Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
sambutan


__ADS_3

Lan wu mengeluarkan puluhan pisau apinya seraya bergerak mendekati kedua orang tersebut yang hendak menjaga jarak darinya.


Pisau api milik Lan wu coba di tahan oleh jurus kuat milik pemimpin lima orang suku barbar sementara yang satunya fokus untuk menyerang.


"Tidak mungkin.!" Kaget pria yang bertarung satu lawan satu dengan Lan wu usai puluhan pisau api yang mengelilingi pemimpin mereka, berubah menjadi tornado kecil yang menghancurkan orang tersebut.


"Si..sia..siapa kau..?" Tanya pria tersebut dengan nada gagap seraya mundur pelan-pelan menghindari Lan wu.


"Argh..! Terkutuk..ka..lian.." umpat pria tersebut usai sebuah energi pedang tajam menembus tubuhnya dari arah belakang.


"Kau tidak apa-apa..?" Tanya seorang gadis yang bisa dibilang telah membantu Lan wu membunuh orang tersebut.


"Kau..! Bajingan..! Beraninya muncul dihadapan ku.!" Geram Lan wu dengan cepat berpindah ke udara dan melayangkan tinjunya kearah gadis tersebut.


Untungnya ia sempat menciptakan perisai energi dan menahan pukulan Lan wu meskipun ia tetap terpental hingga ketanah.


Dengan wajah kesal bercampur heran, gadis tersebut bertanya dengan nada keras kepada Lan wu. " Apa yang kau lakukan..?! Bukankah aku telah menyelamatkan mu.?!"


"Cih..! Lain kali jangan ikut campur" balas Lan wu dengan nada kesal sembari menenangkan dirinya.


Dari kejauhan terlihat Qinde dan lainya mendekat kearah Lan wu dan menanyakan kejadian barusan yang juga mereka lihat.

__ADS_1


Dengan wajah yang masih terlihat kesal, Lan wu menjawab singkat pertanyaan tersebut.


"Wajahnya mirip dengan seseorang yang ku kenal.!"


Wun menjelaskan bahwa gadis tersebut bernama Dan Huoli, ia merupakan perwakilan dari 5 pilar pedang dan sekaligus merupakan putri dari kaisar dinasti dewa pedang.


Lan wu mengabaikan hal tersebut dan meminta beberapa tentara senior yang datang bersama Huoli untuk mengantarkan mereka menuju benteng.


Gadis yang berdiri disamping Lan wu tersebut sontak bertanya-tanya alasan mengapa Lan wu begitu dingin dengan dirinya.


"Huh..! Apa kita pernah bertemu? Mengapa dia terlihat begitu marah, bahkan setelah mengetahui status ku dia masih berani mengabaikan ku.!" Kesal gadis tersebut seraya bertanya dalam hati.


"Sakte immortal adalah sakte pertama di kota amor, tentu saja murid-murid mereka bukanlah sampah. Laporkan kepada kakak ku tentang kejadian ini, aku ingin ke-tujuh orang itu bergabung kedalam pasukan khusus dan berikan posis yang sesuai dengan kemampuan mereka." Ucap Huoli.


Sesampainya di benteng, Ran Xiojan dan Long Qinde menemui jendral pasukan dibenteng tersebut dan meminta agar mereka ditempatkan sebagai penjaga benteng luar di sayap kanan.


Namun hal tersebut ditolak oleh jendral benteng itu dengan alasan bawa pangeran ke 3 telah mengatur tempat yang sesuai bagi setiap sekutu yang bergabung.


Disisi lain terlihat Lan wu yang tengah duduk santai didalam tenda seraya berbincang ringan dengan Wun yuba, Long rudo, Qihua, dan Angwu.


"Sial..! Sial..! Sial..!" Geram Qinde dengan wajah kesal seraya memasuki tenda yang terdapat Lan wu dan lainya.

__ADS_1


"Tenangkan dirimu saudari Qinde, aku rasa kita masih bisa membujuk jenderal itu lagi"


Lan wu dan lainya nampak keheranan melihat ekspresi wajah Qinde yang begitu kesal.


"Ada apa?"


Dengan wajah yang penuh penyesalan Ran xiojan menjawab pertanyaan Lan wu seraya duduk di kursi. "Hais..! Jendral itu telah menempatkan kita secara terpisah di divis masing-masing.."


"Apa..?! Bagaimana bisa seperti ini..!" Kaget Qihua yang mendadak bangkit dari kursinya.


"Aku, saudari Qinde, dan saudara Wun akan ditempatkan di pasukan pedang yang dipimpin oleh ketua lembah pedang bumi. Sementara saudari Qihua, saudara Long rudo, dan saudari Angwu akan ditempatkan di barisan kedua sayap kanan..."


Kini semua orang termasuk Lan wu menjadi penasaran dimanakah Lan wu ditempatkan.


"Sementara saudara Kein akan bergabung dengan jendral benteng, pangeran ke 3, dan putri Huoli, serta 2 tetua 5 pilar pedang yang akan berdiri di garis depan.." sambung Ran xiojan membuat orang-orang tersebut kaget bukan main.


"Bagaimana bisa saudara Kein ditempatkan digaris depan? Bukankah ia hanya akan menjadi umpan..?!" Teriak Long rudo yang disetujui oleh Qinde dan lainya.


Sementara Lan wu masih begitu tenang dan akhirnya melerai perdebatan ditenda tersebut. " Tenanglah, sekarang yang terpenting, kalian pergilah menuju barak masing-masing dan mendengarkan arahan.


Jika besok terjadi sesuatu dengan kalian maka aku akan menggantung jendral ini" tutur Lan wu sembari meletakan cangkir diatas meja dan berjalan keluar tenda terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2