Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
Mencari informasi 2.28


__ADS_3

Perjalan tersebut memakan waktu sekitar 4 jam lebih, sebelum akhirnya lan wu dan lainya sampai di tempat berkumpul peserta ujian. Kedatangan lan wu dan lainya sontak mengundang perhatian di karenakan seragam yang mereka kenakan.


Teratai putih sangatlah di kenal oleh 8 kekuatan besar, namun sejak beberapa tahun lalu mereka mendadak lenyap bagai di telan bumi hingga kini kembali muncul di pertandingan antar murid berbakat.


Lan wu tersenyum canggung merasakan gejolak energi dari orang-orang di sekelilingnya. Terdapat juga beberapa tetua besar ras harimau yang mengamati dari jauh ke arah para murid teratai putih.


"Kalian fokus saja pada pertandingan sementara masalah mencari informasi serahkan saja kepada ku" ujar lan wu pelan seraya menatap hanzeng.


"Berhati-hatilah penjagaan di sini sangat ketat, sangat mustahil bagi mu untuk memasuki istana harimau petir. kau cukup mengamati di area perkotaan mungkin kau akan mendapatkan beberapa informasi penting" balas hanzeng


"Baiklah, jangan sampai kalah" ujar lan wu seraya berjalan menjauh dari hanzeng dan lainnya.


Di sudut kanan terlihat seorang pemuda yang tengah membisikan sesuatu kepada tetua harimau petir, seraya menunjuk ke arah lan wu dan Fei yang telah berjalan jauh dari tepat tersebut. Tidak lama setelah itu terlihat 2 tetua ras harimau bergerak cepat mengejar lan wu dan Fei.


Suasana di kota istana ras harimau sangatlah ramai terlebih lagi banyak pendekar dari luar kota yang datang untuk melihat pertandingan besar tersebut. Tidak hanya para pendekar banyak juga dari kaum bangsawan, pedagang, serta puluhan orang yang memakai baju zirah sembari menunggangi kuda juga berada di kota tersebut. Lan wu mengerutkan dahinya seraya menatap heran ke arah rombongan tersebut.


"Aku baru tau jika alam dewa juga memiliki kekaisaran" gumam lan wu pelan sembari terus berjalan.


"Tentu saja, namun berbeda dengan kekaisaran di alam fana yang lebih dari satu. Kekaisaran yang berada di dewa hanya ada satu dan merupakan kekaisaran terbesar melebihi 8 kekuatan utama, sebaiknya tidak menghalangi jalan pasukan itu atau kita akan mendapat masalah yang merepotkan" jelas Fei sembari menarik tangan lan wu kepinggir.


Pasukan tersebut berjalan menuju gerbang istana ras harimau dengan kecepatan sedang. Mata lan wu tertuju pada kereta kuda yang berada di tengah-tengah kawalan prajurit berkuda tersebut, sepintas lan wu merasakan aura membunuh yang sangat mengerikan hingga mampu membuat bulu kuduknya berdiri.


"Fei, apakah kau merasakan aura dari dalam kereta tersebut?" Tanya lan wu dengan tatapan serius.


"Kau..! Jangan sembarangan berkata, sebaiknya kita segera menjauh dari sini" ujar Fei dengan nada geram bercampur kekhawatiran.


Lan wu baru pertamakali melihat Fei memasang wajah seperti itu. Lan wu memilih untuk mendengarkan Fei dan berjalan menuju sebuah restoran yang terletak tidak jauh dari jalan tersebut.


Usai memesan menu lan wu menanyakan beberapa hal terkait dengan reaksi Fei barusan. Ia menebak bahwasanya Fei mengetahui sesuatu yang berada di dalam kereta kuda tersebut.


"Kau pasti sudah mengetahui pemikiran ku" ujar lan wu mengaliri energi pelindung di sekitar meja mereka berdua.


Fei tersenyum tipis sesaat sebelum membalas perkataan lan wu. "Aura yang kau rasakan tadi berasal dari pedang iblis" ujar Fei bersamaan dengan wajah kaget yang di tampakan oleh lan wu.


"Senjata iblis? Aku baru pertama kali mendengarnya" ucap lan wu dengan nada heran.


"Aih..tentu saja kau tak mengetahuinya, bahkan orang-orang penting di kekaisaranpun tidak banyak yang mengetahui soal senjata iblis. Sakte teratai putih mendapatkan informasi ini dari orang yang menciptakan senjata iblis tersebut, dia menjelaskan bahwa senjata ini terbuat dari jutaan ribu jiwa manusia yang dikorbankan oleh kekaisaran tersebut. Tujuan dari diciptakannya senjata iblis tidak lain untuk menekan kemampuan leluhur teratai putih" ujar Fei dengan nada tenang.


"Kami mengira bahwa senjata tersebut berhasil di hancurkan oleh leluhur dengan mengorbankan nyawa, tidak disangka jika senjata iblis masih ada" sambung yang seketika Fei diselimuti oleh kemarahan.

__ADS_1


"Ah..aku sedikit bingung mengenai kematian leluhur teratai putih, mengapa penjelasan yang ku dengar sebelumnya berbeda dengan mu?" Ujar lan wu sembari menggaruk punggung kepalanya.


"Itu tidaklah penting, yang perlu kita lakukan adalah menyelidiki hubungan kekaisaran dengan ras harimau serta tujuan dari kemunculan senjata iblis" jawab Fei seraya menghela nafas.


"Bagaiamana jika kita berpencar? Aku akan menuju sisi barat dari kota ini dan kau menuju sisi lainnya. Mungkin kita dapat menangkap lebih banyak informasi berguna" usul lan wu tersenyum tipis.


"Baikalah, kita akan bertemu kembali di depan restoran ini" jawab Fei menyetujui usul lan wu.


Pesanan mereka akhirnya siap. Lan wu dan Fei mengisi perut mereka sembari membicarkan hal-hal ringan untuk menghilangkan kekhawatiran mengenai munculnya senjata iblis. Diam-diam lan wu sangat tertarik untuk melihat wujud dari senjata tersebut. Senyum sinis nampak di bibir lan wu bersamaan dengan pukulan Fei yang mendarat di kepalanya.


"Jangan masuk kedalam area istana.!" Seru Fei dengan tatapan tajam.


"Hehehehe.. baiklah.. baiklah" jawab lan wu cengengesan.


Ia kembali menyantap hidangannya. Usai makan, mereka segera memulai aksi mereka. Lan wu terlebih dahulu bergerak dan di susul oleh Fei beberapa saat kemudian. Bagian barat dari kota tersebut tidak kalah ramai dengan pusat kota. Banyak sekali terdapat toko yang menjual persenjataan serta berbagai buku kultivasi tingkat menengah, terlihat juga tempat khusus untuk mengambil misi dengan bayaran yang cukup tinggi.


"Hais..jika bukan karena tugas ini, mungkin aku telah mengambil beberapa misi menarik ini sekalian untuk membayar hutangku kepada fui" ujar lan wu menatap salah satu misi yang tertempel di sebuah papan.


Dari arah belakang nampak seorang pria mendekat kearah lan wu. Dengan senyum ramah pria tersebut menyapa lan wu yang tengah membayangkan bayaran yang akan di peroleh olehnya jika berhasil menyelesaikan misi tersebut.


"Apakah saudara tertarik untuk mengambil misi ini?" Tanya pria tersebut yang kini telah berdiri disamping lan wu.


"Sayang sekali padahal aku ingin mengajak saudara untuk bergabung dengan kelompok ku, terlebih lagi kami sangat mengenal tempat di misi tersebut" pria tersebut tersenyum menatap lan wu.


"Kelompok? Apakah kau berasal dari kota ini?" Tanya lan wu sedikit tertarik.


" Nama ku long tung, saudara bisa memanggil ku long. Aku merupakan ketua kelompok dalam misi, sekaligus murid dalam ras harimau petir" ujar Long memperkenalkan diri.


"Sepertinya dia tidak berbohong" pikir lan wu seraya menatap jubah yang di kenakan oleh long.


"Hehehe aku tidak perlu repot-repot untuk menanyakan perihal ras harimau dari orang lain. Aku sangat yakin bahwa dengan kemampuannya dia pasti merupakan murid yang cukup terkenal di ras harimau" lan wu memegang dagunya seraya memikirkan cara untuk memberitahu Fei.


"Bodoh aku sudah mengetahuinya" lan wu tersenyum kecut usai mendengar suara Fei di kepalanya.


Rasanya ia hendak memecahkan kepala serta otaknya karena melupakan hal tersebut. " Hahahaha aku lupa, serahkan saja masalah ini kepadaku kau cukup menonton pertandingan hanzeng dan lainya" ujar batin lan wu seraya tersenyum tenang.


setalah diam beberapa saat akhirnya lan wu memutuskan untuk menerima tawaran tersebut.


"Baikalah saudara long, aku akan bergabung dengan kelompok mu" jawab lan wu seraya menatap tenang ke arah long

__ADS_1


"Baiklah saudara ikutlah dengan ku" ucap long sembari berjalan pelan.


Lan wu mengikuti long menuju ke sebuah meja yang terdapat 2 orang lainnya. Usai memperkenalkan diri lan wu kemudian di ajak untuk memilih beberapa senjata di sebuah toko. Memang lan wu semenjak berangkat dari teratai putih, ia menyimpan pedangnya di cincin ruang untuk menghindari situasi buruk yang tidak di duga olehnya.


Lan wu melihat-lihat beberapa pedang yang tersusun rapi di lari kaca.


"Apakah senjata disini tidak ada yang menarik perhatian saudara lan?" Tanya Ling yang memperhatikan lan wu yang sedari tadi diam.


"Hmm, meskipun beberapa senjata disini terbuat dari bahan langka namun tentu saja masih jauh di banding senjata yang berada di tingkat suci, terlebih lagi kita akan berhadapan dengan hewan gaib yang memiliki fisik keras takutnya kita hanya membuang-buang uang untuk barang yang dapat di gunakan sebanyak 3 kali" jelas lan wu yang secara tidak sengaja di dengar oleh pemilik tokoh.


"Nak, kau memang memahami senjata kalau begitu akan aku keluarkan barang bagus yang baru saja aku dapatkan" ucap pemilik toko dengan senyum tenang.


Pemilik toko tersebut segera memanggil pelayannya. Tidak lama kemudian muncullah 4 pelayan yang masing-masing membawa senjata tingkat dewa. Hal tersebut sontak membuat wajah lan wu mengerut keheranan.


Sementara pemilik toko tersenyum senang usai berhasil membuat lan wu memasang ekspresi seperti harapannya.


"Tuan, aku tarik kembali perkataan ku barusan" ujar lan wu seraya menatap pemilik toko.


Tidak hanya lan wu yang begitu heran, nampak long dan 2 orang temannya juga ikut memilih senjata yang di bawakan oleh para pelayan tersebut. Tatapan mata lan wu tertuju kepada sebuah pedang dengan retakan kecil di pertengahan pedang tersebut. Lan wu mengambil pedang tersebut seraya mengaliri energi hitam miliknya.


Tidak di sangka wengi milik lan wu sontak menghancurkan pedang tersebut.


"Apakah aku salah lihat?" Ujar lan wu seraya menatap serpihan pedang yang berada di telapak tangannya.


"Tuan berapa harga pedang ini aku akan membayarnya" ujar lan wu mendekat ke arah pemilik toko yang masih memasang ekspresi heran.


"Ehm.. sekitar 999 koin emas" ujar pemilik toko sontak membuat long terlihat kesal.


"Mengapa tidak sekalian 1000 koin emas?!" Geram long hendak menendang pemilik toko namun segera di tahan oleh lan wu.


"Baiklah, jika kau memiliki pedang yang lebih hebat simpanan satu untuk ku" ujar lan wu seraya mengeluarkan 1000 koin emas dari cincin ruangnya.


Pemilik toko tak mengira bahwa lan wu memiliki uang yang begitu banyak, terlebih lagi cincin ruang merupakan senjata dengan harga yang begitu mahal karena mampu menyimpan apa saja di dalamnya.


"Nak, bagaiamana jika ku tukarkan seluruh senjata tersebut dengan cincin mu?" Tanya pemilik toko seraya memasang wajah ramah.


"Maaf tuan, cincin ini merupakan pemberian guru ku, dan aku tidak akan menukarnya dengan apapun" jawab lan wu tersenyum canggung.


"Baikalah, aku sungguh tidak mengetahui" ujar pemilik toko memasang senyum untuk menutupi kekecewaannya.

__ADS_1


usai membeli beberapa senjata, akhirnya lan wu dan lainya berangkat menuju tempat dari misi tersebut.


__ADS_2