Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
watak yang serakah


__ADS_3

Lan wu bergerak mendekati tetua yang bertanggung jawab di babak tersebut untuk memeriksa inti hewan buas para peserta.


"Qinde...mana inti hewan yang ku minta.?" Tanya Lan wu seraya menatap singkat kearah gadis dibelakangnya.


"Aku tidak memilikinya.."


"Oh...tidak, mengapa kau memiliki hati yang begitu baik kepada hewan buas..? Kau mungkin saja adalah induk mereka" tutur Lan wu seraya menghela nafas dengan ekspresi kesal.


Hal tersebut membuat Qinde sedikit malu, ia dengan cepat menyodorkan cincin penyimpanan miliknya kepada Lan wu akan tetapi ditolak oleh Lan wu.


"Hahahha..! Sudah ku duga kau tidak memilikinya..! Sekarang kemarilah dan biarkan aku menunggangi mu.!" Teriak Wun yuba seraya menunjuk kearah Lan wu.


Namun sebaliknya Lan wu malah tersenyum bersamaan dengan aura menakutkan yang keluar dari tubuhnya.


"Aku memang tidak memiliki inti hewan buas namun, bagaimana jika ku pertemukan kamu dengan penguasa hutan kutukan?" Seringai Lan wu yang mendadak dihadapannya muncul sebuah lingkaran formasi.


Para tetua dan murid-murid yang melihat kejadian tersebut kini menjadi begitu terkejut bercampur takut.


Beberapa saat kemudian keluarlah seekor singa besar berkepala naga dengan taring panjang yang hampir menyentuh tanah.


Taring tersebut nampak terbuat dari udara yang membeku dan diselimuti oleh api yang aneh berwarna hijau.


"Ini...! Ini..adalah hewan kuno ditingkat dewa iblis..! Kaisar singa taring roh..!" Kaget ketua sakte yang langsung memerintahkan para tetua bukit dan tetua lainya untuk menciptakan formasi pelindung bagi murid-murid ditempat tersebut.


Hal itu dilakukan untuk menghalau aura dari api hijau yang dapat membakar roh dalam jarak tertentu.

__ADS_1


Lan wu dengan cepat mengeluarkan api iblisnya dan menghalangi para tetua tersebut untuk mendekati dirinya yang kini berdiri beberapa langkah didepan Wun yuba.


"Arghh.!!" Teriak salah satu tetua yang menyentuh tembok api milik Lan wu hingga membuat tangannya terbakar.


"Jangan menyentuh sembarangan..! Anak ini tidak sederhana..!" Teriak Jidan mengingatkan.


Disisi lain nampak Wun yuba yang berlutut dihadapan Lan wu seraya memohon ampun. Ia bahkan bersujud dan membenturkan kepalanya dengan keras ketanah.


"Maafkan aku Kein..tuan Kein...aku tidak memiliki mata dan bersikap bodoh terhadap anda..!" Mohon Wun yuba dengan nada ketakutan.


"Cih..kau terlalu panik nak, aku hanya membantu orang-orang bodoh ini dari tekanan aura milik singa haram ini..! Lagian suruh siapa kau malah berlutut bukanya menghindar saat api milik ku menutupi kita?" Jawab Lan wu dengan ekspresi malas tau.


Setelah tekanan aura dari singa taring roh melemah, Lan wu akhirnya menetralkan api miliknya.


"Jangan salah paham ketua, aku hanya merasa bertanggung jawab atas nyawa murid-murid anda sehingga mengeluarkan api ku untuk menghalau tekanan aura dari singa ini.


"Hewan ini bisa digunakan untuk berlatih menguatkan roh dan juga bisa menjadi senjata rahasia kita.." jelas Lan wu dengan nada yang begitu santai.


"Itu bagus...! Dengan begini kemampuan kita akan semakin meningkat, cepat bawa dia menuju ruang pelatihan roh.."


"Hoy..! Apa kau punya hak?!" Potong Lan wu seraya menatap tajam kearah seorang tetua bisa yang menjaga tempat pelatihan roh.


"Tapi ini milik sakte, kau akan dihukum jika melawan!" Balas pria tersebut memerintahkan anggotanya untuk menangkap Lan wu.


"Mengapa watak orang-orang selalu sama? Suka menyinggung lalu saat kritis akan mengatakan ini hanya kesalahpahaman.." gumam Lan wu yang terdengar di telinga tetua tersebut.

__ADS_1


Dengan nada marah tetua tersebut menerjang Lan wu. Namun sebelum jurusnya menyentuh Lan wu mendadak tetua Jidan muncul didepan Lan wu lalu menghajar balik tetua tersebut hingga terpental.


Tetua tersebut tersentak cukup lama dengan tangan memegangi dadanya yang terasa sakit akibat benturan keras dengan jurus milik Jidan.


Dengan wajah keheranan bercampur kesal, tetua itu menatap sekelilingnya seraya berkata " lihatlah..! Bahkan tetua puncak membela penghianat ini, kalian semua harus membantu ku untuk menangkap mereka.!"


Lan wu tak kuasa menahan tawa setelah mendengar perkataan putus asa dari mulut tetua yang berdiri 6 langakah didepan Jidan.


"Hentikan itu..! Kau berani memutuskan kesalahan seorang murid tanpa melihat kehadiran ku disini.? Lancang.!" Teriak ketua sakte di detik akhir sebelum orang-orang yang dendam kepada Lan wu menyerangnya.


Dengan wajah kesal, tetua tersebut menjawab pertanyaan ketua sakte " ketua, dia ingin menguntungkan dirinya sendiri dengan menyimpan singa taring roh. Aku selalu tetua yang bertanggung jawab di balai roh tentu memiliki hak untuk mengambil hewan tersebut..!"


Perkataan tetua itu membuat Lan wu kini tertawa keras sembari memegangi perutnya yang kesakitan akibat tertawa.


"Siapa yang mengatakan bahwa aku akan menggunakan hewan ini? Aku hanya berkata bahwa anda tidak bisa membawanya bukan berarti hewan ini milik ku.. hahaha.! Anda pandai membuat perut sakit tetua.."


Lan wu kembali menertawakan tetua tersebut kemudian melanjutkan lagi perkataannya. " Semua murid dan tetua atau siapapun bisa berlatih dengan hewan ini, akan tetapi hewan ini akan ditempatkan di puncak Jidan.."


Perkataan Lan wu dibantah oleh tetua dihadapannya. " Lancang.! Apakah kalian tidak punya malu? Berani merebut hewan milik sakte..!" Perkataan tetua itu dipotong oleh ketua sakte yang menyetujui ucapan Lan wu.


"Ketua ini.."


"Diam! Apakah kau mampu membawa kaisar singa taring roh hidup-hidup kesini? Jangan mempermalukan dirimu dengan omong kosong!" Bentak ketua sakte yang membuat tetua tersebut diam seribu bahasa.


Lan wu cukup puas dengan keputusan ketua sakte, dengan begitu dia akan memiliki hubungan cukup dekat dengan sakte immortal. Selanjutnya hanya tinggal menyusun rencana untuk mencari cara untuk memprovokasi targetnya.

__ADS_1


"Siapapun sekutu kekaisran Qin maka akan aku hancurkan. Akan kuberi kejutan kepada orang-orang itu ketika waktunya tiba" gumam Lan wu dengan senyum tipis.


__ADS_2