
"penebas bulan" ujar lan wu bersamaan dengan munculnya tekanan dasyat di sekitar area tersebut.
Pijakan lan wu nampak hancur seakan tak sanggup menahan berat dari tekanan jurus milik lan wu.
Lan wu melompat ke udara menciptakan kubangan di pijakan sebelumnya. Fei sedikit meningkatkan kewaspadaan dan menciptakan segel formasi besar di depannya. Segel tersebut terbuat dari gabungan seluruh kekuatan darah milik Fei, dan bisa di katakan bahwa formasi tersebut merupakan jurus kuat milik Fei.
"Hiah.!!" Teriak lan wu bersamaan dengan seluruh area tertutupi oleh cahaya ledakan dari benturan jurus tersebut.
Segel pelindung milik naga dewa dan ketua sakte hancur berkeping-keping akibat terkena dampak dari ledakan tersebut, di saat seperti itu seluruh penyerang mengambil inisiatif untuk mudur usai tidak sanggup menjalankan rencana mereka. Naga dewa mengeluarkan angin kuat dari kepakan sayapnya dan mampu menahan ledakan tersebut untuk tidak menyebar lebih jauh.
Naga hitam segera membentuk 7 gerbang api untuk menahan sisi lain dari ledakan tersebut. Mata mereka fokus tertuju ke asal ledakan yang kini di tutupi oleh debu. Naga emas mengeluarkan seluruh energinya dan berhasil menghilangkan kumpulan debu tersebut, terlihat lan wu yang berdiri seraya memegang lengan kanannya yang terlihat di tutupi oleh darah segar.
Saraf tangan kanan lan wu mendadak hancur usai menahan tekanan hebat dari benturan tersebut, walaupun ia tidak kehilangan lengannya namun tetap saja kondisi lengannya tidak jauh berbeda dari seseorang tanpa lengan kanan.
Chu melihat kondisi lan wu sontak mengeluarkan aura menakutkan dan bergerak cepat menerjang Fei yang di tutupi oleh bola merah dari luar.
Tidak di sangka serangan pedang milik Chu berhasil menghancurkan bola merah tersebut, lan wu sontak menyipitkan mata usai melihat kondisi Fei yang tengah di selimuti oleh energi berwarna merah.
"Dia juga terkena dampak dari jurus ku, sepertinya cahaya merah tersebut sedang mengobatinya" ujar lan wu sembari memungut pedang sunyi yang sedari tadi tergeletak di tanah.
"Tangan kanan ku sepertinya telah lumpuh, namun setidaknya itu tidak menghilangkan nyawa" lan wu kini berlari mendekat ke arah Fei.
Ia segera mengeluarkan akar api yang menjalar dan melilit sisa dari bola merah besar yang hancur di sisi depan dan kanannya. Lan wu menggunakan akar api sebagai pijakan agar dapat mendekati Fei. Ia tidak lagi memiliki energi yang cukup untuk melayang di udara.
Kini lan wu telah berdiri di atas bola merah sembari menatap ratusan petir kecil yang ikut menyelimuti sekeliling Fei.
Petir tersebut berniat melindungi Fei dari ancaman luar selama proses penyembuhan. Lan wu menarik nafas panjang beberapa kali sebelum akhirnya melompat seraya memeluk Fei dengan erat.
Tubuh lan wu nampak mengeluarkan darah usai tertusuk ratusan petir yang melindungi Fei. Chu menggerakan giginya dengan geram bersamaan dengan munculnya aura membunuh dari Chu.
"Chu Jagan menyerangnya lagi. Fei tengah terluka akibat bentrokan serangan barusan, serahkan masalah ini padaku" teriak lan wu dengan mulut yang mengalirkan darah segar.
Luka di tubuh lan wu tidaklah ringan, jika bukan karena tingkat energi hitam yang cukup mungkin dari awal ia telah tewas dalam pertarungan tersebut.
"Anggap saja ini balasan dari sakit hatimu" ujar lan wu merapatkan giginya seraya menahan rasa sakit di tubuhnya.
Petir tersebut berkumpul menjadi satu dan menciptakan badai petir di tengah-tengah lan wu dan Fei.
__ADS_1
Naga dewa segera menghentikan serangan energi dari hanzeng yang mengarah ke pusaran tersebut.
Hanzeng sedari tadi tidak tahan melihat lan wu yang terus menahan kesakitan demi melindungi sakte dan seluruh anggotanya.
"Kau tak berhak menghentikan ku.!" Bentak hanzeng dengan nada geram seraya menatap naga dewa.
"Jika aku tidak menahan serangan mu, mungkin bukan hanya gadis itu yang tewas namun juga lan wu. Kondisi mereka berdua sama-sama lemah, selain itu entah mengapa aku merasakan terjadi penyatuan jiwa dalam badai petir tersebut" ujar naga dewa sontak mengejutkan karya sakte.
"Maksud dewa naga mengenai penyatuan jiwa, apakah mereka akan berbagi takdir dan nyawa?" Tanya ketua sakte.
"Benar, biasanya penyatuan jiwa hanya terjadi kepada anak yang lahir dalam waktu yang sama, mereka akan berbagi satu takdir dan menjalankan takdir mereka bersamaan. Apa yang di rasakan lan wu, maka gadis tersebut juga akan merasakannya. Pikiran mereka akan saling berhubungan, sehingga tidak satu sama lainya tidak dapat menyembunyikan kebenaran. Aku tidak percaya dapat melihat ini secara langsung" naga dewa menatap tajam ke pusaran badai tersebut.
Sementara di dalam pusaran badai lan wu merasakan hal aneh, ia seperti mendapat penyembuhan dari energi merah yang ikut membelenggunya. Badai di sekitarnya kini tidak lagi menunjukan penolakan atas kehadiran lan wu di dalamnya.
"I.. ini..?!" Kaget lan wu usai melihat secara jelas perasaan Fei beberapa hari sejak penolakan lan wu.
Entah mengapa tanpa sadar air mata lan wu menetes seakan terbawa dalam kesedihan Fei yang di rasakan olehnya. Lan wu terdiam sejenak seraya membiarkan perasan Fei terus menunjukan hal yang selama ini di sembunyikan oleh Fei.
"Kau rupanya sangat mencintai ku" gumam lan wu dengan nada sedih.
"Aku harus bagaimana? Meskipun Duni mengancam ku, aku tidak mungkin menghianati yiyi. Aku telah bersumpah untuk hidup bersama denganya dan tidak akan mengkhianati perasaan miliknya ah..sungguh aku penyebab semua Maslaah ini" ujar lan wu mencerca dirinya sendiri.
"Kau tidak salah, aku sudah mengetahui semuanya dari hati mu" ujar Fei seraya mencium lan wu tepat di bibirnya.
Perasaan mereka semakin menyatu, nampak badai petir perlahan menghilang bersamaan dengan keduanya yang perlahan mendarat ketanah dalam posisi saling berpelukan dan memejamkan mata dengan tenang.
Naga dewa dan lainya kini menghela nafas lega usai melihat keduanya dalam kondisi selamat.
Lan wu segera menyudahi pelukan tersebut dan menggandeng tangan Fei seraya mendekat ke arah naga dewa dan lainya.
"Kau berhasil bocah" ujar naga hitam dengan senyum lebar
"Aku akan mengganti lengan kanan mu dengan bodi apai iblis, namun akan membutuhkan waktu sebulan membentuknya" ujar naga hitam seraya menatap lengan kanan lan wu yang tak bergerak sedikitpun.
Fei seketika merasa sedih, ia mengetahui dan bahkan meraskan sendiri rasa sakit yang di derita oleh lan wu dalam proses penyatuan jiwa. Lan wu segera mengelus kepala Fei seraya memasang senyum tenang di bibirnya.
Ia dapat mengetahui apa yang di pikirkan oleh Fei,dan begitu juga sebaliknya. Lan wu masih belum terbiasa dalam kondisi tersebut.
__ADS_1
"Paman naga hitam, aku tidak keberatan menunggu selama apapun lagi pula dengan kemampuan ku sekarang aku hanya memerlukan satu tangan untuk menghabisi para penjahat" ujar lan wu dengan nada bercanda.
"Heh?!" Hanzeng tiba-tiba melompat seraya mengayunkan tinju di kepala lan wu.
Lan wu mengaduh bersaman dengan Fei yang sedikit merasa sakit di bagian kepala. Hanzeng sontak tersenyum lebar usai mengingat perkataan ketua sakte dan naga dewa.
"Aih..aku melupakan hal penting, selain itu kau begitu sombong dan sok hebat. Apa salahnya membiarkan ku dan lainya untuk ikut membantu mu? Kau pikir aku tenang melihat mu mengorbankan nyawa demi kami?" Hanzeng melepaskan segala kekesalan nya kepada lan wu. Lan wu hanya pasrah sembari meminta maaf beberapa kali.
"Sepertinya aku dalam situasi buruk" lan wu tersenyum kecut usai melihat Aile yang mendekat ke arahnya dengan wajah geram.
Tanpa di duga, Aile sontak memeluk lan wu dan Fei dengan air mata yang menetes pelan dari matanya.
Lan wu membiarkan Aile menumpahkan kesedihannya seraya mendengar keluhan pelan dari mulut Aile.
"Kau selalu membuat aku khawatir, apa yang akan aku jelaskan ke ayah dan saudara lainya tentang kondisi mu?" Tanya Aile dengan Sera menahan tangis.
"Aku bukan dewa yang dapat menyembuhkan segala luka milik mu, bukankah sudah ku bilang untuk tidak memaksakan diri? Mengapa kau tidak meminta bantuan pada lainya?" Pertanyaan Aile bertubi-tubi menyerang lan wu.
Lan wu memahami betapa khawatirnya Aile kepadanya. Lan wu begitu tersentuh usai merasakan kasih sayang yang begitu besar dari seorang kakak. Lan wu mengelus pundak kakaknya sembari menyudahi pelukan tersebut.
Naga dewa dan 2 naga lainya mengucapakan salam perpisahan kepada lan wu dan ketua sakte. Mereka juga mengatakan agar ketua sakte tidak perlu khawatir untuk menunjukan kekuatan teratai putih di pertandingan antar murid berbakat.
Ketua skate sempat menanyakan beberapa hal terkait rencana buruk 8 kekuatan beberapa tahun yang lalu.
Menurut pemikiran naga dewa dalang dari rencana tersebut ialah ras harimau petir, terlebih lagi mereka semakin berani untuk menentang ras naga usai munculnya 4 tetua yang berhasil membangkitkan wujud ke 3 harimau dewa.
Hak tersebut tentu sangat menguntungkan bagi ras harimau untuk menjalankan rencana tersebut.
Dengan adanya lan wu dan Fei sebagai kunci kekuatan di teratai putih, ketua sakte tidak lagi melarang para murid untuk mengenakan seragam sakte teratai putih di luar sakte, ini merupakan saat yang tepat untuk kembali mengubah dunia dengan kemampuan generasi muda, meskipun kemampuan lan wu masih tidak sempurna namun seiring berjalannya waktu pasti lan wu akan mencapai tingkat yang belum pernah di capai oleh pendekar lain di 3 alam.
Author beserta lan wu dan kawan-kawan, mengucapkan....
Minal aidzin Walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin.
Mari saling memaafkan, karena manusia akan segera berbuat salah kembali.
Yang lalu biarlah berlalu, namun jangan di lupakan ataupun di buang. Jadikan kesalahan sebagai pelajaran dan pengetahuan baru bagi kita. Jalani hari depan dengan meminimalisir kesalahan yang akan kita timbulkan.
__ADS_1
Sehat selalu guys....buy....buy...buy ..
**