
Lan wu perlahan membuka matanya seraya menatap seorang tabib yang tersenyum ke arah
Ia merasakan sakit di dadanya meskipun tidak sesakit sebelumnya,pikirannya begitu kacau usai mengingat kejadian di restoran.
"Syukurlah kau sadar lebih cepat dari perkiraan ku, nampaknya kau memiliki sesuatu yang berguna di dalam tubuhmu sehingga dapat sedikit menekan racun kultivasi yang begitu kuat.." seru tabib sontak membuat lan wu menatap cepat kearah nya
"Melihat dari reaksimu, sepertinya kau belum pernah mendengar rancun kultivasi...yah ... Maklum saja kau bukanlah seorang guru obat ataupun seorang tabib" sambung pria tersebut semakin membuat lan wu terkejut
Dengan memaksa tubuhnya, kini lan wu bangkit dan bersandar sembari memeletakan bantal di sandaranya
"Maksud anda?.. apakah anda mengetahui kondisi aneh dalam tubuh ku?" Tanya lan wu
"Tentu saja, kau bukankah satu -satunya orang yang terkena racun kultivasi. Dulu guru ku pernah mmberurusan dengan racun tersebut, namun sangat aneh mengingat seharusnya racun kultivasi hanya akan mengenai seseorang yang berada di tahap gerbang ilahi.. sedangkan kau hanya berada di tingkat abadi akhir dan masih harus membuka sekitar 5 gerbang pelepasan. Yang pertama adalah, pelepasan hasrat, pelepasan roh,pelepasan tubuh fana,dan yang terakhir pelepasan darah manusia. Jika kau telah melewati semua gerbang tersebut. Secara otomatis kau akan memiliki seluruh kemampuan yang tidak lagi dapat di tandingi oleh semua orang di dunia ini. Dengan perubahan tubuh dan roh mu. Kau akan menjadi seorang yang akan membuat alam di sekitarmu menjadi terancam.." jelas tabib tersebut yang kini duduk di tepi ranjang lan wu .
Lan wu sedikit tercengang usai mengetahui apa yang selama ini tidak di ketahui olehnya, di sisi lain ia begitu kagum akan kemampuan tabib tersebut yang dapat membaca tingkatannya dengan tepat
"Pada tahap tersebut kau telah memasuki gerbang ilahi, dan akan menemui cobaan bencana besar seperti yang kau alami ketika hendak memasuki permulaan abadi, namun tentu saja terdapat perbedaan dari cobaan tersebut. Dan salah satu cobaan besar gerbang ilahi ialah, racun kultivasi.
Racun tersebut akan menyerang setiap titik energi dan mengacaukan putaran lautan spirit seseorang. Sebelum akhirnya akan menyerang ke otak dan menghilangkan seluruh akal mu, dengan demikian kau akan menjadi seorang iblis yang tak mengenal kawan maupun lawan. Akibat terburuk dari racun iblis ialah, kau akan kehilangan nyawamu dan tidak dapat berinkarnasi kembali" sambung tabib tersebut
Meskipun lan wu tidak begitu mengerti perkataan tabib di depannya, namun ia menyimpulkan bahwa racun kultivasi bukanlah sembarang racun yang dapat di netralkn dengan car biasa.
"Lalu mengapa bis di sebut sebagai racun kultivasi? Apakah racun tersebut akan menggerogoti seluruh kultivasi yang di iliki oleh seorang pendekar? Dan bagaimana cara menetralkan nya ?" Tanya lan wu berusaha mencari jalan keluar atas kondisi nya tersebut
Tabib tersebut terlihat sedikit berpikir.."apakah kau pernah mendengar iblis hati?" Tanya tabib serentak memang lan wu terkejut
"Iblis hati? Apah seperti sosok iblis yang mendiami hati ku?" Tanya lan wu berusaha menerka
"Hahahaha kau sembarang juga bocah,maksud ku ialah sisi lain dari dirimu. Setiap orang mempunyai iblis hati yang mendiami sisi lain dalam dirimu, dan iblis hati merupakan penawar dari racun kultivasi yang saat ini kau alami" jelas tabib
Lan wu mengangguk pelan sembari memikirkan sesuatu." Bagaiman caranya agar aku dapat menemui iblis hati?" Tanya lan wu dengan wajah serius
"Lakukan meditasi dengan tenang, telusuri setiap sudut di dalam ruang energi mu. Iblis hati biasanya mendiami sebuah tempat yang terdapat energi yin besar, mungin di berada dalam salah satu ruangan di dalam api iblis milik mu" seru tabib tersebut seraya berdiri
"Ka..u..sebenernya siapa ?" Lan wu sedikit meningkatkan kewaspadaannya
"Hmmm... Belum saatnya kau mengetahui hal tersebut..ah..aku hampir lupa..mengenai racun kultivasi itu akan membuatmu tak dapat mengeluarkan energi sedikit pun, malah sebaliknya akan melukai dirimu sendiri, saran ku kau sebaiknya segera mengalihkan iblis hati" sambung tabib yang kini telah keluar dari kamar lan wu
Lan wu senyap sesaat, ia masih menerka identitas dari tabib tersebut.
" Iblis hati ya?" Tanya lan wu dalam hati
Ia mencoba mengeluarkan tenaga miliknya namun seketika ia merasakan sakit yang luar biasa dari dalam tubuhnya, mata lan wu memerah akibat Merakan seluruh tubuhnya seakan tertusuk ribuan jarum beracun. Ia menghela nafas usai melihat darah yang keluar dari mulutnya
"Benar-benar gawat.!!" Ujar lan wu di penuhi oleh keringat
Di tempat lain, nampak yiyi bersama lainya tengah mengarah ke kamar lan wu, terlihat raut ketakutan di wajah yiyi. Ia tentu mengira jika lan wu akan murka usai melihat wajahnya.terlebih lagi jika mengingat pukulan serta perkataan yang begitu tidak pantas terlontar dari mulut yiyi. Tentu sangat wajar jika lan wu marah kepadanya
Semakin mendekati pintu, entah mengapa jantung yiyi berdegup semakin kencang. Ia menarik nafas dalam seraya menenangkan dirinya bersamaan dengan pintu yang telah di buka oleh Ming yu.
Yiyi melihat lan wu yang masih menatap telapak tangannya yang masih terdapat darah. Sontak Ming yu dan lainya segera menghampiri lan wu dan menanyakan kondisi tersebut.
__ADS_1
"Guru..apa yang terjadi ? Mengapa anda terlihat begitu pucat ?" Tanya Ming yu dengan nada khawatir
"Hahahaha..kau begitu memperhatikan ku, namun aku sudah baikan.." jawab lan wu tersenyum tenang seraya mengatur nafasnya
"Guru..aku sudah mendengar kondisimu dari tabib, ia mengatakan bahwa anda mengidap penyakit langka dan umurmu tidak akan mencapai 5 hari...aku....aku.." ucap lili seakan tak sanggup untuk melanjutkan perkataannya
Lili mengusap matanya yang berair sembari memasang senyum terbaiknya ke arah lan wu
"Namun aku percaya jika guru bukanlah orang yang mudah menyerah..aku sangat yakin jika guru akan sembuh dalam waktu singkat " sambung lili membuat lan wu tersenyum singkat
"Pak tua ini ..? Bagaimana dia dapat mempermainkan murid-murid ku.." lan wu sedikit kesal namun tetap menahan ya
"Guru.. aku kan mencari beberapa bahan obat yang langkah di lembah neraka, aku dengar dari tetua 13 bahwa tempat tersebut terdapat banyak bahan obat yang berkhasiat tinggi " ujar Ming yu meminta izin lan wu
"Kalian tidak perlu mencemaskan ku, selain itu tetaplah rahasiakan kondisi ku dari Zhen dan lainya. Aku tidak ingin jika kondisiku menurunkan semangat pasukan dalam menghadapi perang. Setidaknya aku akan tetap terlibat dalam perang tersebut, meskipun hanya menggunakan jurus pedang " ujar lan wu membuat wajah ke 3 muridnya sontak menjadi sedih
"Guru beristirahatlah ..jangan memikir..." Ucapan lili terputus bersamaan dengan wajah lan wu yang terlihat geram
"Fokuslah pada diri kalian... Jangan mencampuri urusan ku.!! Apakah kalian meragukan kemampuanku di karenakan kondisi ku saat ini ?!" Nada lan wu sedikit meninggi bersamaan dengan aura neraka yang begitu kuat menekan yiyi dan lainya
"Gu..guru..kami hanya mengkhawatirkan dirimu .." jawab yiyi dengan nada terbata
"Hahahaha...aku sudah lama tidak melihat wajah ketakutan dari kalian,rasanya kalian telah berkembang pesat dan tidak lagi merasakan ketakutan seperti sebelumnya ..." Lan wu tertawa puas usai berhasil mengerjai ketiga muridnya
Nampak wajah jengkel terlihat dari ketiganya, rasanya mereka bagitu ingin mencekik lan wu hingga kehilangan nafasnya
" Tenanglah... Aku memiliki sesuatu yang dapat menyembuhkan kondisi ku seperti semula, hanya saja aku membutuhkan waktu untuk sendiri dan fokus dengan penyembuhan ku .... Sekarang kalian pergilah dan lanjutkan latihan kalian, dan Yiyi aku masih ada beberapa urusan dengan mu " ujar lan wu sembari tersenyum kearah yiyi
Mendengar perkataan lan wu, lili dan Ming yu segera keluar dan meninggalkan yiyi yang masih berdiri sembari menunduk
"Bagaiman kabar mu?" Tanya lan wu bersamaan dengan tatapan sedih dari mata yiyi
Ia tak menyangka bahwa lan wu masih mengkhawatirkan dirinya disaat kindis lan wu sendiri begitu buruk.
"Aku..aku baik.." jawab yiyi dengan nada pelan
"Rasanya sudah begitu lama kau tidak menjawabku ku selembut ini, aku cukup senang mendengar nya sekarang" lan wu tersenyum sembari menatap ke arah luar jendela
"Apakah kau masih marah kepada ku? " Lan wu kembali melontarkan pertanyaan
Yiyi terdiam sesaat sembari mengenggam bagian selimut lan wu begitu erat " ti..tidak " singkat yiyi
"Hais...sepertinya kau masih marah.untuk saat ini aku tidak bisa menjelaskan kondisi tersebut kepadamu, namun kau dapat menanyakan hal tersebut kepada lili. Aku terlebih dahulu telah menjelaskan kepadanya .." ujar lan wu sembari mengusap kepala yiyi
Nampak senyuman terlukis di bibir manis yiyi, dengan wajah teduh ia memandang lan wu sembari meletakan tanganya di atas kepala lan wu." Baikalah..aku percaya guru mempunyai penjelasan khusus mengenai perjodohan tersebut, dan walaupun nantinya guru tetap menikah. Aku tetap akan berada di sisi guru dan menemani guru menulis banyak cerita hari ke hari" ucap yiyi dengan senyuman manis
"Hmmm...gadis bodoh .." ujar lan wu sembari menatap yiyi.
**
Keesokan harinya nampak ratusan pasukan tengah berdiri di depan kota ain sembari mengenakan pakaian perang. Wajah Meraka begitu tegang usai mendapat arahan dari Yuan mengenai pergerakan musuh.
__ADS_1
Pasukan tersebut berangkat menuju ke arah kota Mon sembari menyerukan teriakan yang membakar semangat juang diri mereka. Para ketua beserta pendekar berada di samping kanan dan beberapa lainya memilih untuk menggunakan hewan gaib sebagai tunggangan ke Medan perang.
"Sepertinya inilah akhir dari peperangan kita selama hampir satu bulan, sudah saatnya bagi kita untuk mengeluarkan seluruh kemampuan yang kita miliki" ujar ketua Shu yang berjalan berdampingan dengan Jian
Jian menghela nafasnya seraya mengangguk beberapa kali ia juga menikam mengenai tiga orang yang di ceritakan lan wu kepadanya. Menurut yang di katakan lan wu, bahwasanya kemampuan ketiga orang tersebut setidaknya telah berada di tahap permulaan abadi, dan masih memiliki banyak jurus rahasia yang tidak sempat di lihat oleh lan wu, namun lan wu mengatakan bahwa kemampuan ras harimau ketiak berada di wujud kedua saangatlah merepotkan untuk seorang pendekar yang berada di tahap dewa akhir bintang 6.
Jian hanya menggeleng usai memikirkan kembali perkataan lan wu kepadanya. Ini merupakan sebuah hambatan besar bagi mereka untuk memetik kemenangan dalam perang ini,tanpa kehadiran dari lan wu.
....
Di sisi lain nampak pasukan musuh tengah berdiri sembari menatap pasukan kerajaan Yon yang tengah berada di kemah tersebut. Entah mengapa mereka seakan menantikan kedatangan seseorang dan tidak menghiraukan pasukan kemah Yon yang telah menarik busur panah kearah mereka.
"Hmm...apakah bocah itu tidak datang?" Gumam wong menatap kedatangan seluruh pasukan beserta para pendekar yang berada di pihak kaisar tersebut kini telah berdiri tidak jauh di depan mereka
Para murid menelan ludahnya usai merasakan aura kuat dari para pendekar di depan mereka. Mereka tak menyangka bila perbedaan kemampuan mereka begitu jauh dari yang mereka bayangkan, bagi mereka mungkin menghadapai beberapa murid inti haruslah membutuhkan bantuan setidaknya 3 orang untuk menyamakan kemampuan mereka. Terlebih lagi jika mereka di haruskan untuk menghadapi salah satu petinggi di naga putih ataupun dua kekuatan lainya.
Melihat kekhawatiran di wajah para pendekar tersebut. Yuan kini melangkah kedepan seraya berbalik dan menatap seluruh orang yang memfokuskan pandangannya kearah Yuan
"Apakah kalian merasa takut?!..apakah kalian merasa hina di depan musuh-musuh ini?!.. jika begitu sebaiknya kalian mundur dari peperangan ini, sesungguhnya aku lebih takut jika keluarga serta seluruh orang di wilayah barat ini menderita ketimbang memikirkan nyawa ku sendiri. Jika kita harus mati, setidaknya kita mati dengan terhormat dan bukan mati hina sembari memohon belas kasihan dari mereka.." Yuan menahan ucapannya seraya menatap seluruh orang di depannya yang kini mencerna perkataan dari Yuan
"Angkat senjata kalian...jangan biarkan tubuh kalian jatuh ketanah sebelum membunuh salah satu dari musuh di depan sana.!!" Teriak Yuan di ikuti dengan seruan dari seluruh pasukan.
Mereka berteriak dengan keras sembari mengeluarkan semangat mereka, mereka kini tidak lagi merasakan ketakutan seperti sebelumnya
"Hmm...kau memang pantas dengan posisi mu ini" gimana Jian tersenyum seraya mengeluarkan aura petarung miliknya .
"Mereka mempunyai banyak orang yang menarik.." ujar jio sembari memberi komando para pasukanya untuk menuerang .
Teriakan menggema bersamaan dengan langkah kaki yang terdengar seakan menggetarkan bumi. Langit sesaat menjadi mendung seakan menandakan kesedihannya atas jatuhnya korban dalam perang tersebut.
"Mati kalian !!..." Teriak para prajurit yang kini salaing bertabrakan dengan pasukan musuh .
Para ketua dan pendekar di sibukkan dengan ketiga kekuatan utama pasukan musuh yakni, naga putih,ras harimau,dan pedang ilahi. Sementara para prajurit fokus untuk menghadapi pasukan kekaisaran musuh.
Nampak pertaruang perorangan ataupun berkelompok terjadi di setiap sisi Medan perang tersebut.
"Cih...!!" Keluh Ning usai beradu jurus dengan salah satu pendekar dari naga putih ..
Ning terpukul mundur beberapa langkah, namun ia mampu menyeimbangkan posisinya dan bersiap menyambut serangan yang mengarah kepadanya.
..
Di sisi lain nampak para tetua kini mengaktifkan formasi cahaya ilahi dan menekan pergerakan dari beberapa orang ras harimau. Seperti dugaan mereka, jika cahaya ilahi dapat menjadi senjata yang sangat berguna dalam perang tersebut.
Ledakan Demi ledakan terus terjadi akibat benturan jurus yang begitu kuat. Dari salah satu ledakan tersebut, nampak Ming yu beserta seluruh murid lan wu tengah menghadapi 6 orang yang merupakan pendekar berbakat di pedang ilahi.
Ming yu,lingzi,dan lili. Menjadi penyerang utama sementara Zhen kue dan yiyi menjadi pengendali situasi. Mereka terus melakukan pergantian posisi dan sedikit mengacak formasi bertarung dari para musuhnya.
"I..ini..?!" Kaget Ming yu usai melihat energi besar mengarah kepadanya
Ming yu menepis ketakutannya sembari meloncat menyambut jurus tersebut."tusukan kilat,gerakan pertama..." Ujar Ming yu sembari mengenggam erat pedangnya
__ADS_1
"Terkaman naga petir !!" Sambung Ming yu bersamaan dengan ledakan kuat yang menciptakan angin besar tersebut
Nampak raut wajah dari ke 6 pria pendekar pedang ilahi seketika menjadi tegang usai menyaksikan kembali tekanan hebat dari jurus yiyi dan Lingzi yang menerjang mengikuti ledakan besar tersebut.