
Cegah seorang prajurit sembari berlari sempoyongan kearah kaisar.
Dengan wajah yang pucat prajurit tersebut menyampaikan informasinyan.
"Kediaman keluarga dewa, lima pilar pedang, perguruan dewa, keluarga Mu dan Long saat ini sedang di serang oleh pasukan dari raja neraka..!"
Kaisar Yeng seketika menghampiri prajurit tersebut dan menendangnya dengan keras.
"Apa yang kau katakan..?! Bagaimana curut-curut seperti mereka memiliki kemampuan sekuat ini.!"
Kaisar Yeng mencengkram leher prajurit tersebut dengan kobaran api berwarna merah pekat yang menyelimuti tangannya.
"Ampu.. ampuni aku yang...yang mulia.. tetapi informasi tersebut disampaikan langsung oleh para petinggi masing-masing 5 kekuatan utama.."
"Pergi keluar dan bunuh orang-orang itu, aku tidak peduli lagi dengan hal apapun"
Dengan dinginnya kaisar Yeng melangkah kearah pintu istana seraya diikuti oleh 4 jenderal muda dan 3 Kasim yang berada di ranah permulaan separuh immortal 2.
Diluar istana, terlihat Lan wu dan pasukannya menghentikan serangan mereka usai merasakan tekanan dasyat yang tiba-tiba.
Dilain pihak, para prajurit yang tersisa terlihat begitu senang dan kembali bersemangat untuk berperang. Hal tersebut dikarenakan dari sisi depan tepatnya gerbang utama istana terlihat 2 pria berusia 50 an yang menunggangi kuda gagah masuk kedalam area istana.
"Pasukan naga tempur dan pasukan dewa pedang telah datang.!"
Teriak seorang prajurit dari sisi kedua pria yang merupakan jendral besar bernama Long won dan Mu Jiashen.
Dibelakang kedua jendral tersebut berbaris rapi 12.000 prajurit gabungan yang memenuhi area istana.
"Memberi hormat kepada yang mulia kaisar, maaf atas keterlamabatan kami"
Ujar Long won memberikan salam dan menyampaikan alasan keterlamabatan nya disusul oleh Mu jiashen yang mengatakan hal serupa.
Pintu istana yang semula tertutup rapat kini terbuka lebar dan keluarlah kaisar Yeng dan 4 jendral muda serta 3 Kasim istana yang berdiri tenang belakang kaisar Yeng.
Dilain pihak nampak 50 anggota Diyuze yang dibawa oleh Lan wu segera melompat mundur dan membentuk formasi lingkaran untuk melindungi Lan wu dari segala arah.
"Jangan lengah, bersiap-siap untuk datangnya serangan.."
Tutur King yewan memberikan instruksi dari atas kalajengking bajanya.
Kembali ke sisi kaisar Yeng.
Dengan nada tegas bercampur kesal, kaisar menyerukan kepada seluruh pasukannya untuk membunuh seluruh orang yang menyerang istana.
Berdalih kan oleh aturan dinasti, kaisar Yeng mengecap Lan wu dan pasukannya sebagai pemberontak dan pantas mendapatkan hukuman mati.
"Para prajurit dan jendral ku, hari ini dinasti dewa pedang yang telah berdiri ratusan tahun kini dipermalukan oleh orang-orang yang menyebut diri mereka Diyuze. Habisi penghianat ini untuk kedamaian dinasti kita.!"
Para prajurit gabungan nampak terdiam mendengarkan perkataan dari kaisar yang berdiri didepan pintu masuk istana.
"Bunuh penghianat.!"
__ADS_1
"Habisi mereka.!"
Teriakan balasan dari pasukan gabungkan terdengar menggema di seluruh area istana.
Sembari mengangkat senjata, mereka berbaris rapi dan membentuk formasi penyerang yang dikomandoi oleh kedua jendral besar.
"Tembakan panah..!"
Komando jendral Long won sembari mengangkat pedangnya keudara yang membuat raut wajah dari pengikut Lan wu menjadi tegang.
"Jangan panik, aku akan berdiri paling depan"
King Yewan menggunakan kembali tehnik memanggil beast nya disusul oleh King turang yang menggunakan tehnik serangga beracun untuk menutupi sekeliling mereka.
"Sial..! Energi ku hampir habis, untuk mempertahankan kalajengking baja hingga saat ini... Memerlukan konsumsi energi yang tidak sedikit.."
King yewan bergumam pelan seraya merapatkan gigi-giginya.
King turang mengisyaratkan kepada yang lainnya agar menyalurkan energi mereka kepada serangga miliknya untuk memperkuat daya tahan dari serangga-serangga tersebut.
"Bergerak cepat, jangan sampai mereka meloloskan diri.!"
Teriak jendral Long won menyerukan pasukan naga tempur untuk menyerang kelompok Lan wu secara langsung.
Deru langkah kaki para prajurit bersamaan dengan teriakan mereka membuat beberapa anggota organisasi Diyuze menjadi gentar.
Namun dengan keyakinan mereka kepada King turang dan King yewan, mereka berhasil menenangkan diri mereka sendiri.
"Haa.!"
Gempuran dari luar membuat King turan kewalahan untuk menangani serangan-serangan tersebut.
"7 racun dunia bawah serang..!"
King turang mengeretakkan giginya menahan tekanan balik dari jurus yang ia gunakan tersebut.
Dilain pihak, jendral Long won dan pasukannya kebingungan melihat serangga yang menyelimuti Lan wu dan lainya berubah warna menjadi hijau tua.
Beberapa prajurit berniat memeriksa serangga tersebut, namun ketika ia menyentuh serangga King turang seketika tubuhnya menghitam dan tewas dengan cepat.
"Mundur..! Jangan mendekat..!"
Kaisar Yeng dari barisan belakang meneriaki pasukan naga tempur dan pasukan lainya.
Ia memerintahkan kepada 3 Kasim untuk menangani serangga-serangga beracun tersebut dengan kemampuan khusus mereka.
"Cih.. ingin menetralkan racun ku? Jangan bermimpi untuk melihat matahari jika terkena racun ku."
Ujar King turang yang dapat didengarkan oleh kaisar Yeng dan lainya dari luar.
Ketiga kasim tersebut kini berada tepat di hadapan serangga, mereka membentuk sebuah formasi segel untuk mengurung ratusan serangga tersebut.
__ADS_1
Didalam kerumunan serangga, King turang tersenyum tipis dengan gerakan jarinya yang seperti mengendalikan sesuatu dengan sepuluh jarinya.
"Awas..!"
Dengan cepat wakil jendral dari paukan dewa pedang berpindah posisi kehadapan tiga Kasim seraya menebas beberapa serangga yang bergerak menyerang.
Wajah ketiga Kasim tersebut nampak memucat. Mereka saling berpandangan dengan ekspresi tegang kemudian melanjutkan formasi segel mereka.
"Heh..! Apakah cuma itu yang kau bisa?"
Tanya wakil jendral menantang King turang dengan percaya diri.
Dari dalam kerumunan serangga, King turang membalas perkataan wakil jendral dengan membentuk huruf dari beberapa serangga nya.
"Hidup mu kini menjadi milik ku"
Jawaban yang diberikan King turang melalui serangga nya tidak di anggap serius oleh wakil jendral dan ketiga kasim.
Mereka menertawakan kebodohan King turang dan menganggapnya sebagai omong kosong.
Namun ekspresi bahagia tersebut berganti menjadi kepanikan setelah kerumunan serangga-serangga itu mendadak menyebar dan menyerang ke-empat orang didekatnya.
"Menyingkir..!"
"Cepat bantu wakil jendral..!"
Seru para prajurit yang kini menjadi panik dan tidak lagi memperhatikan formasi pasukan mereka.
Kedua jendral besar kini terjun langsung untuk mengatasi serangga-serangga beracun yang telah memakan belasan orang yang mencoba mendekati wakil jendral dan para Kasim.
Ke-empat orang tersebut tidak disentuh oleh serangga King turang, mereka hanya mengelilingi ke-empat orang tersebut dan membunuh orang-orang yang mencoba menyelamatkan mereka.
"Sial..! Trik murahan ini, biar aku yang mengatasinya.!"
Geram jendral Long won sembari memainkan pedangnya menebas beberapa serangga yang mencoba mengigit nya.
"Auman naga"
"Rooooar..!"
Gelombang udara dari teriakan Long won memecah kerumunan serangga yang mengelilingi para Kasim dan wakil jendral pasukan pedang dewa menjadi dua bagian.
Wajah kelelahan, dilain sisi kini King turang nampak memuntahkan darah segar seraya berlutut ditanah.
"Serangga nya.. serangga nya lenyap"
Ujar para prajurit dengan nada senang bercampur lega. Kini tanpa serangga-serangga King turang, keberadaan Lan wu dan pengikutnya terlihat jelas.
"Orang seperti apa yang bisa mengendalikan beast tingkat kaisar iblis..?"
Heran kaisar Yeng menatap kalajengking baja dan puluhan beast tingkat raja 5 yang berjejer dihadapan King yewan.
__ADS_1
"Tapak api iblis"
Hawa mendadak menjadi begitu panas bercampur sesak. Kedua jendral besar menengadahkan kepalanya kearah langit menatap sebuah tapak api berukuran raksasa yang bisa menghancurkan seluruh area istana jika terkena.