
Lan wu berjalan seraya berbincang ringan dengan Fei. Sepintas lan wu merasa senang melihat Fei yang begitu ceria di sampingnya. Tanpa sadar pikiran lan wu melayang jauh menuju pedang dewa, ia membayangkan saat dirinya menemani yiyi untuk berkeliling di pedang dewa. Saat itu adalah saat terindah dalam hidupnya sebelum akhirnya ia resmi mengikat hubungan dengan yiyi.
Senyum tersebut terbawa tanpa sadar di wajah lan wu. Sekali lagi ia menatap langit sembari membayangkan wajah yiyi yang tengah mengantarkan teh kepadanya kapanpun saat lan wu memintanya.
Tanpa sadar lan wu dan Fei telah berada di depan villa. Lan wu membawa tas tersebut ke kamar Fei sementara Fei menuju ke dapur untuk menyiapkan makan bagi lan wu.
Aroma kamar Fei begitu wangi, lan wu bahkan sampai harus menutup hidungnya akibat keharuman tempat tersebut.
"Apakah dia menaburkan segudang wewangian? Sungguh aku tidak bisa memikirkan keinginan dari wanita" ujar lan wu seraya melangkah keluar.
Lan wu duduk di ruang tamu seraya memeriksa cincin ruangnya."syukurlah masih terdapat cukup banyak rumput iblis. Ternyata sangat sulit untuk menemukan rumput ini di sakte teratai putih " ujar lan wu seraya menyimpan kembali rumput iblis di cincin ruangnya. Ia memanfaatkan kesibukan Fei seraya menyiapkan segal keperluanya untuk memasuki menara. Usai menyiapkan keperluanya. Lan wu segera mengarah ke dapur untuk melihat Fei yang tengah memasak begitu lama.
Lan wu menahan tawa ketika melihat Fei yang sedang memasak sembari membaca sebuah kertas yang mungkin berisikan resep masakan. Lan wu terus mengamati Fei sembari tetap bersandar di tembok.
"Kya..!" Teriak Fei yang kehilangan keseimbangan akibat terfokuskan akan kertas kecil yang terus di lihatnya.
Lan wu segera melompat dan dengan cepat berhasil menahan tubuh Fei. Fei dengan cepat meremas kertas tersebut dan meminta lan wu untuk melepaskan nya yang setengah di peluk oleh lan wu.
"Am..maaf, aku kebetulan mendwnga teriakan mu dan langsung berlari kemari" ujar lan wu seraya melepaskan tangannya dari Onggang Fei.
"Katakan kepada ku bahwa itu bohong..!" Fei mengembungkan pipinya serat menatap lan wu dengan wajah menggemaskan
"Hahahahaha tentu saja tidak,bukankah sudah ku katakan bahwa kau mendengar teriakan mu dan langsung mengarah kesini" lan wu berusaha mengelak
"Huh..kamu bohong lagi, aku marah sama kamu" Fei sontak membelakangi lan wu.
Lan wu berusaha menahan tawanya menyaksikan tingkah Fei yang terlibat seperti xuya ketika sedang marah.
"Lagian kali marah, mengapa mesti di bilang?" Ujar lan wu pelan seray membuat Fei mendadak berbalik.
"Katakan sekali lagi.!" Perintah Fei seraya menarik telinga lan wu.
"Adu..duh..ah...sakit, bisakah kau menarik bagian tubuh ku yang lain?" Lan wu kembali menggoda Fei.
Wajah Fei memerah bersamaan dengan tanganya yang melepaskan telinga lan wu.
Lan wu kali ini tak sanggup menahan tawanya. Ia tertawa begitu keras dalam tempo uang cukup lama. Fei bertambah kesal mendengar tawa ledekan dari lan wu. Ia dengan cepat segera mendekat ke arah lan wu dan kini wajah Fei hanya berjarak beberapa senti dari lan wu.
Degup jantung lan wu seirama dengan nafas Fei yang menjadi berat. Wajah lan wu memerah tanpa sadar ia menjadi gemetaran.
__ADS_1
"Katakan kepada ku, sebaiknya bagian mana dari tubuh mu yang ingin ku tarik?" Tanya Fei dengan senyum yang terlihat menyeramkan di mata lan wu.
"Be..bercanda..a..aku tadi tidak serius..woooaahhh.!!" Teriak lan wu ketika merasakan hal yang ganjil di salah satu bagian tubuhnya.
Fei tertawa begitu keras usai melihat reaksi lan wu yang begitu ketakutan hingga berteriak begitu keras. Fei menahan perutnya yang terasa sakit akibat tertawa, sementara lan wu yang kini dalam posisi berlutut hanya dapat memaki kesal akan perbuatan Fei kepadanya.
"Sial..kakak hanzeng, aku sungguh kualat karena meragukan perkataan mu. Tenyata dia memang sangat memyeramkan..hu...hu...hu...hati ku terasa sakit di perlakukan seperti ini" rintih batin lan wu yang tengah terpukul berat.
Tawa Fei tiba-tiba terhenti bersamaan dengan terciumnya aroma hangus dari arah samping mereka berdua.
Lan wu menelan ludah dengan wajah pucat seraya melihat perubahan ekspresi Fei yang di penuhi dengan aura membunuh.
"Ka..kau.. gara-gara berdebat dengan mu masakan ku jadi hangus.bagaimana kau membayar semua kerja keras ku ini heh?" Fei mendekat perlahan ke arah lan wu yang masih dalam posisi berlutut.
"I..ib...ib..bi...bi..iblis..!!" Seru lan wu seraya bangkit dan berlari sekencang yang dia bisa.
"Hey..mau kemana kau?!" Teriak Fei seraya mengejar lan wu.
"Gawat..!! Larinya mengapa bisa secepat ini? Padahal ak..." Ucapan lan wu terputus bersamaan dengan pandanganya di penuhi dengan kunang-kunang
"Adik lan, apa yang kau lakukan? Kau bahkan tidak melihat aku" ujar Lou yu yang dalam posisi duduk seraya mengelus kepalanya yang berbenturan dengan lan wu.
"Kakak Lou, syukurlah kau datang.. Fei ingin membunuh ku" lan wu dengan cepat segera berlindung di belakang Lou yu.
Entah mengapa Lou yu menjadi jengkel usai melihat lan wu yang terus berada di belakangnya sembari memegang pundak Lou yu.
"Menjauh dari ku.!!" Ucap Lou yu seraya menjitak kepala lan wu
Lou yu kemudian menanyakan perihal Fei begitu kesal akan lan wu. Fei pun menjelaskan mengenai masakan nya yang rusak akibat ulah lan wu, sementara lan wu berusaha membantah perkataan Fei
Nampak sesaat wajah Lou yu terhias senyum puas ia tidak menyangka bahwa adiknya yang selama ini begitu dingin dam murung, akan menjadi begitu penuh dengan emosi saat bersama dengan lan wu.
"Sebagai gantinya, bagaiaman jika kita makan di restoran? Aku akan mentraktir kalian berdua bagaiamana?" Saran Lou yu yang segera di setujui oleh lan wu.
"Kakak aku keberatan jika harus kakak yang mengeluarkan uang, semua ini salahnya lan wu jadi sudah sepantasnya dia membayar kesalahannya dengan mentraktir kita sepuas hati" bantah Fei sontak membuat lan wu terdiam.
"Hmmm..yang di katakan oleh adik Fei memang benar. Adaik lan, kau sebagai pria harus belajar untuk bertanggung jawab, selain itu kau harus mengalah pada wanita yang lebih lemah di banding mu" ujar Lou yu menggoda lan wu.
"Hais..baiklah aku yang bayar, sekarang puas kan?" Ucap lan wu dengan nada sedikit kesal.
__ADS_1
Fei segera beranjak ke alamatnya hendak mengganti pakaian, sedangkan lan wu kini duduk dan membicarakan perihal kesiapannya dalam memasuki menara energi hitam.
"Tenang saja, aku akan mencari alasan agar kau dapat pergi tanpa di curigai oleh fei" ujar Lou yu mengecilkan suaranya.
"Selain itu apakah kakak mengetahui tentang rumput iblis?" Tanya lan wu seraya menunjukan sebuah rumput uang di keluarkan dari cincin ruang miliknya.
"Aku mengetahuinya, namun di teratai putih tidak terdapat rumput ini. Jia sangat di perlukan oleh mu aku akan menyuruh murid-murid yang hendak menjalankan misi untuk membawakan nya." Ujar Lou yu
"Baikalah,jika kakak berhasil mendapatkan rumput iblis. Kakak bisa meletakannya di dalam gerbang belakang nanti aku akan mengambilnya" sambung lan wu.
Usai Fei telah siap. Mereka akhirnya berangkat menuju restoran. Penampilan Fei tidak seperti biasanya,Nia berhasil memikat perhatian setiap mata yang berada di sekitarnya. Senyum manis tak pernah luntur dari wajah Fei menandakan bahwa hari ini merupakan hari yang begitu berarti untuknya.
Lan wu sedikit heran melihat ekspresi Fei yang begitu ceria, tapi setidaknya itu sudah membuat hatinya tenang.
Beban yang berada di pindah Fei menjadi lebih ringan dengan bantuan lan wu yang rela memukul sebagian Bebena tersebut di pundaknya. Tidak ada hal yang lebih penting di dunia ini selain membuat orang yang terpuruk kembali ceria. Jangan menjauhi ataupun mengucilkan dia, namun bantulah dan temani dia agea kau juga merasakan indahnya melihat senyuman yang telah hilang dari bibirnya. Bisa saja senyuman itu lebih manis ketimbang orang yang selalu tersenyum dia tas penderitaan orang lain.
**
Mereka bertiga mengambil tempat di lantai dua yang berada dekat dengan ruangan terbuka. Fei memesan beberapa hidangan sementara lan wu dan Lou yu hanya memesan daging panggang. Sambil menunggu hidangan mereka datang, mereka menikmati pertunjukan tari yang di sediakan khusus bagi pelanggan elite di tingkat dua.
Lan wu begitu fokus menyaksikan pertunjuka tersebut hingga tak sadar bahwa Fei telah menghilang dari sebelahnya
"Hekh..apa?!" Kaget lan wu dan Lou yu bersamaan usai melihat sendiri Fei yang telah berada diantara penari tersebut dan ikut menari bersama mereka.
Sorakan tepuk tangan dan pujian menghiasai runagn usai Fie mulai menunjukan kemampuan menari miliknya.
Lan wu begitu terhipnotis menyaksikan Fei yang memadai dengan begitu indah. Pandangan nya tak sedikitpun berkedip. Wajah lan wu sontak memerah usai Fei mengedipkan sebelah matanya kearah lan wu.
Tangan lan wu sontak meraih cangkir yang di oengang oleh Lou yu dan segera meneguk minuman tersebut.
"Buah...panas..!!" Jerit lan wu merasakan lidahnya sekaan terbakar.
"Hais...dasar bodoh" keluh Lou yu seraya melihat lan wu yang mencari air.
Fei yang juga menyaksikan tingkah lan wu tanpa sadar kini tersenyum makin lebar.
**
"Sial.!! Rencana kabur yang begitu buruk" ujar lan wu yang kini telah berada di luar restoran.
__ADS_1
Lan wu melesat dengan kencang menuju menara energi hitam. Ia mengitari jauh dari area gerbang utama hendak mencapai bagian belakang menara tersebut.
"Sepertinya akan" gimana lan wu seraya melompat melewati tembok pembatas dan mendarat tepat di bagian belakang menara tersebut.