
Area yang terkena dampak serangan dari lan wu ,kini terlihat seperti sebuah lubang besar berbentuk mata pedang yang masih menyisakan beberapa kobaran api berwarn hitam.
Yui tak dapat mengucap sepatah kata pun , ia hampir tak bisa berdiri usai merasakan hawa mengerikan dari api iblis .
Tak lama berselang , kini nampak 10 tetua gunung biru beserta seluruh murid yang berjumlah hampir seratus orang, datang menghampiri lan wu yang masih berdiri tenang sembari di kelilingi 9 pedang iblis .
Suasana kembali mencekam usai tersa berbagai aura membunuh yang keluar dari setiap tubuh orang di tempat itu
Beberapa tetua tersebut, terus memandangi pedang api besar yang berada di sekeliling lan wu. Meskipun usia lan wu yang masih muda , namun para tetua tersebut tidak meremehkan kemampuan lan wu .
"Mana ketua kalian ?" Tanya lan wu sembari menatap salah satu tetua yang memiliki tekanan aura lebih kuat dari pada yang lainya .
"Untuk menghadapi mu , cukup kami saja yang datang ." Jawab tetua tersebut di sertai dengan majunya seluruh murid gunung biru .
Lan wu menggerakan 1 pedang api ke arah rombongan yang menyerangnya dari depan . Pedang api lan wu meluncur lurus tepat kearah depan. Sontak para murid tersebut menyebar ke 2 arah . Lan wu menggepalkan tangannya yang sontak menciptakan ledakan api besar yang mengenai beberapa orang di sekelilingnya . Pedang ke 3 lan wu menusuk dari atas tepat di tengah kerumunan tersebut dan seketika menciptakan retakan yang cukup dalam ,sesaat sebelum pedang tersebut meledak dan menciptakan rambatan api yang begitu besar .
"Kekutan nya mengerikan !!" Teriak seorang murid yang di makan oleh kobaran api iblis dari pedang api yang meledak usai menusuk di tanah .
Hampir 20 orang tewas dalam 2 serangan pedang api milik lan wu . Sementara yang lain berhasil selamat meski mengalami cidera yang cukup parah .
Para tetua menyebar ke seluruh penjuru saat lan wu tengah sibuk menyerang para murid tersebut.
Dengan cepat lan wu melompat sembari menggerakan 1 pedang api kearah Sambaran cahaya biru yang melesat dari atas langit ke arahnya .
Ledakan besar di sertai dengan tiupan angin membuat lan wu mengaktifkan pelindung energinya .
" Cahaya itu mampu menghancurkan pedang api iblis ..!" Lan wu bergumam kesal usai mengetahu kemampuan dari jurus itu begitu kuat .
Lan wu memperhatikan ke 10 tetua yang kembali melakukan gerakan aneh di tangan mereka . Lan wu akhirnya memahami asal dari cahaya tersebut .
" Formasi 2 cahaya bintang!!" Teriak ke 10 tetua bersamaan .
Seketika muncul 2 cahaya biru di langit-langit yang mengarah tepat ke pada lan wu . Lan wu melompat mundur sembari mengaktifkan mata iblis . Serangan dari cahaya tersebut mampu menghancurkan tanah dan menciptakan lubang besar .
"Majulah !!" Ujar lan wu menggerakan pedang iblis yang tersisa untuk menghancurkan serang cahaya tersebut ,
Namun tak di sangka ,salah satu dari cahaya tersebut berhasil menerobos pedang api lan wu dan mengarah dengan cepat ke arah lan wu yang masih teralihkan oleh beberapa serangan dari murid inti .
Lan wu berhasil menebas 3 orang di depannya sesat sebelum mengambil jarak .
"Tapak api iblis!" Lan wu mengerahkan tanganya menyambut cahaya biru yang melesat di depannya .
"Aghh..." Lan wu merintih pelan sembari menahan cahaya tersebut dengan tapak api besarnya .
Lan wu terdorong beberapa langkah , ia tak menyangka jika tapak api miliknya tidak lah cukup untuk menghentikan jurus tersebut .
"Semuanya... serang dia selagi para tetua menyibukkan dia !!" Terik beberapa murid yang kini menerjang keatrah lan wu .
Melihat situas tersebut merugikannya , sontak lan wu mengelukan seluruh aura neraka miliknya . Lan wu kini membentuk puluhan pisau api di sertai dengan akar api iblis yang menyerang para murid tersebut sementara ia sibuk menahan serangan abungan dari 10 tetua .
Par murid tersebut , satu - persatu tumbangĀ akibat pisau api lan wu .meskipun hak tersebut cukup membantu , namun secara tidak langsung lan w menghabiskan banyak energi untuk mengeluarkan seluruh jurusnya secara bersamaan . Terlebih lagi , untuk mengeluarkan tapak api dalam skala maksimal .
" Tak di sangka kalian rupanya telah mempersiapkannya " ujar lan wu bersamaan dengan membesarnya tapak api tersebut .
Lan wu mendorong cahaya tersebut sekuat tenaga dan berhasil menghancurkan serangan para tetua tersebut .
Terlihat mulut dari ke 10 tetua mengeluarkan darah segar usai terkena dampak dari serangan tapak lan wu .
__ADS_1
"Bocah ini .... Ia mampu menahan 2 serangan ilahi ." Ujar salah satu tetua seraya memegang dadanya yang berada terbakar .
"Ini merupakan jurus terkuat yang kita miliki , namun dia berhasil menghancurkan nya ".
"Situasi kita semakin memburuk , lihatlah para murid yang hanya tersisa 20 an orang saja .. apakah kita harus mundur ?" Tanya seorang tetua sembari melihat pisau api lan wu yang terus menerkam setiap orang yang mencoba menyerang lan wu .
Meskipun lan wu terlihat tenang , namun ia juga mengalami luka dalam akibat 2 jurus tingkat ilahi yang di hadapinya . Nampak pisau api lan wu telah melambat dari sebelumnya . Ia kini hanya menunggu para murid tersebut mendekatinya..
Lan wu meluncurkan seluruh pisau api yang tersisa , ia menggunakan jurus penggeser waktu dan dengan cepat menebas setiap murid yang berada di tempatnya .
Lan wu terus berpindah dengan cepat dari satu tempat ketempat lain . Dalam waktu tak lebih dari 20menit. Lan wu berhasil membunuh seluruh murid di tempat tersebut tanpa menyisakan satu orang pun yang hidup .
Ia mengatur nafasnya sembari mengumpulkan energi miliknya .
Lan wu kembali menghindari beberapa serangan dari para tetua yang berusaha tetap menjaga formasi tersebut tetap ada.
Lan wu menahan serangan yang jauh lebih lemah di bandingkan dengan cahaya ilahi.
Kini lan wu lebih banyak menggunakan jurus pedangnya sembari menunggu energi nya pulih kembali . Ia terus menahan berbagai serangan kombinasi dari para tetua yang berusaha terus mengukur waktu .
Mendadak lan wu terpukul mundur sembari terlihat sebuah cahaya terang berbentuk tombak ,kini berhasil menusuk tubuh lan wu . Lan wu terdiam sembari mengeluarkan darah dari mulutnya . Ia menatap kearah langit dan menemukan seorang pria berumur 40 an tengah menatap nya dengan senyum menyeringai .sembari tetap mempertahankan jarak nya dari lan wu yang kini mulai melemah .
"Kau begitu licik ... Dasar pengecut " geram lan wu sembari berusaha menarik keluar tombak cahaya tersebut dari perutnya .
Namun semakin tangan lan wu menyentuh tombak tersebut , entah mengapa tubuhnya berasa hendak meledak . Ia mengaliri api suci bermaksud mendorong tombak tersebut , namun seketika ia merasa api suci malah balik menyerangnya .
Lan wu berfikir keras sembari terus menjaga kesadarannya .
" Kau begitu sombong dengan kemampuan mu .. sekarang terimalah akibat dari menentang gunung biru " ujar pria yang melayang di udara tersebut sembari menarik tombak yang menusuk perut lan wu tersebut .
"Tusukan kilat !!" Teriak lan wu mengeluarkan jurusnya
Namun dengan mudah tombak tersebut berhasil menahan pedang lan wu , terjadi pertukaran serangan di udara dengan singkat sebelum akhirnya lan wu mendarat di tanah usai merasakan sakit yang begitu hebat di perutnya .
Seketika formasi segel dari para tetua tersebut menjadi normal . Terlihat kembali dua cahaya ilahi yang beriringan bersama tombak cahaya yang kini berbentuk menyerupai roh singa bersayap biru .
Lan wu mengerutkan dahinya begitu merasakan tekanan luar bisa dari ke tiga jurus tersebut .
Lan wu menghindari serangan cahaya tersebut dengan cara melompat mundur . Cahaya tersebut menghantam tanah dan menciptakan ledakan besar yang mampu membuat seluruh hewan iblis lari menjauh dari dekat area tersebut . Nampak kini singa tersebut menyerang lan wu sesaat sebelum lan wu mengayunkan pedangnya .
Lan wu terpukul mundur usai mencoba menahan singa tersebut menggunakan jurus tusukan kilat . Lan wu segera menyeimbangkan langkahnya dan berhasil berdiri tegap walaupun terseret mundur cukup jauh.
Serangan tersebut terus menerjang lan wu tanpa memberinya jeda untuk mengisi energinya kembali , yang bisa lan wu lakukan adalah tereus menghindari serangan tersebut sembari mengumpulkan sedikit demi sedikit energi nya kembali .
Lan wu kini melompat mendekati salah satu tetua yang tengah fokus mengendalikan cahaya ilahi tersebut .
Lan wu menggunakan tebasan sunyi dan berhasil membuat tetua tersebut kehilangan kendalinya . Lan wu membentuk satu pisau api dan mengarahkan nya tepat ke tetua tersebut . Tak membutuhkan waktu lama sebelum pisau api lan wu berhasil meledakan tubuh tetua tersebut .
Nampak urat di wajah para tetua lainya mulai bermunculan usai mengaliri lebih banyak tenaga demi menutupi salah satu tetua yang telah terbunuh oleh lan wu .
Dengan cepat ke 3 jurus ilahi tersebut melaju ke arah lan wu . Kini lan wu tak mampu lagi menghindari jurus cepat tersebut .
Dengan memaksakan dirinya , lan wu berhasil mengeluarkan tapak api iblis dan suci .
Tapak tersebut mengarah ke jurus ilahi tersebut dan seketika menciptakan ledakan yang begitu dahsyat .
Seluruh pepohonan dan tanah seakan melayang di udara sesaat sebelum hancur menjadi partikel -partikel kecil yang tak terlihat oleh mata .
__ADS_1
Seluruh arena tertutupi oleh cahaya putih dan hanya menyisakan suara teriakan yang mengisyaratkan mereka saling mengeluarkan seluruh kemampuan yang di miliki mereka saat itu .
Di saat yang tak jelas siapa yang selamat . Mendadak dari langit nampak sebuah naga berbentuk petir yang menerjang turun ke tengah arena pertarungan tersebut dan menciptakan rambatan petir merah yang terus menggelegar dengan begitu besar .
Naga petir tersebut kini terlihat mengelilingi tubuh lan wu yang terkapar tak berdaya .
Lan wu kini memaksakan dirinya untuk berdiri sembari mengaliri api suci untuk memulihkan kondisi tubuhnya yang begitu parah .
Tak di sangka , salah satu cahaya ilahi tersebut memutari tapak api miliknya dan menyerang di saat pertahanan lan wu terbuka .
Untunglah saat lan wu terpukul mundur akibat ledakan dahsyat . Ia sempat mengeluarkan naga petir pengadil yang beberapa saat baru terfikir kan olehnya .
"Untunglah ..." Lan wu menghela nafas panjang nya seraya menyaksikan ketua gunung biru yang masih bernafas usai kehilangan tangan kanan nya akibat benturan tersebut .
Secara tidak langsung lan wu mengetahui bahwa ia masih kurang dari sebutan kuat , ia tidak menyangka formasi cahaya ilahi yang di gunakan oleh para tetua ,hampir membuatnya kehilangan nyawanya .
Selain itu , ia baru pertama kali berhadapan dengan jurus yang berada di tingkat ilahi , lan wu kini mengetahui alasan mengapa putri kaisar emas biru begitu melindungi gunung biru dan menaruh harapan besar pada peran gunung biru di perang yang akan segera terjadi .
Lan wu mengeluarkan jubah tetua pedang dewa untuk ia kenakan . Baju lan wu telah hancur akibat ledakan energi yang terjadi tadi . Usai memakai baju sakte nya. Lan wu segera mengurung ketua gunung biru di bola api suci dan kemudian ia letakan di cincin ruang miliknya . Lan wu mengambil seluruh barang berharga dari Mayat anggota gunung biru dan kemudian ia mendapati kitap dari jurus cahaya ilahi yang di gunakan oleh para tetua tersebut .
"Ka..Kaka....kau.... Ketua pedang dewa ?!" Seru Yui yang mendekat usai tidak merasakan lagi hawa bertarung di tempat tersebut .
Yui menatap lan wu dengan pandangan kaget bercampur heran , ia tidak menyangka seorang pendekar yang begitu di kenali di kekaisaran emas biru . Kini berada di depan matanya , dan merupakan orang yang telah lama ia kenal .
Lan wu menoleh ke arah Yui sembari mendekatinya dengan senyuman tenang .
"Kak yu, maaf telah menyembunyikan ini dari mu .." lan wu tersenyum sembari menyerahkan tombak ilahi beserta kitab jurus nya .
Lan wu menjelaskan agar Yui menjadi pemimpin dari gunung biru , dan lan wu akan membantunya untuk beberapa waktu hingga Yui berhasil menguasai jurus dari ketua gunung biru yang di kalahkan oleh lan wu .
Awalnya Yui menolak , namun setelah mendengar penjelasan lan wu tentang perang besar yang akan terjadi . Akhirnya Yui menerima posisi tersebut .
Lan wu segera mengumpulkan seluruh peserta ujian ,dan seketika menyatakan mereka sebagai murid inti gunung biru . Lan wu juga mengangkat beberapa murid yang berada di tahap suci akhir untuk di jadikan sebagai tetua .
Seluruh keputusan lan wu di patuhi dan di jalankan oleh para murid tersebut .
**
2 hari setelah peetarungan besar tersebut , kini gunung biru secara langsung mengumumkan tentang ketua sakte mereka yang baru . Serta perekrutan beberapa pendekar suci dan pendekar dewa tahap awal ataupun akhir .
Suasana gunung biru kembali ramai dengan pendaftaran tersebut . Terlebih lagi mereka mengetahui bahwa pendekar terkuat di kekaisaran Qin ,merupakan orang yang menghabisi era gunung biru yang lalu, dan merupakan orang yang menciptakan gunung biru yang sekarang di bawah pengawasan nya sendiri .
Para pendekar yang datang bukan hanya ingin mengikuti seleksi tersebut , namun mereka juga ada yang mempunyai penyakit sulit dan berharap jika mereka menjadi anggota gunung biru, dan mendapat bantuan dari Dewi tabib yang kini menjadi ketua gunung biru .
" Tuan sein, jumblah pendekar suci akhir hanya terdapat 6 orang yang lulus. Sedangkan untuk tingkat dewa hanya terdapat 4 orang dan merupakan tingkat dewa awal . Mereka juga belum sepenuhnya menguasai kemampuan dewa mereka " ujar salah satu tetua baru yang di angkat oleh Yui .
"Tetua sun, itu bukankah masalah . Kali ini kita harus secepatnya meningkatkan kemampuan kita agar dapat mempersiapkan diri jika terjadi masalah yang mengancam kita di hari depan " ujar Yui dengan nada serius .
Lan wu tersenyum senang usai mengetahui bahwa Yui memiliki kepemimpinan yang baik . Lan wu yakin bahwa di bawah kepemimpinan nya . Gunung biru akan jauh lebih kuat dari yang lalu .
"Baik ketua yu , anda juga kedatangan beberapa tamu dari para keluarga bangsawan yang memerlukan bantuan anda " ucap sun sembari menjelaskan tujuan dari para tamu tersebut .
Yui segera pamit kepada lan wu dan kemudian mengarah ke ruang pertemuan untuk menemui para tamu tersebut .
Lan wu memutuskan untuk menuju ruang pelatihan di tempat itu untuk memulihkan luka dalamnya akibat tombak ilahi yang sempat menembus tubuhnya . Jika saja bukan karena bantuan api suci . Lan wu pasti akan memerlukan banyak waktu agar bisa bergerak seperti sekarang. Lan wu kini mengambil posisi bersila dan segera memulai pertapaan nya .
"Urusan ku hanya tersisa satu .." gumam lan wu sembari mengaliri tubuhnya dengan api suci
__ADS_1