Pendekar Kelana Ll

Pendekar Kelana Ll
pertaruangan kecil


__ADS_3

Hari semakin gelap dan kondisi wanita tersebut masih tidak sadarkan diri. Lan wu meminta beberapa murid perempuan untuk membersihkan wanita tersebut dan mengganti pakaiannya.


Setelah selesai, salah satu dari murid tersebut menghampiri Lan wu yang berada di ruang tamu untuk melaporkan sesuatu mengenai wanita tersebut.


"Guru Lan, ada yang ingin aku sampaikan kepada anda. Hal ini terkait dengan identitas dari wanita tersebut"


Ucap murid perempuan tersebut yang terlihat begitu tertekan.


Ekspresi wajahnya seakan-akan menggambarkan bahwa identitas gadis tersebut tidaklah biasa.


"Baiklah, apa yang kau temukan?"


"Ini.." gadis tersebut terlihat menahan suaranya seirama dengan munculnya proyeksi wajah seorang pria tua dari giok ditangan murid tersebut.


Lan wu yang menyadari hal tersebut lantas menghempaskan giok yang dipegang oleh murid tersebut kemudian menyelimuti api suci ketubuh murid itu.


"Aura yang menekan ini, rasanya hampir setara dengan dua jendral iblis yang mendatangi ku saat di gunung.." gumam Lan wu sembari memandang kearah proyeksi tersebut.


"Aku merasakan ancaman yang membahayakan tuan putri sehingga kesadaran ku keluar dengan sendirinya. Kalau boleh tau siapa anak muda yang sedang berada di depan ku ini.?"


Ucap sosok pria dari giok tersebut.


"Aku hanya seorang guru kecil dari sakte cakar macan, sebuah kehormatan bisa bertemu dengan senior yang begitu kuat ini"


Balas Lan wu dengan nada tenang.


"Kau berjasa besar dalam menyelamatkan nyawa putri, aku jendral Guanxin akan menyampaikan hal ini pada yang mulia untuk memberikan penghargaan kepada mu"


"Namun sebelum itu, bisakah kau mengabulkan satu lagi permintaan ku?"


Ucap pria tersebut diakhiri dengan sebuah pertanyaan.


Tanpa pikir panjang Lan wu menyetujui permintaan tersebut seraya berkata "aku tidak keberatan untuk menjaga tuan putri kalian dalam waktu 1 minggu, namun aku tidak dapat menjamin bahwa sikap ku akan sehormat anda padanya"

__ADS_1


"Tidak masalah, selama kau tidak memiliki niat jahat maka yang mulia tidak akan mempermasalahkan nya"


"Baiklah, sisa energi ku hampir habis kalau begitu aku akan menjemput putri seminggu lagi"


Giok tersebut hancur bersamaan dengan lenyapnya proyeksi tersebut. Murid perempuan yang sebelumnya pingsan juga mendadak sadar.


Lan wu menyuruh murid tersebut untuk beristirahat sembari tetap merahasiakan identitas dari wanita tersebut.


"Sial, aku lupa menanyakan nama wanita itu.." gerutu Lan wu dengan wajah lugu bercampur acuh.


Ia lalu beranjak pergi dari kediaman tetua yang tidak lagi menjadi tempat tinggalnya setelah meminta Lingxi guen untuk menjaga wanita tersebut.


Ia kembali menempati gubuk kecil bersama dengan Wu Chen yang setia menemaninya kemanapun Lan wu tinggal.


Wu Chen juga begitu berbakti, ia bahkan mengerjakan urusan rumah dan menyiapkan makanan untuk Lan wu setiap hari.


Perlahan-lahan tapi pasti, Lan wu mulai menerima kehidupan barunya. Lan wu yang dulunya begitu tegang dan selalu saja mementingkan tujuan besar mulai memudar digantikan sosok ramah dan mudah tersenyum seperti sekarang.


"Anda sudah datang guru..?"


"Bagiamana kelas anda hari ini? Oh, aku juga mendengar bahwa anda membawa seorang wanita ke gerbang luar. Apakah guru sudah terpikirkan untuk mencari istri guru..?"


Duk..!


"Aduh..! Sakit..sakit..!"


"Bocah nakal, kau sudah berani menggoda guru mu ini ya?"


Tanya Lan wu dengan mimik kesal seraya menunjukkan tinjunya didepan wajah Wu Chen.


"Gluk..!"


Sial, padahal aku serius bertanya?

__ADS_1


Ujar Wu Chen yang merinding melihat wajah menakutkan Lan wu.


"Chen'er, bagaimana dengan latihan mu?" Tanya Lan wu yang kini terlihat menyeruput teh nya dengan santai.


"Itu guru, penggeser waktu terlalu sulit untuk ku gunakan.." Wu Chen tersenyum pahit memikirkan hukuman apa yang akan ia terima nantinya.


"Hais... Kapan kau akan berkembang nantinya..?"


"Chen'er, aku ingin seminggu sebelum kompetisi dilaksanakan kau harus tinggal di area paling inti di tanah terbuang. Gunakan ancaman dari hewan spritual disana sebagai peningkat untuk menguasai teknik penggeser waktu.!"


Sambung Lan wu dengan nada serius.


"Apa kau takut?" Sambung Lan wu.


"Hahahaha.. guru, jangan meremehkan murid mu ini. Aku juga memang berencana untuk kesana. Lagian akan menyebalkan jika terus mendengar amarah guru setiap hari.."


Setelah berkata demikian, Wu Chen segera berlari menjauh dari Lan wu seraya berteriak bahwa dia akan menyiapkan diri untuk latihan besok.


"Hemm... Bocah ini.." Lan wu hanya tersenyum menatap Wu Chen yang semakin menjauh.


Setelah menghabiskan tehnya, Lan wu memutuskan untuk beristirahat lebih cepat.


Keesokan harinya. Lan wu kembali mengunjungi kediaman tetua sakte untuk melihat kondisi dari wanita tersebut, betapa terkejutnya Lan wu yang disuguhkan pemandangan tak terduga setelah sampai di tempat tersebut.


Ia melihat Wu Chen yang berada dalam posisi berlutut seraya menahan tapak raksasa milik wanita yang sebelumnya ditolong oleh Lan wu.


Serangan tersebut terasa begitu luar biasa kuat hingga mempengaruhi udara di sekitar tempat tersebut.


"Beruntung Chen'er telah meningkatkan fisik miliknya, selain itu berkat latihan penguatan roh dari tekanan aura singa iblis membuat roh Chen'er sedikit kuat.."


Gumam Lan wu sembari memperhatikan Wu Chen yang semakin tertekan kebawah.


Hal yang mengejutkan Lan wu adalah sikap Lingxi guen yang membiarkan Wu Chen berada dalam situasi tersebut.

__ADS_1


"Hentikan itu nona.." seru Lan wu bersamaan dengan munculnya sebuah tapak api iblis yang mendorong mundur jurus milik wanita tersebut.


__ADS_2