Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
bergerak


__ADS_3

** Di hutan mistis, kediaman Lan wu. **


Bingxue mendadak menghampir Lan wu dengan langkah terburu-buru. Lan wu yang melihat hal tersebut ikut terkejut melihat kedatangan Bingxue.


Dengan wajah tidak tenang, Bingxue berlutut seraya meminta ijin untuk kembali ke kediaman keluarga Kai. "Tuan, maafkan aku karena meninggalkan tanggung jawab ku sebagai pengawas ujian.." ucap Bingxue dengan nada terselip amarah.


"Aku merasakan hal buruk sedang menimpa ketiga murid ku, sebagai master mereka aku berkewajiban untuk menyelamatkan mereka aku harap..tuan mengijinkan ku untuk pergi.!" Sambung Bingxue menunggu ijin Lan wu.


"Huf..." Lan wu menghela nafasnya seraya bangkit dari duduknya. "Bing'er, aku tentu tidak menghalangi mu untuk pergi. Namun, untuk sampai kesana bahkan jika kau menggunakan seluruh jurus tercepat mu akan makan waktu sekitar 4 jam. Aku sarankan agar kau menunggu keluarga Kai mengirimkan seorang untuk menemui kita.."


"Tidak bisa begitu tuan..! Aku harus pergi.!" Tolak Bingxue yang mendadak berdiri kemudian berbalik kearah pintu keluar.


Dengan cepat Lan wu berpindah dihadapan Bingxue kemudian melayangkan tamparan keras hingga membuatnya tersungkur ke lantai.


"Hey..! Apakah kau lupa siapa tuan disini?!" Tanya Lan wu sembari mencekik Bingxue yang masih separuh terkapar.


Wajah Bingxue memucat disertai dengan ekspresi ketakutan yang keluar tanpa disadari.


"Ba..baik... Baik tuan.." jawab Bingxue dengan suara yang terputus-putus.


Lan wu melepaskan tangannya kemudian meminta agar Bingxue berdiri.


Dengan wajah dingin Lan wu menyuruh Bingxue untuk kembali mengawasi ujian di dalam hutan mistis.


Bingxue pun pergi dengan wajah kesal yang diarahkan kepada orang-orang yang mencari masalah melalui muridnya. Ia berjanji setelah ujian selesai dia akan berangkat menuju keluarga Kai untuk mengurusi hal tersebut.


Setelah Bingxue pergi, Lan wu mengeluarkan boneka miliknya yang kemudian diutus menuju keluarga Kai.


"Berani membuat masalah dengan bawahan ku, aku penasaran sekuat apa orang-orang ini.." pikir Lan wu yang tersenyum tipis di atas kursinya.


**Besok harinya**


Sebanyak 90 orang yang diterima kedalam organisasi Diyuze, dan 10 diantaranya berkualifikasi untuk menjadi pemimpin kelompok dari masing-masing divisi raja neraka.


Setelah penyerahan hadiah, seragam, topeng, dan lencan. Lan wu secara langsung menempatkan anggota baru terkecuali 10 orang yang berkualifikasi ke tempat pelatihan.


10 orang yang berkualifikasi akan dibawa menuju markas perkumpulan 4 raja neraka yang nantinya akan di seleksi dan ditempatkan sesuai dengan kemampuan masing-masing.


**


Lan wu kini mengajak Bingxue untuk pergi menemui Kai kan setelah mendapat informasi mengenai penyerangan kemarin.


Mereka juga telah mengirimkan 20 orang elit organisasi Diyuze yang akan bergabung dengan sisa keluarga Kai untuk bersama-sama menyerbu kediaman keluarga Wuo.


Lan wu, Bingxue, dan tiga king bersaudara akan pergi terlebih dahulu ke tempat tinggalnya master Ex untuk membebaskan Kai De yang berada di sana.


Dua jam perjalanan akhirnya mereka sampai disebuah tempat yang berada di pusat ibukota.


"Aray pelindung..?" Pikir Lan wu seraya berhenti sejenak menatap perisai energi yang berbentuk kubah menutupi kediaman master Ex.


"Tahan Bing'er, aku akan memberikan hadiah bagi orang ini" ujar Lan wu yang menahan tangan Bingxue yang terselimuti oleh energi.


Lan wu mengeluarkan 10 pedang energinya yang melesat cepat menembus kubah tersebut. Aray pelindung yang terpasang seketika hancur diiringi dengan suara ledakan dari pedang energi Lan wu yang menancap tepat di area kediaman master Ex.

__ADS_1


Kini puluhan orang melesat kedua menerjang Lan wu dan lainya yang telah menunggu kedatangan mereka.


Bingxue yang sudah begitu geram sontak mengeluarkan tapak kristal yang memukul mundur puluhan orang tersebut dan menghancurkannya diudara.


Tanpa basa-basi, Bingxue mendarat di kediaman master Ex dan mulai membunuh seluruh orang yang menghalanginya.


"Kalian bertiga bersihkan jalan Bing'er. Aku akan berjaga disini untuk menyambut kedatangan beberapa tamu" ujar Lan wu yang di turuti oleh ketiga orangnya.


** Didalam kediaman master Ex.**


Terlihat wajah risau dipancarkan oleh pria yang mengenakan topeng.


"Tekanan ini..?!" Ujarnya seraya berdiri dari duduknya.


Ia menatap keluar jendela dan seketika terbelalak melihat seluruh kediamanya ditutupi oleh tembok api.


"Kalian ikuti aku, bunuh siapa saja yang menyerang.!" Perintah master Ex yang kini diselimuti oleh aura berwarna hitam.


King bersaudara menggunakan jurus khusus untuk memanggil puluhan hewan buas tingkat raja dan 3 hewan buas tingkat kaisar iblis yang masing-masing ditunggangi oleh ketiganya.


Dengan bantuan dari hewan buas, kini seluruh area di kediaman tersebut hampir sepenuhnya dikuasai oleh Bingxue dan lainnya.


Pertaruangan sengit pun kembali pecah usai Bingxue berhadapan langsung dengan master Ex yang baru keluar dari dalam kediamanya.


Hawa dingin dari Bingxue bahkan memberi efek pada tembok api iblis yang menutupi kediaman master Ex.


Di langit kediaman master, nampak Lan wu yang melayang tenang seraya dikelilingi oleh ratusan pedang energi yang siap menghancurkan siapa saja yang datang.


"Hmm.. akhirnya muncul juga.." gumam Lan wu pelan seraya tersenyum tipis.


Lan wu menatap kearah 5 orang pria berusia sekitar 50 tahun yang baru sampai sesaat sebelum Lan wu mengeluarkan pilar langitnya.


Kelima orang tersebut berhenti di jarak tiga meter dari Lan wu seraya menatapnya penuh selidik.


"Kami tidak tau dari mana asal master ini, selain itu tujuan master yang menyebabkan kekacauan di pusat ibukota.." tutur seorang pria yang berasa dari perguruan dewa.


Lan wu tersenyum tipis seraya melangkah maju mendekati kelima orang tersebut yang nampak bersiaga. "Kekacauan..? Aku rasa para senior ini begitu memandang ku. Aku adalah kaisar Diyuze pemimpin tertinggi Dau organisasi Diyuze. Kelompok ini telah berani menyerang pelayan ku dan membawa murid bawahan ku.." jawab Lan wu bersamaan dengan udara yang menjadi hampa.


Kelima orang tersebut dengan cepat mengeluarkan pusaka masing-masing untuk menahan tekanan dasyat dari aura singa iblis yang begitu menakutkan.


Dengan wajah tertekan salah satu dari kelima orang tersebut bergumam "aura yang mengerikan.. aku takutnya tidak ada dari kami yang bisa melawannya.."


"Orang ini, monster... Bahkan kaisar tidak memiliki aura mengerikan sepet ini..." Tutur patriark keluarga bangsawan Long mengerutkan keningnya.


"Jika tuan memiliki urusan dengan mereka maka kami tidak akan menggangu, namun jangan sampai menghancurkan beberapa tempat di pusat ibukota ini... Sekuat apapun anda tentu akan mustahil melawan 5 kekuatan besar di dinasti dewa pedang ini.." ucap pemimpin dari lima pilar pedang yang saat ini telah berada di ranah immortal 2.


"Aku tentu tidak akan menyinggung orang yang tidak menyinggung ku. Mengenai mampu atau tidak anda boleh mencobanya.


Dan jangan lupa juga patriark dari sakte dewa, anda beberapa waktu lalu juga menyinggung ku..!" Jawab Lan wu yang dengan cepat telah berada di hadapan wakil patriark sakte dewa.


Kemunculan mendadak Lan wu berhasil membuat kelima orang tersebut tersentak. Dengan sentuhan kecil dari jari Lan wu, ia berhasil menghancurkan pusaka kelima orang tersebut dengan mudah.


"Apa...apa.. yang ketua kami lakukan untuk menyingung anda...?" Tanya wakil patriark sembari mengontrol pernafasannya.

__ADS_1


Lan wu menepuk pundak pria tersebut yang membuatnya seketika kehilangan seluruh auranya. Usai di lahap habis oleh aura singa iblis yang menyelimuti tubuh Lan wu.


"Dia mengambil paksa murid ku, kelak jika waktunya tiba aku akan berkunjung menemui ketua anda.."


Dilain sisi ke 4 orang dibelakang wakil patriark sakte dewa secara bersamaan mengeluarkan jurus mereka untuk menyerang Lan wu.


Tekanan dasyat dari jurus gabungan tersebut bahkan dirasakan oleh Bingxue yang sudah hampir menyelesaikan pertarungannya.


Ledakan besar menutupi Lan wu yang tidak menghindari serangan tersebut sama sekali.


Asap yang menyelimuti area ledakan perlahan-lahan menipis dan memperlihatkan wujud mengerikan dari bentuk sempurna aura neraka.


Tapak aura neraka melesat cepat kearah 5 orang tersebut yang tidak sempat menghindari serangan kejut dari tapak aura neraka.


Ketika tapak tersebut berada beberapa langkah didepan kelima orang itu, mendadak sebuah tapak lainya muncul dan menahan serangan Lan wu.


Tekanan angin dari benturan jurus tersebut berhasil membuat kelima orang tersebut mundur beberapa langkah kearah belakang menyisakan seorang pria tua yang tangannya terlihat bergetar menahan serangan Lan wu.


Lan wu mengerutkan dahinya melihat tapak aura neraka miliknya berhasil dihancurkan oleh pria tua dihadapannya.


"Uhugh..!" Nampak wajah pria tua tersebut sedikit kesakitan seraya terlihatnya beberapa tetes darah yang menetes dari mulutnya.


"Raja immortal..! " Kelima orang dibelakangnya sontak membungkuk kearah pria tua dihadapan mereka.


Lan wu kini tersenyum tipis setelah melihat langsung sedikit kamampuan dari orang no 2 di wilayah timur.


"Aku kemari hanya untuk melindungi kelima orang ini, bisakah tuan Diyuze memberi ku muka hari ini.." ujar pria tua tersebut yang terdengar bijaksana.


"Baiklah senior, lagian akan membosankan jika bertarung melawan orang yang sedang sekarat"


"Lancang sekali kau kepada raja immortal..!" Cela kelima orang dibelakang pria tua tersebut dengan nada geram.


"Diam.! Jangan membuat masalah lagi untuk ku.!" Bentak pria tua tersebut seketika membungkam orang-orang dibelakangnya.


"Kebaikan tuan akan orang tua ini ingat, saat bertemu lagi nanti maka orang tua ini akan memberikan perlawanan terbaik untuk menghibur anda.."


"Aku pamit." Sambung pria tua tersebut seraya melesat cepat bersama kelima orang tersebut meninggal Lan wu.


**


**maaf guys, atas keterlamabatan ini.


author lagi ada kesibukan makanya baru bisa up jam segini ( disini jam 05. 45 wit)


dan untuk besok mungkin tidak akan update ( tergantung dari situasi)


mohon maaf jika membuat kecewa,


sampai bertemu di episode berikut.


mana kopi? udah siap..?


break dulu**..!

__ADS_1


__ADS_2