Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
lepas kendali


__ADS_3

Sementara itu terlihat rombongan putri Jijie yang telah berjarak puluhan meter dari kediaman keluarga Kai.


Didalam kereta kuda, putri Jijie nampak termenung seraya mengintip dari balik jendela kereta kudanya.


Di samping kereta tersebut jendral Mu diatas kudanya mengawasi area sepanjang perjalanan dengan penuh kewaspadaan.


"Paman Mu, menurut anda seperti apa kemampuan dari pemimpin tertinggi Diyuze?"


Jendral Mu menghela nafas berat sembari menoleh kearah putri Jijie yang menatapnya dari balik jendela kereta kuda.


"Soal itu... Bisa mengusir 5 pendekar kuat di pusat ibukota tentulah kemampuannya tidak biasa"


Jendral Mu mengemukakan pendapatnya mengenai pemimpin Diyuze.


"Namun puti, jika aku boleh jujur... Aku rasa wanita yang bernama Bingxue itu tidak seperti yang terlihat tadi"


Putri Jijie mengerutkan dahinya mendengar perkataan dari jendral Mu yang terlihat serius.


"Maksud paman.?"


"Maksud ku, putri sendiri adalah jenius muda no 1 di ibukota bagian barat dan untuk mengalahkan master Ex anda mengalami luka serius akibat pertaruangan tersebut.."


Jendral Mu menahan ucapannya sesaat.


"Sedangkan putri bisa melihat sendiri bagaimana wanita itu mengalahkan master Ex tanpa mengalami luka serius"


Putri Jijie tersenyum mendengar perkataan pria disampingnya tersebut.


Sebenarnya ia sendiri telah mengetahui hal yang tidak diketahui siapapun selain Bingxue.


"Tentu saja, jika berhadapan serius dengan nona Bing aku tidak dapat memprediksikan pemenang dari pertaruangan tersebut.


Pernah kah paman mendengar seorang yang berjuluk dewi es?"


Jendral Mu tersentak seketika sembari memutar otaknya dan mengingat kembali kisah yang pernah diceritakan oleh seniornya di keluarganya.


"Aliran energi dalam tubuhnya terlihat tidak stabil dan seperti tertekan oleh sesuatu, terlebih lagi ditingkat pelepasan 5 dapat menggunakan gerakan cepat seperti itu bukanlah hal mudah"


"Jadi kekuatan wanita itu tersegel?"


Putri Jijie mengangguk seraya tersenyum tipis dengan raut wajah yang begitu tenang.


Sementara jenderal Mu masih memikirkan hal barusan.


"Kumpulkan informasi mengenai 4 orang yang disebut raja neraka, aku ingin latar belakang dan kempuan ke-empat orang ini siapkan juga beberapa hal yang dibutuhkan untuk kompetisi muda seluruh bagian barat"


"Baik putri"


,,


Malam harinya di sakte sayap Phoenix.

__ADS_1


Lan wu telah mendapatkan informasi mengenai putri Jijie dari beast khusus komunikasi rahasia yang digunakan oleh seluruh anggota organisasi Diyuze.


Lan wu mengirimkan pesan balasan lewat beast itu dan menyuruh agar ke-empat raja neraka menutup akses dari luar dan untuk sementara menghentikan pergerakan dan perekrutan anggota.


Ia juga meminta agar satu atau dua raja neraka secara sembunyi-sembunyi mengawasi murid-murid keluarga Kai yang ikut serta dalam kompetisi di istana putri Jijie.


"Memanfaatkan keluarga Kai untuk menarik organisasi Diyuze dalam urusan pribadinya... Sepertinya putri ini sedikit menarik.."


Gumam Lan wu seraya menyuruh beast kiriman Gang ju untuk menyampaikan pesan balasannya.


Dari luar kamarnya kini terdengar suara ketukan pintu.


"Knok.! Knok.!"


Lan wu berjalan kearah pintu dan membukanya.


Didepan pintunya berdiri seorang gadis berambut coklat dengan tampilan feminim dan wajah yang memerah.


"Saudara... Bisakah kamu... Kamu mengizinkan ku untuk bermalam disini?"


Tanya gadis tersebut dengan nada malu-malu seraya menundukkan kepalanya.


"Jika boleh tau, mengapa aku harus mengizinkan mu untuk menginap? Siapa yang akan tau jika kau berniat memanfaatkan tubuh ku"


Lan wu menggoda gadis tersebut seraya tersenyum sesaat.


"Ah..itu.. tidak..tidak.."


Gadis tersebut nampak salah tingkah seraya menggerakkan kedua tangannya menolak pemikiran Lan wu barusan.


Lan wu mengerutkan keningnya menatap gadis tersebut yang terlihat begitu gugup.


"Karena saudara banyak membantu kami saat perburuan. Aku percaya bahwa saudara adalah orang yang baik"


Dengan senyum serta ketenangan yang dipaksakan, gadis tersebut memberikan diri untuk menatap wajah Lan wu.


"Ah..!"


Gadis tersebut seketika menutup wajahnya dengan kedua tangannya seraya memunggungi Lan wu.


Lan wu yang sedikit keheranan akhirnya mengizinkan gadis tersebut untuk masuk tanpa menanyakan perihal teriakan barusan.


"Kau tidurlah diatas ranjang ku, aku akan tidur dilantai"


Ucap Lan wu seraya mengalaskan selimut tebalnya dan meletakkan bantal kepala lalu berbaring.


"Oke, selamat malam"


Sambung Lan wu yang berbalik kearah tembok.


4 jam kemudian nampak gadis tersebut bangun dari tidurnya. Dengan wajah datar dia mendekati Lan wu yang terlihat begitu pulas.

__ADS_1


Gadis tersebut mulai menggeledah laci dan tempat penyimpanan lainnya dengan hati-hati. Ia pun mendekati Lan wu kemudian perlahan-lahan menarik cincin ruang dari jari Lan wu.


"Dia bergerak..?!"


Gadis tersebut seketika panik dengan muka yang memucat usai Lan wu yang bergerak mendadak dan mengubah posisi tidurnya jadi tengkurap.


"Hehehe.. kau ini licik juga ya gadis kecil"


Lan wu membuka matanya dan diam-diam melirik gadis tersebut.


beberapa saat kemudian setelah melihat Lan wu tenang, gadis tersebut kembali melanjutkan aksinya. Namun kali ini Lan wu dengan sengaja menarik tangan gadis itu hingga terjatuh menindih Lan wu.


"Hey..! Apa yang kau lakukan.?"


Gadis tersebut bertanya dengan wajah yang memerah saat posisinya kini menindih Lan wu dengan kedua tangannya yang dipegangi dengan kuat oleh Lan wu.


"Hohoho.. kau sendiri yang mengantarkan dirimu ke kamar ku, dan kau juga meraba-raba tubuhku. Aku pikir kau ingin aku memuaskan mu?"


bisik Lan wu tepat ditelinga gadis itu diiringi oleh desahan kecil dari gadis tersebut.


"Hey..aku hanya bercanda.. tolong..kemana tangan mu memegang.?! Kya..!"


"ah..! hentikan..."


gadis tersebut mendesah kecil seraya berusaha melepaskan diri.


"Ah..tolong jangan..ah..!"


"Hohoho...kau yang memintanya gadis kecil, jangan salahkan aku"


Lan wu membuka paksa pakaian gadis tersebut kemudian menjauhkannya. dengan nafas yang memburu gadis tersebut menahan suaranya seirama dengan Lan wu yang membalikkan posisi tubuhnya dan menindih gadis tersebut.


"Pelan-pelan.."


Gadis tersebut menatap Lan wu dengan pasrah seraya melingkari tangannya di leher Lan wu.


mendengar ucapan gadis itu, sontak Lan wu tersentak dan berhasil mengendalikan dirinya.


"Apa yang aku lakukan..?!"


Lan wu yang mendapatkan kesadarannya kembali sontak menjauh. ia menatap kearah gadis yang tubuhnya tidak lagi terhalang oleh sehelai benangpun itu.


Disisi lain gadis yang tengah terlentang, kini menatap balik Lan wu dengan pandangan heran.


"Tutupi tubuh mu, aku akan mencari udara segar"


Dengan perasaan malu bercampur menyesal, Lan wu beranjak keluar dari dalam kamarnya dengan buru-buru.


dilain sisi gadis tersebut ikut menyesali perbuatannya yang hampir berimbas buruk pada dirinya.


ia memunggut kembali satu-persatu pakainya yang berserakan dilantai kemudaian memakainya kembali.

__ADS_1


"bajingan ini... aku akan membalaskan penghinaan yang ku terima"


gumam gadis tersebut seraya mengepalkan tangannya dengan kuat.


__ADS_2