Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
reaksi Cei hua


__ADS_3

Efek dari mengeluarkan inti roh singa iblis membuat Lan wu sedikit kelelahan, terlebih lagi energi hitam miliknya terasa tidak teratur.


Disisi lain terlihat Cei Hua yang menatap roh singa iblis dengan tatapan kosong. Entah apa yang dipikirkan oleh Cei Hua saat ini namun Lan wu memutuskan untuk tidak mengganggunya.


"Yang mulia, jika tidak ada keperluan lagi maka aku akan pergi. Mohon jangan terlalu bersedih.."


Ucap Lan wu yang sedari tadi diam, ia kemudian berjalan menuju pintu keluar setelah memberi hormat.


"Aku sudah memutuskan..!"


Ujar Cei Hua yang mendadak melompat dari kursinya dan menghalangi Lan wu hampir melewati pintu keluar.


Melihat hal tersebut, Lan wu sedikit heran sekaligus menjadi waspada.


"Baik kau dan Bai xang kalian sama saja. Pria yang tidak peka dengan perasaan wanita.."


Sambung Cei Hua yang menengadahkan tangannya kearah Lan wu.


"Kau begitu mirip dengan Bai xang, walaupun kalian berasal dari kehidupan yang berbeda. Dulu aku kehilangannya dikarenakan perbedaan persepsi serta perang antar ras. Kini, hal tersebut tidak lagi berlaku sejak kita berasal dari ras yang sama"


"Jadi.. bisakah kau menerima ku?"


Tanya Cei Hua dengan senyum manis seperti sebelum-sebelumnya.


Ia kemudian meraih tangan Lan wu lalu menyerahkan kembali inti roh singa iblis yang sebelumnya diberikan oleh Lan wu.


"Ini.. bagaimana menjelaskan nya..?"


Timpal Lan wu yang kebingungan.


"Tidak masalah jika kau masih ragu, tapi setidaknya biarkan aku mengejar mu"


Balas Cei Hua yang seketika memeluk Lan wu.


"Mengejar..? Apa dunia sudah terbalik?"


"Hehehehe.. aku tidak akan seperti ini jika bukan karena dirimu"

__ADS_1


Mendengar ucapan yang bercampur pemaksaan tersebut, Lan wu akhirnya menyerah dan menyetujuinya.


"Jadi bisakah sekarang kita pergi.?"


"Ya ampun.. apa yang akan dikatakan orang-orang sakte jika sosok sehebat mu datang bersama ku.."


Lan wu tampak menepuk jidatnya dengan eskpresi bingung.


"Aku hanya ingin bersama mu, tidak peduli dengan mereka. Jika mereka berani menentang mu maka aku akan menghancurkan mereka.." balas Cei Hua yang kembali membuat Lan wu kehabisan kata-kata.


"Baiklah.. bagaimana jika aku tinggal sedikit lebih lama disini? Namun, aku tidak ingin berada di istana.."


Tawar Lan wu seraya tersenyum lucu melihat ekspresi imut dari Cei Hua.


"Setuju.. tapi aku harus tetap bersama mu. Bahkan tidurpun harus diranjang yang sama.."


"Mustahil..!"


Lan wu yang terkejut reflek memegang pundak Cei Hua hingga tubuh wanita tersebut bersentuhan dengan Lan wu.


"Kakak Bai.. apakah kamu.. kamu mengapa jadi tidak sabaran.."


"Aku.. aku... Harus mandi dulu, baru kita bisa.. bisa.."


"Apa yang kau pikirkan dasar mesum..!"


Kesal Lan wu seraya menjitak kepala Cei Hua tanpa sadar.


"Hu..hu..hu.. kakak Bai begitu jahat.."


Cei Hua memegangi kepalanya seraya memukul pelan tubuh Lan wu beberapa kali.


"Wah gawat..! Aku tidak sadar sudah bersikap lancang dan memukuli seorang ratu. Terlebih lagi dia merupakan 1 dari 10 orang terkuat di wilayah ras manusia.."


Gumam Lan wu dengan perasaan ngeri.


"Ehem.. kau.. kau boleh tinggal dengan ku.. tapi, urusan rumah dan keperluan ku nanti kau yang harus bertanggung jawab. Juga.."

__ADS_1


"Ho... Bai kecil ku sudah mulai berani mengerjai istrinya ini... Heheheh.."


Potong Cei Hua yang memegangi wajah Lan wu kemudian menariknya hingga jidat keduanya bersentuhan.


"Menjauh..." Lan wu dengan cepat mendorong wajah Cei Hua lalu melompat kebelakang.


"Sial bahaya...!"


Ujar Lan wu yang tampak keringatan bercampur lega.


Cei Hua hanya tertawa kecil melihat ekspresi Lan wu yang sesuai dugaannya.


"Bagaimanapun ini adalah istana ku, jadi Bai kecil harus mendengarkan perkataan istrinya. Jika ingin menikmati ku maka harus berkerja keras layaknya suami. Apa Bai kecil mendengarkan.?!"


Tanya Cei Hua yang tersenyum sembari memegangi dagu Lan wu.


Lan wu yang melihat senyum wanita tersebut seketika merinding.


"Baik.. baiklah.. lagian apa aku punya kesempatan untuk menolak.." jawab Lan wu yang tersenyum ketakutan melihat ekspresi Cei Hua.


"Bagus. Mulai besok suami ku akan menjadi prajurit kelas menengah dan akan mengawal ku dalam acara perburuan.."


Sambung Cei Hua yang tampak bet senang.


"Eh.. anu, bisakah aku tidak ikut. Kebetulan aku bukan orang yang suka mencari keramaian.." tanya Lan wu dengan perasaan canggung.


"Ho.. maaf suamiku, tapi aku harus menolak. Kecuali jika.."


"Jika apa..?"


"Tentu saja jika kau ingin meresmikan hubungan kita.."


Sambung Cei Hua dengan eskpresi penuh harap.


"Ah..hahahaha.. baiklah aku rasa sudah waktunya untuk melihat keramaian.."


Jawab Lan wu tanpa pikir panjang.

__ADS_1


Ia kemudian berjalan keluar meninggalkan Cei Hua yang tersenyum menatap punggungnya.


__ADS_2