
Lan wu kini telah berada di dalam sakte gunung biru. Ia di bawa oleh salah satu pengawal milik gadis berpakaian emas tersebut. Menurut perkataan gadis tersebut, lan wu akan di berikan beberapa latihan khusus untuk meningkatkan kemampuan miliknya, dan lan wu hendak menggunakan kesempatan tersebut untuk menanyakan hubungan mereka dengan kaisar emas biru.
"Baiklah aku akan memberikan beberapa jurus hebat kepada mu, namun sebelum itu ada baiknya bila aku membuat segel ruang untuk mencegah adanya orang lain yang mengintip" jelas pria berjubah putih tersebut seraya menciptakan segel ruang.
Lan wu terlihat begitu senang, dengan adanya segel ruang tersebut. Ia akan lebih leluasa untuk bertindak.
Usai membuat segel ruang, pria tersebut meminta lan wu untuk meminum sebuah pil berwarna merah. Lan wu terlihat sedikit ragu. Ia khawatir jika pil tersebut terdapat racun atau sesuatu yang buruk baginya.
"Ambillah, pil ini untuk membersihkan kotoran penghambat kultivasi milik mu" ujar pria tersebut yang mengetahui pikiran lan wu.
Lan wu tersadar dari pikirannya. Ia menghela nafas panjang sebelum mengatakan beberapa kata kepada pria dihadapannya. "Senior, aku hanya khawatir jika anda berniat mengendalikan pikiran ku. Aku hanya tidak yakin jika selesai menelan pil ini, anda akan mengurung ku di sini" ucap lan wu seraya memasang senyum tipis.
"Kau terlalu ketakutan, aku tidak berani menghianati nona Yuli. Aku hanya menjalankan perintahnya untuk meningkatkan kemampuan mu selama berada di sini" jawab pria tersebut.
Melihat lan wu yang masih diam, akhirnya pria tersebut kembali melanjutkan ucapannya. "Segel ruang milik ku hanya akan terbuka jika kita berdua sama-sama memiliki keingin untuk keluar dari sini" sambung pria tersebut bersaman dengan terlihat cahaya putih dari area segel ruang miliknya.
"Baiklah, senior begitu baik" ujar lan wu tersenyum penuh maksud.
"Sebelum aku menelan pil itu, ada baiknya bila senior mengatakan asal senior. Aku sejujurnya begitu bingung mengapa pendekar hebat seperti senior dan lainya tidak pernah ku dengar di kekaisaran ini sebelumnya" ucap lan wu dengan wajah bingung.
Nampak wajah Pria tersebut berubah serius. Ia seakan-akan tidak senang dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh lan wu. "Anak muda, kau begitu lancang. Seandainya nona Yuli mendengar perkataan mu, mungkin saja kau telah di penggal" jawab pria tersebut dengan nada datar.
__ADS_1
"Wah.. padahal hanya pertanyaan umum, tapi efeknya begitu berbahaya" ujar lan wu dengan nada mengejek.
"Sepertinya kau begitu angkuh, padahal hanya memiliki beberapa kemampuan.!" Balas pria tersebut dengan senyum marah.
Mendadak aura petarung keduanya keluar secara bersamaan. Benturan aura tersebut begitu hebat hingga menciptakan percikan petir kecil di sekitar mereka. Perlahan-lahan wajah pria di hadapan lan wu berubah menjadi tegang, ia begitu kaget melihat lan wu yang masih berdiri tenang usai beradu aura petarung dengannya. Padahal orang yang dapat menghadapi tekanan aura petarung miliknya hanya bisa dihitung dengan jari.
"Siapa sebenarnya diri mu?" Tanya pria tersebut dengan wajah serius.
"Aku? Bisa jadi aku adalah leluhur sakte mu, jadi alangkah baiknya bila kamu menjawab setiap pertanyaan yang ku berikan" jawabkan wu seraya memasang senyum tenang.
"Lancang.!!" Geram pria tersebut sembari melesat kearah lan wu.
Ia mengeluarkan jurus miliknya untuk menyerang lan wu, namun dengan mudah lan wu berhasil menghindari serangan tersebut. Lan wu kini yang maju menyerang. Pertukaran jurus terjadi dan menciptakan beberapa kehancuran di sekitar area tersebut. Serangan demi serangan terus terjadi hingga akhirnya pria tersebut mengeluarkan salah satu jurus andalannya.
"Tapi sangat lemah" sambung lan wu seraya mengarhkan tangannya ke depan.
Jurus yang dilesatkan oleh pria tersebut mendadak hancur sebelum menyentuh lan wu. Pria tersebut mendesis kesal melihat serangannya dipatahkan dengan begitu mudah oleh lan wu.
"Hanya ini yang kau bisa?" Tanya lan wu bersamaan dengan keluarnya sebagian aura neraka.
Wajah pria tersebut mendadak pucat. Keringat membasahi tubuhnya yang begitu kesulitan untuk berdiri tegak menghadapi tekanan aura milik lan wu. Ia tidak menyangka bahwa lan wu memiliki kemampuan yang begitu hebat.
__ADS_1
"Aku harus keluar dari sini" ucap pria tersebut seraya berusaha membuka segel ruang miliknya.
Namun hal tersebut tidak berhasil dan semakin membuat tenaganya terkuras habis. Di saat ia semakin melemah, mendadak sebuah pukulan keras mendarat di dadanya dan berhasil membuat dirinya terpental cukup jauh kearah belakang. Ia memuntahkan darah segar sembari menahan dadanya yang terasa begitu sakit.
"Jangan berfikir untuk kabur ya.." ucap lan wu yang kini berada di depan pria tersebut.
Lan wu mengurng pria tersebut dalam sangkar hitam. Ia juga mengalir sangkar tersebut dengan api iblis dan aura neraka untuk mencegah energi murni masuk kedalam sangkar tersebut, dengan begitu orang yang berada di dalam sangkar hitam tidak akan bisa memulihkan energi miliknya yang diserap dengan cepat oleh sangkar hitam.
"Bagaimana? Apakah masih tidak ingin menjawab?"tanya lan wu bersaman dengan keluarnya pisau api.
"Huh..! Meskipun mati aku tidak akan menjawab apapun yang kau tanyakan" jawab pria tersebut dengan wajah geram.
"Baiklah.. sampaikan salam ku kepada penghuni neraka" ujar lan wu melesatkan pisau api sesaat sebelum berjalan menjauh dari pria tersebut.
Nampak pria tersebut berusaha menghancurkan sangkar hitam, namun ia yang tidak lagi memiliki energi tak mampu menghancurkan sangkar tersebut. Ia hanya berteriak keras sembari memaki lan wu yang kian menjauh dari tempat tersebut.
"Bangs*t.!! Kau pikir kau akan lolos dari isyarat dewa?! Hahahahah..! Kau juga akan mati mengenaskan seperti ku.. Bangs*t.!!" Ujar pria tersebut sesaat sebelum tertusuk pisau api iblis.
Di sisi lain lan wu yang mendengar nama isyarat dewa, kini terlihat begitu marah. Ia tidak menyangka bahwa salah satu organisasi yang berada di bidang petir dan katanya membantu pedang dewa, adalah penghianat yang memiliki tujuan buruk di kekaisaran Qin. Sorot mata lan wu terlihat begitu tajam. Sorot mata yang dulu pernah di keluarkan oleh lan wu sembari membantai orang-orang emas biru.
"Sampah.!!" Ujar lan wu dengan geram bersamaan dengan hancurnya segel ruang di hadapannya.
__ADS_1
Lan wu kini bergerak menuju balai utama di gunung biru. Ia bermaksud memeriksa keberadaan Yui. Jika ia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Yui, maka ia yakin bahwa sakte gunung biru bukan lagi di pimpin oleh Yui. Lan wu juga berniat kembali ke pedang dewa usai memeriksa kebenaran mengenai situasi tersebut. Untuk urusan prajurit yang di kirimkan oleh kekaisaran emas biru. Lan wu hanya perlu menunggu pesan balik dari kaisar an.