Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
jenius yang bersembunyi


__ADS_3

Setelah cukup menghirup udara segar, Lan wu memutuskan untuk masuk kedalam kamarnya. Sembari merebahkan tubuhnya di atas kasur, Lan wu terpikirkan oleh kesadaran naga bumi yang tersegel di paviliun pelatihan roh.


Ia merasa janggal dengan keberadaan naga bumi. "Mengapa musuh abadi ras naga tersebut menyegel naga bumi dan bukan membunuhnya?"


Pikiran Lan wu berlari mencari jawaban dari pertanyaan dibenaknya.


Serasa tidak menemukan jawaban, Lan wu memiringkan tubuhnya seraya memejamkan mata seraya melanjutkan pikirannya.


Ia menjadi begitu lelah hingga tanpa sadar dirinya terlelap.


**


Jauh di barat ibukota, terlihat rombongan dari putri Jijie memasuki kediaman keluarga Kai yang disambut langsung oleh Kai kan dan 3 saudaranya.


Kedatangan putri Jijie bertujuan untuk mengundang keluarga Kai untuk berpartisipasi dalam turnamen generasi muda seluruh ibukota bagian barat.


Pemenang dari turnamen tersebut akan tunangkan dengan keponakan putri Jijie yang saat ini berusia 18 tahun, dan merupakan murid di perguruan dewa.


Didalam kediaman keluarga Kai.


Kai kan menghidangkan jamuan mewah dan seorang pamain kecapi terkenal untuk menghibur tamu-tamunya.


Seraya mendengarkan alunan musik , Kai kan menghidangkan arak spesial yang di buat oleh King Zuwun dan telah diproduksi secara masal di bagian barat ibukota.


"Arak yang luar biasa tuan kan, aku penasaran bagaimana pendapat anda jika aku ikut memasarkan arak ini.."


Kai kan tertegun sejenak yang kemudian menjadi begitu senang dan menyetujui hal tersebut.


"Tentu saja yang mulia, sebuah kehormatan bagi keluarga ku bisa mendapatkan perhatian dari anda"


Kai kan begitu senang hingga tidak memperhatikan wajah dari Bingxue yang terlihat geram.


"Maaf mencela anda yang mulia, akan tetapi kami akan mendiskusikan hal ini dengan pembuatnya. Selain itu jumblah yang dipasarkan beberapa minggu ini tergolong sedikit"


Putri Jijie mengarahkan pandangannya kepada Bingxue dengan senyum tipis.


Ia meneguk kembali arak yang terisisa di cangkirnya kemudian meletakkannya di meja.


"Tentu saja kalian yang mengetahui apa yang terbaik. Mari sepelekan hal ini dan masuk kedalam topik yang sebenarnya"


Putri Jijie menegaskan ucapannya kemudian menyuruh dua prajuritnya untuk member sebuah gulungan kertas kepada Kai kan.


"Apa ini yang mulia?"


Kai kan terlihat penasaran menatap gulungan kertas yang kini berada di genggamanya.


"Itu adalah kontrak kerjasa antara keluarga kalian dengan istana ku. Silahkan dibaca baik-baik"


Kai kan segera membuka gulungan tersebut dan membacanya dengan hati-hati.


Beberapa saat kemudian nampak Kai kan mengerutkan dahinya disertai dengan gumaman kecil yang tidak jelas terdengar.


"Yang mulia, bukankah ini terlalu berlebihan?"


Kai kan nampak keberatan dengan isi dari gulungan tersebut. Disisi lain putri Jijie begitu tenang menyikapi hal tersebut.


"Tuan kan, selama hampir 10 tahun keluarga anda tidak membayar pajak. Jumblah pajak pertahun sekitar 300 ribu belum termasuk bisnis anda yang sedang melambung tinggi"


Kai kan tampak terduduk lemah dengan wajah penuh pikiran mendengarkan perkataan dari putri Jijie.

__ADS_1


Alasan mengapa dirinya tidak membayar pajak saat itu dikarenakan hubungan baik dirinya dengan salah satu Kasim di istana ibukota bagian barat.


Namun setelah Kasim tersebut terbukti melakukan kejahatan, kasus penutupan pajak keluarga Kai ikut terbongkar.


Dalam gulungan tersebut, putri meminta Kai kan untuk melunasi tunggakan pajak yang berjumlah sekitar 10 juta ditambah total pajak bisnis dan bunga yang ditetapkan.


Jika keluarga Kai tidak bisa melunasinya, maka tawaran lain adalah keluarga Kai harus menyerahkan seluruh bisnis yang mereka kelola kepada pihak isatana dan menjadi pelayan istana selama 10 tahu.


Hal tersebut tentu sangat merugikan bagi keluarga Kai yang saat itu hampir menjadi salah satu dari 3 keluarga terbesar setelah Mu dan Long.


"Bagaimana menurut anda tuan Kai?"


Putri Jijie tersenyum manis seraya menatap satu-persatu orang keluarga Kai di ruangan tersebut.


"Yang mulia... Saat ini kami hanya memiliki harta sebanyak 4 juta, jika anda tidak keberatan maka kami akan melunasi sisanya"


Kai kan mencoba meyakinkan putri Jijie agar memberi keringanan.


Wajah sang putri mendadak berubah serius seirama dengan jendral Mu yang melepaskan energi.


"Ingin menekan keluarga mu? Jangan harap.!"


Bingxue menyerukan kepada anggota organisasi Diyuze dan beberapa wakil raja 4 pelayan raja neraka untuk maju dan melindungi Kai kan.


Suasana di ruangan tersebutmenjadi tegang, orang-orang salaing berpandangan dan membaca situasi sebaik mungkin.


"Jadi nona adalah salah satu dari pemimpin organisasi Diyuze? Tidak mengherankan melihat aura membunuh mu yang begitu pekat"


Putri Jijie mengarahkan tangannya ke pedang jendral Mu, yang hampir tercabut setengah dari sarungnya.


"Aku banyak mendengar nama organisasi kalian akhir-akhir ini..namun jangan berpikir jika pihak istana akan tinggal diam"


Bingxue tersenyum sinis seakan-akan menantang putri Jijie saat itu.


"Hahaha...nona memiliki keberanian yang tinggi, aku penasaran bagaimana jika insiden seperti master Ex dan Wuo zanju terulang kembali?"


Ucapan putri Jijie kini berhasil memprovokasi Bingxue. Dengan cepat, Bingxue melompat maju dan mengarahkan jarinya tepat beberapa senti dari leher putri Jijie.


"Kemampuan yang bagus, aku sangat ketakutan sekarang"


Putri Jijie mendadak berada di belakang Bingxue kemudian menepuk pundak gadis tersebut hingga membuatnya seketika berlutut.


"Bagaimana bisa..?"


Bingxue nampak terkejut bercampur kesal, ia kembali berdiri dan menyerang putri Jijie dengan serius.


Pertaruangan keduanya disaksikan oleh seluruh orang ditempat tersebut. Beberapa gerakan bertambah hingga menjadi puluhan gerakan yang menghancurkan benda-benda di ruangan tersebut.


"Jangan terlalu memaksakan dirimu nona. Lagian kita bukan musuh"


Putri Jijie nampak menahan tangan Bingxue dengan mudah kemudian mendorong Bingxue menjauh beberapa langkah.


"Berhenti.!"


Bingxue menghentikan 4 pelayan raja neraka yang telah berada beberapa langkah dihadapan putri Jijie. Dengan ekspresi kesal Bingxue mengakui kebolehan dari putri tersebut.


"Jika saja tuan tidak menekan kekuatan ku.."


Bingxue sesaat menyalahkan kebodohannya kemudian menetralkan energi dan mengendalikan ketenangannya.

__ADS_1


"Apa sebenarnya tujuan mu?"


"Aku..? Hmm.. mungkin hanya mencari sebuah bantuan.."


Putri Jijie menjawab pertanyaan Bingxue dengan nada tenang sembari membersihkan debu-debu di bajunya.


Bingxue berpikir sejenak berusaha menebak permintaan dari putri tersebut.


"Apakah ini berkaitan dengan perebutan tahta?"


Ucapan Bingxue nampak membuat putri Jijie menghilangkan senyumnya. Disampingnya terlihat jenderal Mu mengisyaratkan sesuatu kepada beberapa prajurit yang berada didalam ruangan tersebut.


Setelah para prajurit dan anggota keluarga Kai yang tidak berkepentingan keluar, putri Jijie melanjutkan perkataannya.


"Benar sekali. Aku saat ini masih kekurangan pendukung, rata-rata bangsawan dan petinggi dinasti dewa pedang mendukung ketiga adik ku. Untuk menutupi jumblah yang kurang aku berniat mencari dukungan dari seluruh organisasi baik putih atau hitam"


Bingxue dan lainnya nampak terdiam mendengar ucapan putri Jijie. Bingxue merasa akan begitu sulit jika menyatukan kelompok yang berselisih sejak lama untuk bekerjasama.


"Apa yang kami dapat jika mendukung mu?"


Mendengar pertanyaan tersebut putri Jijie tersenyum tipis kemudian beranjak duduk di kursi.


"Organisasi kalian akan semakin terkenal, dan aku akan menyerahkan istana bagian barat untuk kalian duduki. Keluarga Kai akan menjadi keluarga kerajaan baru dan keuntungan-keuntungan lainya"


Ujar putri tersebut yang begitu yakin bahwa perkataannya tersebut akan berhasil.


"Baiklah... Jika itu menguntungkan bagi kami, namun jangan coba-coba untuk berbohong atau nyawamu akan hilang!"


Bingxue memutuskan untuk menerima tawaran tersebut lebih dulu dan kemudian menyampaikan hal tersebut kepada Lan wu.


Ia begitu yakin bahwa Lan wu juga akan menyetujui hal tersebut.


Disisi lain nampak putri Jijie sangat puas dengan jawaban Bingxue. Usai menanda tangani sebuah perjanjian, putri Jijie dan pasukannya kembali ke istana.


"Nona Bing... Aku akan kembali dan melaporkan hal ini kepada tuan Gang ju di"


Salah satu pelayan dari Gang ju pamit undur diri di ikuti oleh 3 pelayan lainnya yang hendak melaporkan hal serupa ke pemimpin mereka masing-masing.


Bingxue menghela nafas sembari duduk di kursinya dan menatap Kai kan yang terlihat menyimpan banyak pertanyaan dibenaknya.


"Aku mengerti dengan apa yang kau pikirkan, akan tetapi tidak ada salahnya jika kita bekerja sama dengan putri Jijie. Mengenai rencana tersembunyi nya, akan kita atasi nanti"


"Baik nona, aku akan mengurus beberapa urusan dan menemui anda lagi nanti"


Kai kan memberi hormat kemudian berjalan meninggalkan ruangan.


Bingxue terlihat memikirkan sesuatu seraya memejamkan kedua matanya. Ia mengingat gerakan dan jurus putri Jijie dan mencari titik lemah dari gerakan itu.


Jurus yang berkekuatan kuat namun dibawakan dengan lembut di setiap gerakan membuat Bingxue kesulitan untuk mengimbangi gerakan dari putri Jijie sewaktu bertarung.


Setiap serangan yang dilancarkan memiliki akurasi tepat dan perubahan saat menemui gerkan lain yang dikeluarkan oleh Bingxue.


"Sepertinya aku harus memperkuat jurus-jurus dan gerakan dasar ku"


Bingxue membuka matanya kemudian berjalan keluar dari ruangan itu.


**


sory epribadi... karena kebanyakan begadang dan tidak istirahat dengan cukup, makanya ane kurang sehat. makanya hanya bisa nulis satu episode.

__ADS_1


__ADS_2