Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
kekacauan yang menguntungkan


__ADS_3

"Wah..wah..aku tidak berpikir bahwa kau cukup menarik. Lagian untuk apa aku melakukannya?" Tanya Lan wu yang sedikit tertarik dengan sifat pemuda dihadapannya.


"Hehehe..tentu saja sebab hidup ku berharga, banyak orang yang menginginkan hidup ku ini namun akhirnya kau yang berkesempatan untuk mengambil nya" jawab Wuo zanju yang senyumnya berubah menjadi datar. "Aku ingin agar kau mengambil nyawa seluruh keluarga Wuo"


"Maaf aku tidak tertarik mencari masalah.." jawab Lan wu dengan wajah datar.


Wuo zanju terlihat merubah posisi duduknya yang kini menjadi bersujud. Lan wu mengerutkan keningnya dan memandangi pemuda tersebut dengan wajah heran.


"Aku memohon, selain untuk membalaskan dendam ku. Dengan menguasai keluarga Wuo maka anda bisa memiliki akses kuat untuk keluar masuk di area istana tentu itu menguntungkan bagi mu.." jelas Wuo.


Lan wu memikirkan sejenak tawaran tersebut seraya mempertimbangkan resiko yang nantinya terjadi. Jika ia melakukan penyerangan secara langsung maka 5 kekuatan besar di pusat kota tentu akan menjadi lawannya.


Selain itu Lan wu belum mendapatkan informasi jelas mengenai keterlibatan keluarga dewa dan kekaisran Qin yang berniat menguasai dataran barat.


Jika mereka merencanakan hal tersebut tentu saja ada kekuatan besar yang bersembunyi dibalik layar. Tujuan utama Lan wu adalah mengungkap sosok seperti itu kemudian melenyapkannya.


"Bagaimana jika aku menawarkan mu untuk menjadi pemimpin keluarga Wuo?" Tanya Lan wu yang kini mengejutkan Wuo zanju.


"Apakah.. apakah..kau bercanda?"


Lan wu menggeleng pelan menandakan bahwa ia serius.


"Sial..! Ini membuat ku senang..hahahaha..!" Teriak Wuo zanju seraya melompat dengan ekspresi kegirangan.


Sementara Lan wu terdiam menatap perubahan sikap pemuda tersebut. "Hey.. apakah anak ini benar-benar terluka..? Mengapa aku merasa bahwa aku sedang di manfaatkan..?"


"Tuan..kau tenang saja, dengan bantuan mu maka dendam ku serta tujuan anda akan tercapai. Aku akan berkerja keras.." ucap Wuo zanju yang kembali berlutut.

__ADS_1


"Baiklah.. aku akan menjadikan mu pelayanan ketiga ku dari organisasi Diyuze, kau bertugas untuk menghabisi musuh dari balik layar. Aku akan menggunakan kontrak jiwa untuk berjaga-jaga.." ujar Lan wu yang tidak sepenuhnya mempercayai pemuda tersebut.


"Silahkan tuan, bagiku bisa membalaskan dendam adalah segalanya. Kau akan menjadi tuan ku jadi aku tidak akan membantah." Jawab Wuo zanju yang tidak keberatan.


Lan wu mulai melakukan kontrak jiwa dan mengikat Wuo zanju sebagai pelayan seumur hidupnya. Kelak jika Wuo zanju memiliki niat buruk terhadap organisasi ataupun Lan wu sendiri maka kontrak jiwa akan bekerja dan membunuhnya.


"Aku mendengar perintah tuan, Wuo zanju akan melakukan yang dikatakan.." Wuo zanju bersujud kepada Lan wu dengan wajah yang begitu tenang.


"Zanju... apakah kau tau mengapa hasrat milik mu untuk membunuh begitu besar?" Tanya Lan wu seraya menyuruh Wuo zanju untuk berdiri.


"Hemm.." Wuo zanju nampak berpikir sejenak seraya bergumam sendiri. "Mungkin saja karena tehnik khusus yang aku latih. Sejak kecil aku terinspirasi dari iblis untuk bertindak seperti mereka. Selain kuat dan mengerikan, mereka tidak terkekang oleh aturan membosankan dan begitu bebas berbeda dengan kultivator aliran putih.." jelas Wuo zanju tanpa beban sedikitpun.


Lan wu tersenyum mendengar pendapat aneh dari Wuo zanju, akan tetapi apa yang dikatakan oleh pemuda tersebut tidaklah salah.


"Hahaha..kau semakin menarik" Lan wu tertawa keras seraya menggaruk-garuk kepalanya. "Ehem" raut wajah Lan wu kembali serius.


Wuo zanju menatap ke-empat gulungan tersebut dengan wajah keheranan. "Tuan, bukankah ini kitab-kitab jurus iblis? Mengapa kau memiliki banyak kita aliran iblis?" Tanya Wuo zanju dengan nada heran.


"Guru kedua ku dahulunya merupakan salah satu pendekar aliran hitam yang disebut naga hitam. Ia memberikan seluruh jurusnya kepada ku saat aku sedang sekarat.." jawab Lan wu menjelaskan. "Diantara jurusnya tersebut ada sebuah kitab yang bernama kitab neraka. Pada dasarnya aku hanya melatih aura neraka dan tidak menyangka bahwa satu jurus dari kitab tersebut bisa menjadi begitu kuat..."


Wuo zanju melirik gulungan jurus yang mengeluarkan aura lebih hitam ketimbang yang lainnya. "Apakah ini kitab yang tuan maksud?" Tanya pemuda tersebut.


"Benar, jumblah keseluruhan jurus kitab neraka sekitar 6 tahap mulai dari gerakan dasar, pembentukan aura, pencapaian fisik, gerakan menengah, roh bawaan, dan terakhir adalah inti dari kitab iblis.


Pada tahap ke-enam akan ada beberapa level yang kau lewati hingga menguasai level tertinggi pada kitab iblis, akan ada saat dimana kau membangkitkan senjata roh iblis milik mu yang nantinya akan meningkatkan basis kultivasi mu" jelas Lan wu.


"Jadi, seperti apa senjata roh milik tuan?" Tanya Wuo zanju dengan ekspresi tidak sabar dan senyum lebarnya.

__ADS_1


"Hahaha..kau ini, aku kan sudah bilang sebelumnya bahwa aku hanya melatih aura neraka. Namun jika kau ingin melihat senjata roh milik ku maka aku akan menunjukkan sesuatu yang bagus" ujar Lan wu seraya menyuruh Wuo zanju untuk mundur beberapa langkah.


Lan wu mengeluarkan satu pilar langit yang kini menancap kuat di hadapannya. Wuo zanju seketika merinding melihat aura mengerikan dan juga niat membunuh yang terpancar keluar dari tombak dihadapan Lan wu.


"Tuan..tuan.. bisakah kau menghilangkan aura dan energi negatif senjata mu, jika kau tidak melakukannya maka pelayan mu ini hanya tinggal nama nantinya.." mohon Wuo zanju dengan senyum kecutnya seraya membersihkan keringat di wajahnya.


Lan wu tersenyum puas usai mengerjai pemuda tersebut, ia menetralkan energi tombak tersebut dan mempersilahkan Wuo zanju untuk mendekat.


Wuo zanju nampak begitu kagum dan tertarik dengan tombak tersebut. Ia menanyakan kepada Lan wu asal dari tombak didepannya tersebut.


"Hmm..bisa dibilang bahwa aku mewarisinya dari seseorang yang begitu menakutkan. Kau hanya perlu melatih kitab neraka semampu mu, lagian untuk membalaskan dendam mu dengan kekuatan saaat ini tidaklah cukup kecuali jika kau ingin aku yang mengambil nyawa.." ucapan Lan wu dipotong oleh Wuo zanju.


"Tidak tuan.! Aku sendiri yang akan membunuhnya, aku akan berlatih sekeras mungkin bahkan jika harus menjual jiwa ku kepada iblis..!" Ujar Wuo zanju yang nampak begitu kesal.


"Hahaha..bagus, kau adalah pelayan yang cocok untuk mengurus hal-hal seperti ini. Kau akan menjadi iblis yang mengerikan dan ditakuti oleh orang-orang nantinya, tapi jangan lupa bahwa kau adalah manusia yang juga memiliki rasa keadilan dan belas kasih terhadap orang yang tertindas" ucap Lan wu yang menyerahkan kitab neraka kepada Wuo zanju.


"Kembalilah ke keluarga utama mu dan jelaskan tentang kemunculan organisasi Diyuze, biarkan orang-orang kuat mereka datang mengincar ku. Aku akan melenyapkan mereka dari luar sementara tugas mu adalah mengacaukan dan merebut posisi pemimpin di keluarga itu" sambung Lan wu dengan wajah senang.


"Hehehe..tuan serahkan kepada ku, bajingan-bajingan ini cepat atau lambat akan menjadi baju ku" jawab Wuo zanju yang entah mengapa membuat Lan wu sedikit merinding menderanya.


"Sudah..sudah..cepat pergi dan mulai bekerja"


Wuo zanju pamit untuk pergi dan terlebih dahulu membereskan beberapa pengikutnya yang masih tersisa. Ia membunuh orang-orang tersebut dengan penuh kesenangan seraya membasahi wajahnya dengan darah.


Setelah Wuo zanju pergi, Lan wu juga bergegas untuk kembali menjadi kediamanya lamanya di barat ibukota.


Dalam perjalanannya Lan wu tidak terburu-buru dan memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat searah dengan tujuannya.

__ADS_1


__ADS_2