Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Rumah 2.38


__ADS_3

Di perjalanan pulang Yuan menjelaskan para tetua baru yang begitu tertarik akan yiyi, banyak juga para tetua yang melamar yiyi namun di tolak mentah-mentah oleh yiyi. Lan wu tersenyum kecut sembari tetap berjalan. Si tidak tertarik lagi untuk bertarung hingga saatnya tiba, namun jika terus seperti ini lan wu tidak yakin dapat menahan diri untuk tidak terlibat dalam pertarungan.


"Apakah mereka tidak mengetahui yiyi merupakan istri ku? Aku sungguh tidak paham dengan pemikiran mereka" ujar lan wu seraya tersenyum hambar.


"Tentu saja, namun mereka berfikir bila kau tidak akan pernah kembali ke alam fana, meskipun yiyi telah berusaha menolak namun para tetua tersebut sama sekali tidak menyerah dengan niatnya. Aku rasa kau perlu berbicara secara langsung dengan para tetua tersebut" saran Yuan di setujui oleh lan wu.


Mereka berpisah tidak lama setelahnya, lan wu terlebih dahulu memasuki kediamanya sementara Yuan meneruskan perjalanannya. Raut wajah lan wu sontak menjadi serius usai melihat 3 tetua yang masih berada di dalam rumahnya. Terlihat yiyi yang berusaha menyuruh para tetua y rsebut untuk pulang, namun sama sekali tidak di dengarkan oleh para tetua tersebut.


Aura neraka milik lan wu sontak keluar usai melihat salah satu tetua menarik paksa tangan yiyi untuk duduk. Aura lan wu sontak mengejutkan ke 3 tetua tersebut, dengan tatapan geram lan wu mendekati ke 3 tetua tersebut.


"Yiyi bisakah kau membuatkan ku secangkir teh?" Tanya lan wu tersenyum manis menatap yiyi.


Yiyi segera membalas senyum lan wu seraya bergegas ke arah dapur meninggalkan lan wu dan 3 tetua yang masih terdiam seraya menatap lan wu dengan pandangan tajam.


"Siapakah anda? Lancang sekali menyuruh adik yiyi sepeti itu" ucap salah satu tetua yang kini beranjak dari duduknya.


"Ada beberapa hal yang tidak boleh kalian lakukan di pedang dewa, jangan salahkan aku jika bertidak tidak sopan kepada kalian. Pergilah selagi aku masih sadarkan diri" ucap lan wu memasang senyum manis.


"Huh..lancang sekali kau..!!" Nampak salah satu tetua menerjang lan wu dengan cepat.


Namun lan wu berhasil menahan pedang tetua tersebut dengan tangan kosong. Lan wu kemudian mengalirkan api iblis yang sontak melelehkan pedang tetua tersebut. Tetua tersebut melompat mundur usai tangannya melepuh terkena sedikit api iblis milik lan wu. Lan wu kini mengeluarkan setengah aura neraka miliknya dan membuat ke 3 tetua tersebut tak sanggup untuk bergerak sedikitpun.


"Apa masih ada yang hendak mengganggu yiyi?" Tanya lan wu sembari menetralkan aura miliknya.


"Katakan pada teya lainya bahwa lan wu telah kembali, dan bagi kalian yang pernah mengganggu yiyi segera minta maaf kepada yiyi sebelum pedang ku bertindak..!!" Bentak lan wu dengan nada keras kemudian kembali memasang senyum tenang.


"Anda..anda...tetua lan?" Tanya ketiganya hampir bersamaan.


"Kalau iya mengapa? Apakah kalian ingin merebut yiyi dari ku?" Tanya lan wu dengan semabri duduk di kursinya.


"Ka..ka..kami sungguh tidak mengetahuinya" jawab ke 3 tetua tersebut dengan suara terbata-bata.


"Mohon tetua memaafkan kelakuan kami" mohon ke 3 nya seraya membungkuk di hadapan lan wu.


"Temui aku di halaman aula utama, jangan lupa panggil para tetua yang pernah mendekati yiyi ke sana. Sekarang


pergilah" ujar lan wu segera di turuti oleh para tetua tersebut.

__ADS_1


Dengan wajah sedikit kesal, lan wu menghela nafasnya seraya bersandar di kursinya. Beberapa saat kemudian keluarlah yiyi sembari membawa secangkir teh di tanganya. Yiyi meletakan cangkir tersebut di meja yang berada di depan lan wu. Lan wu nampak tidak menyadari kehadiran yiyi, ia terus memejamkan matanya sembari memikirkan beberapa hal yang berhubungan dengan takdir yang ia miliki.


"Kakak lan, apakah kau lelah?" Tanya yiyi sembari meletakan kepalnya di bahu lan wu.


Lan wu sontak membuka matanya, ia tersenyum sembari mengelus pipi yiyi dengan tangan kanannya. "Tidak.. aku hanya memikirkan beberapa hal yang terjadi di alam atas" jawab lan wu dengan nada lembut.


"Aku begitu penasaran dengan alam atas, apakah orang-orang di alam fana bisa naik ke alam atas jika tingkat kekuatanya mencapai batas tertentu?" Tanya yiyi penasaran.


"Tidak juga, ada beberapa pendekar di alam fana yang dapat naik ke alam atas melalui gerbang kenaikan, namun ia harus mendapat ijin dari alam atas sehingga portal dapat di aktifkan. Kemampuan pendekar pemula di alam atas setara dengan pendekar tingkat abadi di alam ini, tentu saja jika kemampuanya masih berada di bawah tingakt abadi akan menjadi petaka tersendiri baginya di alam atas" jelas lan wu bersaman dengan anggukan yiyi.


"Oh ya.. kemana xioca, lili, dan lue?" Tanya lan wu sembari menegaskan duduknya.


"Emmm..." Gumam yiyi sedikit kesal usai kepalnya tidak lagi menyender di bahu lan wu.


"Mereka sedang berada di kekaisaran Ning, sedangkan kakak Ming yu dan Zhen tengah berada di sakte elang surgawi untuk mengawasi pertandingan antar murid di elang surgawai" sambung yiyi sembari memeluk lan wu di sampingnya.


"Hahahaha.. apakah kau begitu takut jika aku menghilang lagi?" Tanya lan wu sembari mengacak-ngacak rambut yiyi.


"Hmm.. tidak, hanya saja aku sedang menghukum mu atas semua rasa rindu yang kau beri" jawab yiyi tersenyum manis.


Yiyi menggeleng pelan seraya mengeratkan pelukannya. " Aku tidak akan pernah lelah" ujar yiyi pelan.


Mereka terdiam beberapa saat sembadienokmati momen tersebut, beberapa kali lan wu mencium tangan yiyi seraya tersenyum manis. Aroma wangi dari rambut yiyi seakan menyihirnya untuk tetap diam di tempat tersebut. Lan wu menatap yiyi yang telah tertidur pulas tanp melepaskan pelukannya, lan wu bergeser ke kanan sembari meletakan kepala yiyi di pahanya dengan hati-hati.


"Aku sungguh tidak mengerti mengapa aku bisa menyayangi mu begitu besar. Persetan dengan itu semua. Aku telah sayang kepada mu, dan tak perlu alasan khusus untuk menjelaskannya" ucap lan wu sembari membelai pelan rambut yang terurai menutupi mata yiyi.


"Aku tidak pernah mengatakan cinta kepada mu, karna aku tau cinta adalah balutan nafsu yang sepintas menyihir lalu lenyap di ujung harapan, namun tidak dengan nyaman. Nyaman akan benar-benar bertahan kemudian menjerat sayang dan sayang timbul dari rasa tulus tanpa campur tangan nafsu" sambung lan wu dengan nada pelan.


Tidak lama kemudian lan wu terserang rasa kantuk. Ia menyandarkan punggungnya di kursi kemudaian memejamkan mata untuk menyambut kantuk tersebut. Ia tertidur pulas sembari tangannya terus menggenggam tangan mulus yiyi. Senyum menghiasi bibir yiyi usai mendengarkan beberapa kata yang di ucapkan oleh lan wu tadi.


Yiyi sebenarnya tidak benar-benar tidur, ia sengaja melakukannya agar dirinya dapat menuntaskan rasa rindu di hatinya.


"Aku juga sayang pada mu" ucap yiyi manja sembari mengeratkan genggaman tangannya.


Tak terasa malam telah tiba dan lan wu masih tak kunjung bangun dari tidur duduknya, nampak yiyi yang menggelitik wajah lan wu dengan beberapa helai rambutnya. Yiyi menahan tawanya usai melihat reaksi lan wu yang sedikit meronta lalu kembali tenang. Yiyi kini mendekatkan bibirnya di kuping lan wu kemudian meniupnya.


Sontak saja lan wu menggerakan kepalanya. Yiyi kembali menahan tawa dengan menutup mulutnya dengan satu tangan.

__ADS_1


"Sayang..!!!" Teriak yiyi tepat di kuping lan wu.


Lan wu sontak terbangun seraya mendadak berdiri, kali ini yiyi tak sanggup menahan tawanya. Ia tertawa begitu keras. Lan wu menatap ke arah yiyi dengan tatapan gemas sekaan hendak mencubit pipi yiyi yang begitu bahagia usai mengerjainya. Lan wu mendekat ke arah yiyi yang masih tertawa terbahak-bahak kemudian segeraemggendong paksa yiyi dari kursi.


"Kau harus membayar atas perbuatan mu kepada ku wahai istri ku" ucap lan wu tersenyum jengkel.


"Hahahaha.. aku sangat menantikan apa yang akan kau lakukan suami ku" jawab yiyi dengan wajah yang merah.


Lan wu menggendong yiyi ke arah kamar dan menurunkan yiyi di kasur dengan sangat hati-hati, ia berdiri di samping ranjang sembari memandang yiyi yang kini telah berada dalam posisi berbaring. Lan wu tersenyum sesaat sebelum akhirnya naik ke atas ranjang dengan senyum manis di bibirnya.


"Aku sayang pada mu" ucap lan wu sembari mengecup kening yiyi.


Dengan semyum manis yiyi membalas ucapan lan wu. " Aku lebih sayang pada mu" yiyi memeluk erat tubuh lan wu.


*****..


 


 


Nungguin apa?.. hayo tualang ngintip..!!.


Btw maaf atas keterlamabatan update beberapa hari ini.


"Kenapa Thor?..."


" Author dari hari Senin sampai Senin depan lagi UAS (ujian akhir semester).


Makanya author memilih istirahat sebentar dan fokus untuk ujian beberapa hari kedepan. Harap dimaafkan ya"


Jika UAS nya lancar, dan author ada waktu kosong, maka......teng....teng.....teng....


"Ku kasih deh cz up"


Author tak pernah ingkar janji, karna janji pria adalah harga dirinya.


Ok Sampai nanti... Buy ..buy.....buy....guys...

__ADS_1


__ADS_2