
Lan wu serentak mengeluarkan seluruh orang-orang yang masih berada di area istana menggunakan tangan-tangan dari api neraka miliknya. Usai memastikan bahwa tidak ada lagi orang yang tersisa, kini lan wu mengeluarkan seluruh aura neraka miliknya.
Lawan yang kini ia hadapi bukanlah orang yang dapat ia kalahkan dengan mudah.
Terlebih lagi aura menyeramkan yang terpancar dari keempat tombak tersebut.
"Hey.. apakah aku sekuat itu..?!" Tanya lan wu dengan nada kesal usai melihat ratusan prajurit berzirah ungu nampak bermunculan disekitarnya.
"Bunuh dia, dan hancurkan seluruh kekaisaran ini" ujar sosok yang tengah melayang di udara.
Mendengar ucapan tersebut, ratusan prajurit dari ras iblis menerjang lan wu secara bersamaan. Lan wu pun kini bergerak kedepan sembari mengendalikan wujud auranya untuk menyerang para prajurit tersebut.
Bunyi benturan senjata dari prajurit-prajurit ras iblis memenuhi udara, sedangkan lan wu terus mengerahkan wujud auranya untuk menyerang dan bertahan.
Mendadak lan wu terpukul mundur usai mendapat serangan kuat dari prajurit ras iblis yang berukuran sama dengan wujud aura milik lan wu.
Lan wu melompat ke udara seraya mengeluarkan ratusan tombak api, dan berhasil membunuh puluhan prajurit dari ras iblis. Ia kemudian melancarkan tapak hitam untuk menumbangkan 4 prajurit raksasa yang tengah bergerak cepat kearahnya.
Serangan lan wu berhasil mematahkan senjata-senjata milik ke 4 raksasa tersebut.
Lan wu kemudian mengeluarkan pedang api iblis yang digenggam oleh wujud auranya, sementara di tangan kiri dari wujud aura terdapat perisai api es.
Tebasan pedang api mampu membuat 2 dari raksasa tersebut tewas seketika menjadi debu, sementara 2 lainya berhasil menghindari serangan tersebut.
Kini hampir sebagian dari prajurit-prajurit ras iblis berhasil dibunuh oleh lan wu, hanya tersisa sekitar seratus lebih ditambah 2 raksasa tersebut.
"Sungguh melelahkan, entah dari mana asalnya prajurit-prajurit ini" pikir lan wu sembari menahan serangan para prajurit tersebut menggunakan perisai api es miliknya.
Mendadak salah satu raksasa berpindah dengan cepat kebelakang lan wu, dan kemudian memeluk wujud aura lan wu.
Raksasa satunya beserta separuh prajurit yang tersisa memanfaatkan hal tersebut untuk melumpuhkan lan wu.
Lan wu masih berusaha keras untuk meloloskan diri dari cengkeraman tersebut.
Dan ia akhirnya melompat keluar dari wujud aura sesaat sebelum ia meledakkan wujud aura tersebut menggunakan pedang api iblis.
Ledakan tersebut berhasil membunuh puluhan prajurit beserta satu raksasa yang memeluk wujud aura lan wu dari belakang.
Lan wu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menciptakan pusaran api iblis dan mengurung para prajurit yang tengah berkumpul di sekitar area ledakan.
"Pusaran api..!! Teknik pemusnahan jiwa.!!" Teriak lan wu semabri mengepalkan tangannya.
Ledakan besar yang dipenuhi oleh kobaran api berwarna hitam kini terjadi di tengah-tengah area tersebut. Ledakan dari jurus lan wu menciptakan lubang besar yang begitu dalam.
"Hos..hos...hos.. tidak ku sangka, tehnik ini begitu menguras energi. Aku harus cepat-cepat mengumpulkan kembali energi hitam yang hanya tersisa setengah" ucap lan wu sembari berkonsentrasi mengumpulkan energi.
Sementara sorot wajah dari pria yang tengah melayang di udara berubah menjadi geram.
Ia tidak menyangka bahwa sekitar 200 prajurit nya yang berada di tingkat suci langit akhir, serta 4 prajurit raksasa yang telah memasuki tingkat dewa bintang akhir berhasil dikalahkan oleh lan wu seorang diri.
"Maju.!" Ujar pria tersebut mengarahkan 1 tombaknya untuk menyerang lan wu.
__ADS_1
Disisi lain lan wu kini telah berhasil memulihkan sebagian energinya, ia dengan cepat mengeluarkan tapak hitam untuk menahan tombak yang di arahkan oleh pria tersebut.
"Apa.?!!" Kaget Lan wu seraya melompat kesamping.
Ia tidak menyangka bahwa tapak hitam dari aura neraka dapat di tembus dengan mudah oleh tombak tersebut. Lan wu bertambah kaget usai melihat kerusakan yang disebabkan oleh tombak yang kini tertancap di tanah.
"Pusaran api" ujar lan wu bersamaan dengan melesatnya pusaran api dari arah bawah pria tersebut.
Namun tombak yang semula tertancap di tanah, mendadak bergerak cepat kearah pria tersebut. Tombak itu nampak berputar-putar dan menyebabkan tekanan angin besar yang berhasil menahan pusaran api iblis.
Melihat hal tersebut lan wu sontak menggerakkan tangannya kearah atas, dan terciptalah puluhan tangan api yang menjalar naik kearah atas.
Pria tersebut mengarahkan tombak satunya kearah bawah dan berhasil melenyapkan puluhan tangan api milik lan wu, akan tetapi dari tengah-tengah tangan api yang hancur, mendadak terlihat sebuah tombak besar yang melaju kencang kearah pria tersebut.
"Tidak buruk" ujar pria tersebut bersamaan dengan munculnya aura berwarna ungu dari salah satu tombak tersebut.
Lan wu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memperkuat tombak api tersebut yang kini hampir bertabrakan dengan tombak milik pria tersebut.
"Argh.!!" Rintih lan wu seraya memuntahkan darah segar dari mulutnya akibat benturan kedua jurus tersebut.
"Kekuatan macam apa ini.?!" Tanya lan wu dengan wajah menahan sakit.
Hampir 6 menit kedua tombak tersebut saling beradu, dan lan wu terlihat begitu kesakitan, sementara pria di atasnya tidak begitu merasakan efeo dari benturan tersebut.
Lan wu berusaha menarik pedang sunyi menggunakan tangan kirinya, dan berpindah dengan cepat sesaat sebelum tombak api miliknya berhasil dihancurkan oleh tombak pria tersebut.
"Tebasan dewa sunyi.!" Teriak lan wu yang kini telah berada dibelakang pria tersebut.
"Uhug.!!" Lan wu kembali memuntahkan darah segar dari mulutnya usai mendarat di tanah.
"Takdir yang kau pikul terlalu berat, ada baiknya bila kau menghilang dari dunia ini dan menetap di suatu tempat.!!" Ucap pria tersebut seraya perlahan mendarat di tanah.
Lan wu membersihkan bekas darah yang masih tersisa di pinggiran mulutnya, dan kemudaian berdiri kembali seraya menggenggam pedang sunyi miliknya.
"Kemampuan mu saat ini belumlah cukup untuk mengalahkan ku, meskipun kau telah memiliki seluruh aura negatif dari iblis singa. Aku sarankan agar kau berlatih kembali dan jangan mencampuri urusan di alam ini" ujar pria tersebut dengan wajah tenang.
Lan wu sontak menjadi heran akan maksud dari perkataan pria tersebut, terlebih lagi lan wu kini tidak merasakan aura membunuh yang sedari tadi terpancar dari pria tersebut.
"Kekacauan yang sekarang terjadi di kakaisaran ini, merupakan bagian dari rencana kaum atas untuk memperlambat perkembangan mu, serta mengacaukan mental mu" sambung pria tersebut.
"Apa maksud dari ucapan mu? Apakah rencana dari emas biru ada hubungannya dengan serangan ini?" Tanya lan wu dengan wajah geram.
"Kau benar, tujuan dari kekaisaran emas biru bukanlah menguasai kekaisaran Qin, namun untuk memusnahkan sakte pedang dewa, dan saat ini tengah terjadi pertarungan besar di sakte pedang dewa.." jelas pria tersebut sontak membuat lan wu menjadi sangat terkejut.
Tanpa pikir panjang lan wu melesat ke udara dan berniat untuk memeriksa sendiri kebenaran dari ucapan pria tersebut, namun mendadak sebuah tombak hitam menghantam tubuh lan wu hingga terpental ke tanah.
"Kepar*t..!! Apa yang kau lakukan.?!!" Tanya lan wu dengan nada geram.
Lan wu melepaskan puluhan pisau api seraya menerjang pria tersebut dengan pedangnya, akan tetapi ke 4 tombak yang sedari tadi melayang disekitar pria tersebut dapat menghalau serangan lan wu dengan mudah.
Lan wu terpukul mundur oleh pukulan yang diarahkan oleh pria tersebut. Belum sempat lan wu menstabilkan tubuhnya, kini pergerakan lan wu di kunci oleh 4 tombak milik pria tersebut.
__ADS_1
Energi lan wu serasa disedot, dan tubuhnya ditekan hingga terkapar di tanah. Dari arah belakang pria tersebut muncul 1000 lingkaran berwarna ungu yang menambah tekanan dari ke 4 tombak tersebut.
Lan wu tertancap cukup dalam di tanah dan diikuti oleh lingkaran energi berwarna ungu yang mengurungnya. Lan wu begitu tak berdaya menghadapi kemampuan hebat dari pria tersebut.
"Se..se.. benarnya apa yang kau rencanakan..?!" Tanya lan wu dengan suara yang tertahan.
"Menjaga agar dunia ini tidak dikuasai oleh kaum atas, jika bukan karena janji ku kepada seseorang mungkin saja kau telah kehilangan arah hidup mu sekarang" jawab pria tersebut semabri melayangkan kurungan energi yang membelenggu lan wu.
"Seseorang..?! Aku tidak peduli..! Nyawa teman-teman serta keluarga ku sedang dalam bahaya..!! Lepaskan aku.!!!" Teriak lan wu memaksakan dirinya.
"Semua sudah ditakdirkan, tugas ku hanya menjaga mu agar tetap selamat hingga pantas untuk memikul takdir mu. Kau jangan khawatirkan istri dan kedua anak mu, aku telah mengutus beberapa orang kepercayaan ku untuk membawa mereka ketempat yang aman" sambung pria tersebut sesaat sebelum pandangan lan wu memudar.
**
Kondisi diluar istana perlahan membaik, usai beberapa tetua sakte ikut bergabung dalam pertempuran tersebut. Kondisi istana begitu kacau dan memerlukan perbaikan ekstra yang memakan banyak waktu.
Untuk sementara kaisar an dan para pengikutnya akan tinggal di kuil matahari seraya menunggu perbaikan isatana selesai.
Para prajurit yang tersisa di tugaskan untuk mengubur para prajurit yang gugur, dan membersihkannya ratusan mayat dari ras iblis.
Kemunculan ras iblis kini membuat jenis seluruh sakte-sakte yang berada di kekaisaran Qin, terlebih lagi lenyapnya lan wu secara mendadak tanpa meninggalkan jejak apapun.
Kaisar dan tetua Feng meminta agar siyouyu dan pria yang mengawalnya untuk menceritakan kondisi sesaat sebelum lan wu mengeluarkan seluruh orang-orang dari area dalam istana.
Saat tetapi feng tengah berbincang dengan kaisar an mengenai perihal hilangnya lan wu, mendadak salah satu dari murid pedang dewa menghampiri tetua Feng dengan terburu-buru.
Murid tersebut nampak di penuhi darah segar dan beberapa pedang yang menancap di tubuhnya.
"Sa..sa...sakte...di...serang.." ucap murid tersebut sesaat sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
Wajah tetua Feng mendadak berubah geram, ia dengan cepat bergegas untuk kembali ke pedang dewa, meninggalkan kaisar yang masih terkejut mendengar perkataan murid tersebut.
"Kaisar.. apakah anda melihat tetua Feng dan houcung..?!" Teriak Ming yu dari atas punggung xioca.
Kondisi Ming yu juga begitu kacau, ia dipenuhi oleh luka besar sebuah sayatan di mata kanannya.
Di samping xioca juga terdapat elang muda yang membawa tetua Yuan beserta istri dan anaknya, namun kondisi ketiganya begitu parah hingga kehilangan kesadarannya.
"Apa yang terjadi..?! Bagaimana bisa kalian tidak memberitahukan hal ini kepada ku?" Tanya kaisar an dengan wajah sedih.
"Maaf kaisar, serangan Meraka begitu mendadak dan cepat. Kondisi sakte sekarang telah rata dengan tanah, banyak tetua serta murid-murid sakte yang guru dalam pertempuran" jelas Ming yu yang juga begitu sedih atas kejadian tersebut.
"Bagaiamana dengan kondisi ketua Jian?" Tanya kaisar an mendadak membuat Ming yu terdiam cukup lama.
"Ke.. ketua... Gugur secara terhormat, ia mengorbankan dirinya dan berhasil membunuh 10 orang hebat dari ras iblis.. ia ketua yang hebat..!!" Teriak Ming yu dengan nada sesak.
"Aku..tidak menyangka orang sehebat Jian.." kaisar tak sanggup meneruskan ucapannya.
Kaisar segera memberitahukan tujuan dari tetua Feng, dan Ming yu mengejarnya dengan cepat. Ia tidak ingin tetua Feng melihat kondisi pedang dewa yang banyak dipenuhi oleh jasad- jasad penghuni pedang dewa.
Tidak hanya pedang dewa yang musnah, akan tetapi seluruh kota dewa juga ikut musnah oleh serangan tersebut. Kini pedang dewa hanya tersisa puing-puing dan sejarah panjangnya.
__ADS_1