini kita tidak akan memiliki kesempatan."
Ketiganya mengeluarkan tawa jahat sebelum mengangguk kecil dan bergegas naik ke lantai dua, kamar Souma terlihat jelas dari tempat mereka berdiri.
Ketika mereka mendekatinya sebuah perangkap berbentuk lingkaran sihir muncul di bawah kakinya dan selanjutnya mereka diledakan. Rumah Souma anti ledakan meski terkena bom nuklir atau rudal itu tidak akan menghancurkan apapun.
"UWAAAH.."
Ketiganya berguling ke bawah tangga hingga posisi mereka berantakan.
"Apa-apaan itu?" teriak Risela.
"Aku malah semakin penasaran, Souma sampai segitunya melindungi kamarnya mungkin saja di dalamnya banyak foto kita yang tidak senonoh."
"Bukannya itu hebat, jika begitu kita terancam dinodai."
"Anna, kau juga jadi ikut-ikutan seperti Risela."
"Ah ini yang dinamakan pengaruh rekan sebaya."
"Ras manusia mempengaruhi ras iblis, bukannya kebalik."
Ketiganya naik kembali, berbeda dari sebelumnya Undine menggunakan sihirnya untuk membuat jebakan sebelumnya menghilang.
__ADS_1
"Yos, sekarang kita aman."
Ketiganya berdiri di kamar Souma dengan rasa tegang, mereka harus menyiapkan mental sebelum membukanya, saat mereka menyentuh pegangan pintunya mereka tersambar petir.
Ketiganya tergeletak di lantai dengan wajah menghitam. Anna bangkit lebih dulu kemudian dia menghilangkan seluruh sihir tersebut hingga terbuka.
"Benar-benar butuh perjuangan, tapi ini sepadan."
Akhirnya ketiganya berhasil masuk ke dalam dan menemukan bahwa kamar tersebut terlihat seperti biasa. Hampir seluruhnya terlihat rapih.
Risela mulai menjelajahi setiap sudut ruangan, dia memeriksa tempat tidur dan menemukan sebuah buku yang tersimpan rapih di sana.
"Kupikir ini majalah dewasa namun di dalamnya."
Anna dan Undine mengikuti Risela yang berbaring di tempat tidur selagi melirik isi buku yang dipegang Risela, setelah membaca buku tersebut air mata mengalir di wajah mereka.
"Bukannya ini?"
"Ini adalah buku harian Souma, dia memutuskan menulis saat kehidupan yang 1000 kali di dunia berbeda, semua yang ditulisnya adalah bagaimana dia kehilangan banyak hal yang berharga untuknya, khususnya seorang yang dia cintai, semakin dia ingin bertambah kuat maka semakin banyak orang yang meninggalkannya."
Anna melanjutkan dengan nada lembut.
"Mari perlakuan Souma dengan baik saat dia kembali."
"Iya." x2
__ADS_1